Lombok Post
Sumbawa

Pak Kades, Waspadalah !

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumbawa Paryono

TALIWANG – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumbawa Paryono meminta seluruh kepala desa (kades) se- Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) lebih terbuka dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pemerintahan keuangan desa. A�Jangan sampai dana desa yang nilainya bertambah dibandingkan tahun sebelumnya menjadi ajang mencari keuntungan para kades.

a�?a��Desa saya minta mengutamakan akuntabilitas tentang penyelenggaraan pemerintahan di desa. Pengelolaan keuangan desa harus dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan,a��a�� kata Paryono saat peringatan Hari Anti Korupsi di KSB, kemarin(15/12).

Kajari menyebutkan, anggaran yang dikelola desa jauh lebih besar dibanding alokasi anggaran sejumlah SKPD Pemda KSB.

a�?a��Jangan karena menerima anggaran besar, bapak ibu senang. Ingat, dana ini bukan untuk senang-senang. Dana ini harus digunakan untuk pembangunan dan kemakmuran masyarakat desa,a��a�� ujarnya.

Uang yang begitu besar diterima desa bukanlah uang pribadi kepala desa dan perangkat yang ada dibawahnya. Demikian juga dengan pengelolaan, kepala desa diminta mengkomunikasikan hal tersebut dengan pihak BPD.

a�?a�� Jangan malah berdiri pada posisi masing-masing, tapi bagaimana anggaran ini dibahas dan disetujui bersama,a��a�� katanya.

Dikatakan, A�dana yang akan diterima desa jauh lebih besar dibanding dana yang diterima tahun 2016 ini. Bahkan nominalnya jauh lebih besar dari SKPD.

a�?a��Kita sudah dapat bocoran, tambahannya sekitar 50 persen dari total dana yang diterima tahun ini. Artinya di satu sisi kita diberikan alokasi anggaran yang besar tapi di sisi lain, anggaran ini juga harus dipertanggungjawabkan sesuai aturan yang ada,a��a�� kata Paryono.

Kajari A�mengaku rata-rata kasus yang ditemukan selama ini terjadi di SKPD yang notabene punya pengalaman dalam pengelolaan uang yang begitu besar. a�?a��Tapi malah mereka juga yang kepeleset. Itulah kenapa saya ingatkan, bukan saya mengecilkan hati para A�kades. Ini lebih mencegah dan menghindari terjadinya tindak pidana korupsi,a��a�� katanya. (far/r4)

Berita Lainnya

Jembatan Brang Punik Kembali Putus

Redaksi LombokPost

Pemerintah KSB Bangun Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

Redaksi LombokPost

Dua Jembatan Limpas Bakal Ditingkatkan

Redaksi LombokPost

Kemendes PDTT Gelar Festival Paranata Adat

Redaksi LombokPost

Dikes Sumbawa Tangani Dua Pasien HIV

Redaksi LombokPost

Penyimpangan Tender Gudang Garam Makin Terkuak

Redaksi LombokPost

PPK Dilatih Teknis Pemungutan Suara

Redaksi LombokPost

Sumbawa Usulkan Penambahan P3K

Redaksi LombokPost

Listrik Padam Akibat Ujicoba Mesin PLTMG

Redaksi LombokPost