Lombok Post
Kriminal

Polisi Temukan Sabu Dalam Kopiah

DITANGKAP: Dua terduga pengedar narkoba Fahrul Rizal (baju oranye, kiri) dan Andi Natan (baju oranye, kanan). Kasubdit III Ditresnarkoba Polda NTB AKBP AA Gede Agung saat menjelaskan penangkapan keduanya, di Mapolda NTB, kemarin (13/12).

MATARAM – Ditresnarkoba Polda NTB akhirnya mempublikasikan hasil pengintaian dan penagkapan terduga pelaku peredaran gelap narkoba di Tiga Gili, Lombok Utara kemarin (13/12). Kasubdit III Ditresnarkoba Polda NTB AKBP AA Gede Agung menjelaskan pihaknya telah melakukan serangkaian upaya penyelidikan pekan lalu di Gili Trawangan.

Hasilnya polisi menangkap dua orang terduga pengedar narkoba bernama A�Andi dan Rizal. Andi sendiri merupakan pemandu wisata yang telah lama diincar polisi atas dugaan pengedaran narkoba. Karena itu dalam penggerebekan di kamar kosnya, petugas menemukan sejumlah barang bukti. Antara lain, timbangan, alat hisap, dan dua klip plastik yang berisi enam poket sabu seberat 4,08 gram.

a�?Ada juga dua buku agenda keci yang berisi catatan-catatan. Kemungkinan catatan penjualan,a�? kata Gede Agung, saat ekspose penangkapan di Mapolda NTB, kemarin (13/12).

Ditangkapnya Andi, membuka jalan polisi untuk menangkap Rizal. Kepada polisi, Andi mengaku memperoleh sabu yang ia jual dari tangan Rizal, seorang karyawan di sebuah bungalow di Gili Trawangan.

Selanjutnya, berselang 1,5 jam kemudian polisi mendatangi bungalow UL (inisial, Red). Saat menggeledah salah satu kamar bungalow, polisi menemukan sabu seberat 5,31 gram. Selain itu, terdapat uang sebanyak Rp 6,1 juta yang diduga sebagai hasil penjualan.

a�?Barang itu katanya di dapat dari seseorang dengan inisial A, itu yang sedang kita kejar,a�? kata Agung.

Agung menjelaskan, petugas sempat kesulitan menemukan poket berisi sabu milik Rizal. Namun, setelah diperiksa lebih teliti, sabu tersebut disimpan pelaku di lipatan kopiah hitam miliknya.

Berdasarkan keterangan polisi, Rizal merupakan petugas kebersihan di bungalow tersebut. Selama ini ia menjual narkoba jenis sabu dalam paket-paket kecil. Kata Agung, wisatawan asing termasuk pelanggan sabu yang dijual pelaku

a�?Kalau untuk sabu seberat 5 gram, itu harganya Rp 8 juta, dibagi bagi untuk kemudian dijual eceran,a�? tandasnya.

Sementara itu, saat koran ini menanyakan kepada Rizal terkait sabu miliknya, pria 28 tahun ini membantahnya. Bahkan ia berani menyatakan dirinya dijebak polisi. Sebab, sabu tersebut bukan ditemukan di dalam kamar, melainkan di bawah laptop di meja resepsionis.

a�?Saya merasa dijebak, sabu itu ditemukan di bawah laptop. Saya juga tidak pernah jual barang itu,a�? kilahnya.

Atas perbuatannya, terhadap Andi A�polisi mengenakan Pasal 112 dan 114 Jo Pasal 127 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sementara untuk A�Rizal, dia disangkakan Pasal 112 Ayat 1 dan 2, Pasal 114 Ayat 1 dan 2, dan Pasal 127 dalam undang-undang yang sama.(dit/r2)

 

Berita Lainnya

Cegah Aksi Para Spekulan, Polisi-Pemprov Pantau Pasar

Redaksi LombokPost

Kapolres Imbau Masyarakat Menahan Diri

Redaksi LombokPost

Penyidik LHK Lakukan Langkah Konfrontir

Redaksi LombokPost

Jaksa SP3 Kasus Izin Hutan Sekaroh

Redaksi LombokPost

PPK Masuk Bui, Rekanan Tak Kunjung Diadili

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Kejati NTB Selamatkan Uang Negara Rp 4 Miliar

Redaksi LombokPost

TNI Polri di NTB Tetap Solid

Redaksi LombokPost

Jalan Terjal Memburu Para Bandar

Redaksi LombokPost