Lombok Post
Headline Kriminal

Perang Antar Kampung Bikin Investor Kabur dari NTB

JANGAN DITIRU: Dua pelajar bersama seorang temannya berbonceng tiga sambil melaju kencang di jalan Udayana Mataram, belum lama ini. Menyikapi hal tersebut, polisi akan bertindak lebih tegas terkait pelanggaran lalu lintas.

MATARAM – Perang antar kampung kerap terjadi di wilayah Pulau Sumbawa, khususnya Kabupaten Bima. Padahal pemicunya sering kali berawal dari persoalan sepele. Namun menjadi besar akibat informasi tidak jelas, yang disebarkan provokator.

Peran aparat keamanan seperti Bhabinkamtibmas dan Babinsa, diharapkan mampu meminimalisir tersebarnya informasi, yang dapat memicu emosi masyarakat. Terkait hal itu, Direktur Pembinaan Masyakarat (Dirbinmas) Polda NTB AKBP Benny Basyir Warmansyah telah meminta Bhabinkamtibmas di setiap desa di NTB, untuk ikut mewujudkan rasa damai.

a�?Sudah diinstruksikan agar mereka bisa lebih bersahabat dengan masyarakat,a�? kata dia, kemarin (15/12).

Menurut Benny, peran Bhabinkamtibmas cukup sentral. Karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat. Bhabinkamtibmas juga bisa dibilang ujung tombak polri. Mengingat perannya itu, Bhabinkamtibmas bisa terlibat dalam segala bentuk kegiatan sosial.

Untuk memaksimalkan hal tersebut, Benny sudah meminta Kasatbinmas agar mendata Bhabinkamtibmas yang berprestasi. Nantinya, mereka akan diberi penghargaan. a�?a��Masing-masing polres ada Bhabinkamtibmas berprestasi. Nanti kita pertandingkan,a��a��A� kata sdia.

Bagi Bhabinkamtibmas yang berpretasi telah disiapkan hadiah atau reward. Sebaliknya, Bhabinkamtibmas yang a��nakala�� akan diberikan sanksi sesuai tingkat kesalahannya.

a�?a��Agar termotivasi dan makin gigih lagi pendekatan kepada masyarakat,a��a�� terang dia.

Bhabinkamtibmas tidak hanya mensosialisasikan program polri, namun mereka harus aktif dalam setiap kegiatan masyarakat. a�?. Bahkan, ada juga Bhabin yang ikut menangkap pelaku curat dan curas,a��a�� beber mantan Kapolres Bima ini.

Sebelumnya, Danrem 162/WB Kolonel Inf Farid Makruf meminta masyarakat untuk tidak gampang terprovokasi. Terutama berkaitan dengan isu-isu yang belum tentu kebenarannya.

Ditegaskan Farid, tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan. Namun untuk menyelesaikan persoalan-persoalan itu dbutuhkan koordinasi semua pihak. Mulai dari aparat kepolisian, TNI, pemerintah daerah dengan masyarakat.

a�?Semua masalah bisa diselesaikan kok,a�? ujarnya.

Karena itu, Farid mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercaya isu yang berkembang. Masyarakat diharapkan mempercayakan proses hukum pada aparat kepolisian.

Ia juga berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius terkait persoalan tersebut. Sehingga perang antar kampung dapat dicegah. Karena kondisi keamanan yang tidak kondusif akan merugikan masyarakat dan daerah.

a�?Kalau ribut-ribut terus, investor dan wisatawan akan takuta�? pungkasnya.(dit/r2)

 

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Jaksa Siap Eksekusi Baiq Nuril

Redaksi LombokPost

Dana BOS Dipakai Untuk Beli Motor

Redaksi LombokPost