Lombok Post
Metropolis

Ayolah Pak! Ini Banjir, Bukan Genangan

tidur-banjir-1-sir
TERLELAP DALAM ANCAMAN:Lukman,25 thun,warga lingkungan karang bata utara,kota mataram,memilih tetap tidur di atas kasur seadanya bersama istrinya meski kamarnya terendam banjir,beberapa waktu lalu.

MATARAM – Hujan lebat yang mengguyur Kota Mataram dan beberapa wilayah di NTB menyebabkan banjir. Di Kota Mataram, air setinggi lutut orang dewasa merendam permukiman. Ratusan warga bahkan terpaksa diungsikan. Bahkan Pendopo Wakil Gubernur NTB juga tidak luput diterjang banjir.

Tidak hanya rumah, luapan air juga menyebabkan jalan-jalan utama di Mataram terendam, berubah nyaris seperti sungai. Khalayak menuntut reaksi cepat pemerintah. Mengingat yang terjadi di Mataram bukan lagi genangan. Tapi nyata-nyata adalah banjir.

Catatan Lombok Post, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, banjir kali ini cukup parah. Biasanya air akan surut beberapa jam setelah sungai meluap. Namun, hingga pukul 24.00 Wita tadi malam sebanyak 270 KK di Lingkungan Karang Bata Utara, Kelurahan Abian Tubuh, Kecamatan Sandubaya diungsikan ke Masjid Subulassalam di lingkungan tersebut.

Kemudian di Batu Ringgit Selatan, Kelurahan Karang Pule Kecamatan Sekarbela ada 66 KK mengungsi ke masjid, sementara di Kekalik jumlah warga yang terdampak banjir sebanyak 350 KK, dan 21 KK di antaranya harus mengungsi ke Masjid setempat.

Pantauan Lombok Post di Lingkungan Karang Bata Utara, hingga tadi malam warga masih waspada. Mereka berusaha menyalamatkan barang-barang elekronik miliknya. Ada yang menaruhnya di atas lemari, ada juga yang memboyong televisi ke Masjid. Mereka yang mengungsi tidur beralaskan tikar dan berselimut menggunakan sarung dalam situasi gelap karena mati lampu. Tapi ada juga yang memilih bertahan di rumah meski terendam banjir. Seperti Lukman yang tidur bersama istrinya di atas kasur meski lantai sudah dipenuhi luapan air. a�?Malas mau pindah-pindah,a�? kantanya.

Sementara itu, Hamidah 55 tahun memilih mengungsi ke Masjid karena tidak mungkin bertahan di dalam rumah yang terendam banjir. Airnya masuk hingga kamar tidur sehingga tidak ada pilihan baginya selain mengungsi bersama warga lainnya. a�?Banjir dulu-dulu tidak sampai ngungsi,a�? katanya.

Hal serupa dialami Yamin, 52 tahun yang mengungsi bersama empat anggota keluarganya. Ia tidak mungkin bertahan di dalam rumah karena air naik hingga lutut orang dewasa. Karena tidak ingin mengambil risiko, ia lebih baik mengungsikan seluruh anggota keluarganya. Hingga tengah malam, bantuan makanan belum diterima warga, tapi petugas medis dari Puskesmas Dasan Cermen turun memberikan pengobatan dan makanan berupa biskuit.

a�?Yang perlu diwaspadai jangan sampai warga terkena penyakit,a�? kata Kepala Puskesmas Dasan Cermen H Raudan Huda.

Husnan, Kepala Lingkungan Karang Bata Utara mengatakan, warga cukup kaget dengan banjir kali ini. Sebab setahun belakangan kampung mereka sudah aman dari banjir. Tapi karena hujan terlalu lebat dan Sungai Unus yang melintasi kampung tidak kuat menahan luapa air yang terlalu besar. Selain rumah, tembok MTs NW Karang Bata juga roboh dihantam luapan air sungai. a�?Kami terus berjaga sampai air surut,a�? katanya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB Muhammad Rum mengatakan, banjir disebabkan ada beberapa tanggul sungai yang jebol seperti tanggul Sungai Ancar di Kekalik, dan tanggul Sungai Babakan juga jebol sehingga debit air tidak bisa lagi tertampung secara normal dan air keluar dari jalurnya. a�?Dampaknya banyak rumah yang terkena,a�? katanya.

Hingga tadi malam BPBD NTB belum bisa memastikan berapa total warga yang terkena dampak banjir ini. Sebab, bencana juga terjadi di daerah lain seperti Lombok Barat dan Sumbawa Barat. Satu rumah di Karang Sukun menurutnya bukan hanyut tapi sengaja dirobohkan karena menghalangi air. a�?Penghuni rumahnya sudah diungsikan,a�? kata kepala Rum.

Selain karena tanggul sungai jebol, banjir juga disebabkan pendangkalan saluran drainase, serta penyempitan sungai yang cukup parah di bagian hilir, sehingga ketika air kiriman dari wilayah hulu air langsung meluap dan menerjang rumah warga. Solusinya ke depan adalah dengan melakukan normaliasi sungai dan saluran. a�?Tidak korban jiwa dalam peristiwa ini,a�? ujarnya.

Selain di Mataram, banjir juga menerjang beberapa desa di Lombok Barat. Bahkan longsor juga kembali melanda Desa Guntur Macan. Sementara di Desa Sampit Sumbawa Barat 100 KK terdampak bajir dan di Desa Perung, Kecamatan Luyuk, satu orang warga atas nama Jelimbung 55 tahun hanyut. Sampai tadi malam belum ditemukan. Tim Basarnas NTB masih melakukan pencarian.

Wagub Kebanjiran

Sementara itu, kediaman resmi Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin di Jalan Panji Tilar Negara kebanjiran. Hingga pukul 22.30 Wita tadi malam, belasan tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Dinas Pekerjaan Umum, termasuk Satpol PP NTB hingga 22.30 Wita tadi malam, terus berjibaku menghalau air.

Terlihat betul, tim gabungan kepayahan. Bukannya surut, air yang dihalau justru makin meninggi. Ruang tamu pendopo tergenang. Tak kecuali halaman pendopo. Sementara di jalan depan pendopo, ketinggian air telah mencapai paha orang dewasa.

Air baru mulai surut setelah tembok belakang dijebol. Tim gabungan akhirnya memutuskan menjebol tembok bagian belakang pendopo, untuk sekadar mengurangi debit air tak terus meninggi. a�?Tiga tahun saya tinggal di sini, ini kejadian pertama,a�? kata Wagub.

Diceritakannya, sore dia baru saja kembali ke Mataram setelah perjalanan dinas di Sumbawa. Selepas Salat Ashar, ia langsung tidur pulas melepas lelah. Namun, saat Adzan Magrib berkumandang, Sultan, putranya menggedor kamar. a�?Saya kaget, ada apa dia gedor-gedor,a�? tuturnya.

Saat itu air sudah mulai meninggi, memasuki halaman rumah. Menit berganti jam, air tak juga surut, justru makin meninggi. Di jalan raya tepat di depan pendopo tersebut ketinggian air terus meninggi. Pendopo yang lebih tinggipun tak tertolong. Perlahan air masuk ke teras hingga ruang tamu.

Mencegah adanya korban, Wagub lantas meminta seluruh aliran listrik dimatikan. Praktis dalam beberapa waktu, kediaman orang nomor dua di NTB ini gelap gulita dan penuh dengan air banjir.

Mencegah hal serupa terjadi kembali, ia meminta semua pihak instrospeksi diri dan melakukan perbaikan. Laporan yang diterimanya, bencana serupa juga terjadi di beberapa kabupaten lainnya selain Mataram. a�?Jangan saling menyalahkan, tapi perbaiki diri,a�? ujarnya.

Ditemani sejumlah kepala SKPD antara lain Kepala BPBD NTB H Muhammad Rum dan Kepala Dinas PU NTB Wedha Magma Ardhi, di tengah kepungan banjir langsung memimpin rapat teknis di kediamannya. Wagub meminta sejumlah langkah tanggap darurat dilakukan secepatnya.

Setelah itu, pencarian solusi jangka panjang harus dilakukan. Dia meminta pemkot fokus dalam upaya tersebut. Mencontoh daerah lain yang menerapkan sejumlah cara dan terbukti berhasil bisa saja dilakukan. a�?Sungai-sungai besar harus segera dinormalisasi,a�? sarannya pada Pemkot Mataram.

Pria asli Sumbawa itu juga menyoroti banyaknya masyarakat yang tinggal di bantaran sungai. Dia meminta ada solusi terbaik untuk mereka. a�?Yang diseputaran Kekalik saya dengan sudah dievakuasi, untuk jangka panjang harus ada relokasi,a�? katanya lagi.

Jika memang diperlukan, ia menegaskan tak segan mengupayakan adanya kucuran dana dari provinsi untuk membantu Mataram menangani banjir. Hal itu dimungkinkan melalui sejumlah SKPD yang ada. a�?Mari kita bahu membahu, ego sektoral kesampingkan dulu,a�? sambungnya. (ili/yuk/r8)

Berita Lainnya

Kekayaan Tersembunyi Pantai Penghulu Agung Ampenan

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost