Lombok Post
Metropolis

Blanko e-KTP Kosong hingga April

perekaman
INPUT DATA: Seorang pegawai Dukcapil Kota Mataram tengah melakukan input data penduduk yang mengajukan e-KTP, beberapa waktu lalu.

MATARAM a�� Pengadaan KTP elektronik (e-KTP) masih terkendala persoalan blanko hingga saat ini. Sebelumnya, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) menjamin kebutuhan blanko bisa terpenuhi akhir November. Namun, karena persoalan tender, blanko diperkirakan kosong sampai April tahun depan.

a�?Karena tidak ada blangko, pelayanan jadi lebih lama,a�? kata Kepala Dukcapil Kota Mataram H Ridwan.

Karena tidak adanya blangko, masyarakat terpaksa diberikan surat keterangan. Surat keterangan harus ditandatangani langsung Kepala Dukcapil sebagai penegasan surat tersebut sah, menggantikan blanko e-KTP yang stoknya habis.

Selain itu, tahapan dirubah. Proses pertama adalah melakukan perekaman data diri, baik itu sidik jari dan iris mata.

a�?Jadi setelah direkam baru data dikonsolidasikan. Data kemudian dikirim ke pusat, di scanning, apakah aman dan bersih dari penggandaan data. Kalau sudah aman ada perintah ready record, baru kita bisa keluarkan surat keterangannya,a�? tuturnya.

Dengan cara ini, proses perekaman jadi lebih lambat. Apalagi ada persoalan server yang kerap down, memperpanjang proses verifikasi data. Mau tidak mau, risiko keterlambatan ini harus diterima para pemohon.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat telah mengupayakan untuk pengadaan 8 juta blanko. Jumlah itu disesuaikan dengan kebutuhan target perekaman di semua seluruh Indonesia.

Namun karena perusahaan yang mengikuti tender tidak memenuhi persyaratan, pengadaan blanko gagal total. Padahal, habisnya blanko di daerah termasuk di Kota Mataram, sudah dialami sejak September lalu.

a�?Beda kalau ada blanko, warga kota tinggal tarik cetak, jadi (e-KTP). Proses lebih mudah dan cepat,a�? terangnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost