Lombok Post
Tanjung

250 Tukang Bangunan Ikut Uji Kompetensi

ANTUSIAS: Sejumlah tukang bangunan umum saat mengikuti uji kompetensi OJT yang digelar Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya Kementerian PUPR di Tanjung, kemarin (15/12).

TANJUNG – Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya Kementerian PUPR menggelar uji kompetensi On Job Training (OJT) untuk tukang bangunan umum. Kegiatan ini digelar di lapangan Tioq Tata Tunaq, Tanjung, kemarin (15/12). a�?Ada 250 orang yang mengikuti pelatihan ini,a�? ujar Ketua Penyelenggara H. Sahrul.

Dijelaskan, tujuan diadakannya pelatihan ini untuk menjalankan amanah Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang jasa konstruksi. Di mana pekerja konstruksi harus bersertifikat. a�?Dengan kegiatan ini kita mempersiapkan tenaga kerja yang terampil dan bersertifikat,a�? katanya.

Proses uji kompetensi sendiri didampingi tim asesor dari LPJK Provinsi NTB. Setiap asesor kemudian akan melakukan pengamatan di lapangan sebagai bagian uji kompetensi.

Lebih lanjut, Sahrul mengungkapkan, uji kompetensi ini juga sebagai langkah percepatan sertifikasi tenaga kerja konstruksi dalam rangka mempersiapkannya menghadapi MEA.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara yang diwakili Sekda H. Suardi mengapresiasi kegiatan yang digagas Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya Kementerian PUPR ini. Menurutnya, saat ini SDM di Lombok Utara untuk jasa konstruksi memang masih menjadi kendala. Karena itu, Suardi berharap peserta bisa memanfaatkan dengan baik uji kompetensi ini untuk meningkatkan skill. a�?Jika ingin hebat tentu harus ada skill,a�? ujarnya.

Ditambahkan, kegiatan seperti ini diharapkan bisa terus berlanjut. Untuk itu, Pemkab Lombok Utara akan mendukung apa yang dibutuhkan.

Lebih lanjut, Sekda mengatakan, saat ini pemerintah pusat sudah membebaskan visa masuk ke Indonesia bagi Tiongkok. Dengan begitu orang-orang Tiongkok bisa dengan mudah masuk ke Indonesia. Jika tenaga lokal tidak memiliki keahlian memadai, bukan tidak mungkin pasar di negeri sendiri akan diambil orang luar.

Terpisah, perwakilan Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Ahmad Darmawijaya mengatakan, seluruh penyedia barang dan jasa yang akan ikut pengadaan jasa dalam APBN harus memiliki sertifikat keterampilan seperti ini. a�?Jadi nanti kalau ada proyek APBN di Lombok Utara, penyedia jasa pasti akan menggunakan tenaga kerja konstruksi bersertifikat,a�? ungkapnya.

Ditambahkan, aturan ini sudah mulai berlaku tahun ini. Bahkan jika Pemkab Lombok Utara juga mensyaratkan sertifikat jadi lebih baik. Menurut Ahmad, tenaga kerja konstruksi yang sudah memiliki sertifikat kesempatan untuk digunakan penyedia jasa dan barang menjadi lebih besar. a�?Kalau saya sebagai penyedia jasa tentu memilih orang-orang yang bersertifikat,a�? tandasnya. (puj/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost