Lombok Post
Giri Menang

Jualan Sebentar, Pedagang Untung Besar

bok
LARIS MANIS: Nampak salah satu penjual kaset di lokasi perang topat diburu pengunjung, kemarin (13/12). Padahal di hari biasa, tidak banyak yang membeli dagangannya.

Tradisi perang topat membawa berkah tersendiri bagi para PKL yang berjualan di kawasan Pura Lingsar. Penghasilan mereka melonjak cukup signifikan dari hari biasa.

***

SUDAHA�menjadi pemandangan setiap tahun di Pura Lingsar. Saat perang topat tiba, Pedagang Kaki Lima (PKL) datang dari segala penjuru. Ratusan PKL berbondong-bondong berjualan selama event tersebut digelar.

Mereka mengais rezeki memanfaatkan peluang keramaian masyarakat yang datang dari penjuru Lombok menyaksikan tradisi unik tersebut. Seperti yang terlihat kemarin, ratusan PKL dengan aneka barang dagangannya sudah siap sejak pagi.

Meski acara baru dimulai sekitar pukul 15.00 ita, para PKL ini rela menunggu berjam-jam hanya untuk mendapat tempat berjualan di sana. Omzetnya jangan ditanya. Para pedagang mengaku omzetnya naik dua kali lipat.

Seperti yang dialami Muniah. Ia rela datang jauh-jauh dari Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram hanya untuk berjualan di acara perang topat. Ia mengaku mendapat untung besar.

Jika berjualan Pop Ice di Bertais sehari mendapat Rp100 ribu. Berjualan di acara perang topat hanya butuh waktu dua jam untuk meraup untung Rp 150 ribu. “Alhamdulillah, lumayan buat nambah biaya sekolah anak,a�? katanya.

Muniah mengaku setiap kali berjualan saat acara perang topat, penghasilannya naik dua kali lipat. Dan hebatnya, penghasilan tersebut hanya didapat hanya hitungan jam. a�?Sekali setahun mas, sayang kalau sampai lewat,a�? ujarnya.

Peringatan tradisi perang topat menjadi peluang PKL untuk meraup rezeki yang besar. Terlihat hampir di setiap sudut Pura Lingsar yang dijadikan lokasi tempat acara para PKL menjajakan dagangannya.

Berbagai macam penganan makanan dan minuman yang dijajakan para PKL tersebut. Mulai dari minuman botol, ketupat sayur, bakso, aneka penganan gorengan, bakpao, ketoprak, es krim, pedagang sendal, serta tongsis untuk selfie.

Keuntungan juga diraih salah satu pedagang kaset Hamdan. Hamdan mengaku jika setiap hari paling banyak menjual lima buah kaset. Di acara perang topat kemarin, ia mampu menjual 10 buah kaset dalam hitungan jam.

“Lumayan sudah laku banyak. Biasanya, satu hari saja sudah bagus kalau laku lima kaset,a�? katanya.

Tak hanya Hamdan yang meraup keuntungan, pedagang bakso dorong Mahnah juga laku besar saat acara perang topat. Mulai berjualan pukul 13.00 Wita, sampai dengan pukul 16.00 Wita, dia sudah berhasil menjual lebih dari 40 mangkok. a�?Biasanya sehari syukur-syukur dapat jualan 30 mangkok,a�? tandasnya. A�(M Zainuddin, Giri Menang/r5)

Berita Lainnya

Perawatan Jalan Memang Tak Maksimal

Redaksi LombokPost

Dekat PLTU, Jalur ke Jeranjang Malah Gelap Gulita

Redaksi LombokPost

Tekan Kemiskinan, Eksekutif dan Legislatif Harus Bersinergi

Redaksi LombokPost

Calon PNS Siapkan Diri, Tes SKB Digelar Sehari

Redaksi LombokPost

Jaspel Puskesmas Gunungsari Tersumbat

Redaksi LombokPost

Hotel di Senggigi Mulai Bangkit

Redaksi LombokPost

Empat Bulan Tersiksa di Pengungsian

Redaksi LombokPost

Giliran Warga Langko Gedor Kantor Desa

Redaksi LombokPost

Dengan Kartu Nikah Administrasi Lebih Mudah, Benarkah?

Redaksi LombokPost