Lombok Post
Metropolis

Pelayanan Dasar Paling Rawan

ibu-salim-sir
Inspektur NTB, Ibnu Salim

MATARAM – Tim sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) masih terus melakukan pengintaian terhadap para pelaku pungli. Inspektur NTB, Ibnu Salim mengatakan, tim sudah turun untuk mendalami beberapa laporan warga yang masuk. “Pokoknya tim saber sudah beraksi,a�? katanya, Senin (12/12).

Ia mengaku tidak bisa mengungkapkan satu per satu laporan tersebut. Tetapi berdasarkan laporan yang ada, pungli paling banyak terjadi pada sektor pelayanan dasar. Seperti pendidikan, kependudukan, pertanahan, perizinan, dan kesehatan. Sektor-sektor ini rentan karena paling banyak bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Diantaranya, dalam pembuatan sertifikat Prona dan pungutan pendidikan. “Ini terus kita awasi, tim sudah turun,a�? katanya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur NTB menekankan agar tim bergerak cepat. Dengan adanya tim saber ini diharapkan praktik pungli bisa dihilangkan. Sebab pungli ini menjadi awal dari praktik korupsi yang lebih besar.

Selain tim saber pungli, ia menilai pengawasan internal birokrasi juga dibutuhkan untuk mendukung pemerintahan yang efektif dan transparan serta bebas dari praktik korupsi. Ia menyebutkan, saat ini praktik korupsi banyak sekali modusnya dan melibatkan semua kalangan.

Amin mengaku, pemerintah tidak menginginkan ada praktik korupsi terus bertambah. Sebab, selain merupakan kejahatan luar biasa, biaya penanganan kasus korupsi sangat besar. Satu perkara bisa menghabiskan Rp 200 juta sementara yang dikorupsi hanya Rp 8 juta. Artinya tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan. Tapi sebagai konsekuensi, mau tidak mau akhirnya dianggarkan. “Kalau tidak ada perkara korupsi, negara kan bisa diuntungkan,a�? ujarnya. (ili/r7)

Berita Lainnya

22.425 E-KTP Rusak Dimusnahkan

Redaksi LombokPost

Bocah-Bocah Pemberani di Jembatan Kuning DADS

Redaksi LombokPost

Pokja Parkir Janji Bakal Tegas!

Redaksi LombokPost

Bergaya Fashionable Bersama Bellagio

Redaksi LombokPost

Pol PP Kecele!

Redaksi LombokPost

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post