Lombok Post
Headline Praya

Menteri Susi Tolak Permintaan Nelayan NTB

KERAMBA JARING: Inilah alat tangkap lobster dan udang, dalam bentuk keramba jaring pocong di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut Lombok Tengah, beberapa waktu lalu.

PRAYA – Kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, di pelabuhan perikanan nasional (PPN) Teluk Awang Desa Mertak, Pujut Lombok Tengah (Loteng) disambut dingin warga setempat. Mereka tidak berunjuk rasa, atau melontarkan pertanyaan keras terkait masalah lobster.

A�a�?Kecuali, meminta keringanan saja kepada Bu Menteri, agar kami diberikan keleluasaan untuk membudidaya lobster. Itu saja,a�? kata salah satu tokoh masyarakat Dusun Awang Balak Desa Mertak Oseng, kemarin (15/12) saat menyambut kedatangan Menteri Susi Pudjiastuti.

Menurutnya Permen KP Nomor 1 Tahun 2015, merugikan para nelayan. Karena itu ia meminta Menteri Susi memberi jalan keluar. Salah satunya, dengan memberikan teknologi tepat guna, untuk mempercepat pertumbuhan bibit lobster. Di Vietnam, hanya membutuhkan waktu 5-6 bulan saja, bibit lobster sudah siap panen. Sedangkan, di Lombok butuh waktu 1-2 tahun. a�?Lobster itu kalau tidak ditangkap, maka akan punah. Mereka kanibal,a�? katanya.

Senada dikatakan kepala desa Mertak H Bangun. Ia mengaku, berbagai keluhan warga, nelayan, aparatur pemerintah desa dan dusun sudah berkali-kali di sampaikan langsung ke Menteri Susi. Terakhir, dalam lawatannya di PPN Teluk Awang. a�?Hasilnya, sama saja,a�? sesalnya.

Satu-satunya keinginan warga, tekan Bangun yaitu mencabut Permen KP. Alasannya, mayoritas warga di 22 dusun di Desa Mertak, bermata pencaharian sebagai nelayan lobster.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam sambutannya menegaskan, tidak akan mencabut aturan yang diberlakukan kepada nelayan lobster. Tetap, lobster di bawah 200 gram atau panjang kerapas dibawah 8 centimeter, dilarang ditangkap atau diperjual belikan. Apa pun alasannya.

a�?Tapi, saya tidak akan memberikan hukuman kepada para nelayan. Melainkan, para tengkulak. Karena merekalah yang mengambil keuntungan,a�? kata Susi.

Ia pun berharap, agar warga Teluk Awang mematuhi aturan yang berlaku. Jika itu dijalankan, ia berjanji akan memberikan kompensasi bantuan berupa, kapal atau alat tangkap ikan dan modal usaha kepada koperasi ibu-ibu nelayan. a�?Mohon jangan tangkap lagi bibit lobster,a�? seru Susi.(dss/r2)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost