Lombok Post
Praya

Warga Tagih Dam Mujur

MENGGEDOR: Perwakilan pemuda desa di Praya Timur, Pujut dan Praya Barat Lombok Tengah, saat berunjukrasa di kantor bupati dan DPRD setempat, kemarin (14/12).

PRAYA – Perwakil6an pemuda desa di Kecamatan Praya Timur, Pujut dan Praya Barat Lombok Tengah (Loteng), berunjukrasa di kantor bupati dan dewan, kemarin (14/12). Mereka meminta keseriusan pemerintah dan wakil rakyat, untuk menyelesaikan pembangunan Dam Mujur.

a�?Kalau belum selesai, maka sebaiknya pembangunan kantor bupati ditunda saja,a�? kata koordinator lapangan aksi Lalu Win Haris, di halaman kantor bupati.

Kendala studi land acquisition resettelement action plan (Larap), menurut Win hanyalah persoalan kecil. Pemerintah tinggal memberikan jawaban tertulis, menyangkut tiga tuntutan warga. Meliputi, kemana direlokasi, berapa harga lahan warga dan siapa yang bertanggungjawab.

Hanya saja, Win menuding pemerintah terkesan mempersulit diri sendiri dan sengaja mengulur-ngulur waktu. Dengan harapan, ada anggaran untuk penanganan permasalahan tersebut. a�?Mana dana yang dianggarkan miliaran itu. Jangan sampai ini hanya kepentingan proyek saja,a�? sindirnya.

Jika berbicara dari sisi manfaat, kata Win pembangunan Dam Mujur, lebih memiliki nilai manfaat dari pada kantor bupati. Puluhan ribu lahan pertanian akan teraliri, jika Dam Mujur terbangun. Begitu pula sebaliknya.

A�a�?Tahun 2015 lalu, kami di wilayah selatan sampai gagal panen, gara-gara krisi air irigasi pertanian,a�? cetus salah satu orang massa aksi Hamzan. Sayangnya, orasi para pemuda desa ditiga kecamatan tersebut, tidak ada yang menanggapi.

a�?Kalau begitu, kita bergeser ke gedung dewan saja,a�? cetus mereka.

Di tempat itu, puluhan massa aksi diterima Wakil Ketua DPRD Loteng Burhanudin Yusuf dan Ahmad Ziadi. Kemudian, Ketua Komisi III M Humaidi dan anggota HL Arif Rahman Hakim, Majrun serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan ESDM HL Rasyidi. Tuntutannya pun sama. Mereka meminta agar para wakil rakyat, pro rakyat.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Loteng Ahmad Ziadi mengatakan, dewan dan pemerintah tetap komit menyelesaikan pembangunan dam Mujur. Terbukti, sudah 65 rumah warga dan 11 hektare (ha) lahan yang sudah direlokasi.A� Saat ini, kata Ziadi pemerintah dan dewan sedang memikirkan dimana dan kemana, 1.400 kepala keluarga (KK) di lima dusun di Desa Kelebuh akan direlokasi.

A�a�?Kami setuju, tetap dam Mujur lebih penting dan bermanfaat dari pada yang lain,a�? kata politisi Demokrat itu.

Sementara itu, Kepala Dinas PU dan ESDM mengatakan, kontruksi fisik pembangunan Dam Mujur tersebut, akan dimulai pada tahun 2019 mendatang. Itu artinya, masih ada waktu dua tahun lagi, untuk menyelesaikan proses Larap, Amdal hingga tim appraisal pun turun, guna melakukan perhitungan harga lahan dan pemukinan warga.

a�?Pembangunan dam Mujur kita ini, seharusnya bersamaan dengan bendungan Meninting di Lobar. Tapi, karena kendala Larap, akhirnya ditunda,a�? ujar Rasyidi.(dss/r2)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Kadis Baru Ditugaskan Perangi Calo

Redaksi LombokPost

PT Angkasa Pura I Salurkan Dana Pinjaman Mitra Binaan

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost