Lombok Post
Sumbawa

Susah Melunasi Kredit

Sejumlah warga saat dilayani teller Bank NTB beberapa waktu lalu.

SUMBAWA – Sistim pelunasan kredit di Bank NTB CabangA� Sumbawa dikeluhkan para nasabah. Sejumlah nasabah yang ingin menutup kreditnya lebih cepat belum diperbolehkan oleh pihak bank.

Menurut salah seorang nasabah Bank NTB Cabang Sumbawa yang tidak ingin namanya disebutkan mengatakan, dia memiliki pinjaman di bank tersebut. Pinjamannya sudah berlangsung lebih dari dua setengah tahun dari 10 tahun jangka waktu cicilan pinjaman.Ada permakluman dari Bank NTB bahwa untuk pelunasan pinjaman dilayani mulai tanggal 10 hingga 20 setiap bulannya.

Saat dia dan belasan nasabah lainnya hendak melakukan pelunasan Rabu (14/12) lalu, pihak bank menolak. Dia sudah menemui bagian kredit Bank NTB Cabang Sumbawa. Namun, dia dan teman-temannya yang lain tidak diperbolehkan untuk melunasi pinjamannya.

”Alasannya ada keputusan dari pusat bahwa tidak boleh untuk melunasi pinjaman pada bulan ini,” ujar wanita tersebut.

Selain itu, pihak bank tidak memberikan kepastian kapan para nasabah bisa melakukan pembayaran lunas. Sementara, dia dan rekan-rekannya yang lain sudah melakukan pencairan dari bank lain untuk menutupi pinjaman di Bank NTB. Karena itu, pihaknya merasa dirugikan karena tidak bisa melakukan pelunasan. Sebab, dia harus membayar lagi untuk cicilan pinjaman di bank lain.

”Ini hak kami selaku nasabah untuk menutup pinjaman,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan Bank NTB Cabang Sumbawa M Ilman Haq didampingi wakilnya Abdul Hafith yang dikonfirmasi mengatakan, terkait pelunasan ini sudah dikomunikasikan ke kantor pusat. Karena ini akhir tahun, sehingga ada sejumlah kebijakan dari kantor pusat.

”Sudah beberapa hari ini kami koordinasi dengan kantor pusat. Semoga siang ini (kemarin, red) sudah ada jawaban bagaimana kelanjutannya,” kata Ilman.

Menurutnya, kebijakan ini tidak ada hubungannya dengan isu rush money. Menurutnya, hampir setiap bank tetap mengeluarkan kebijakan setiap akhir tahun. Kapan nasabah bisa melunasi cicilan juga belum diketahui. Dia masih menunggu alasan dari kantor pusat. Dia juga tidak bisa memberikan jawaban pasti apakah pelunasan itu bisa dilakukan dalam bulan ini atau tidak.

Kebijakan ini ditempuh juga bukan karena pihaknya khawatir nasabahnya akan beralih ke bank lain. Pihak bank tidak mengatakan bahwa kebijakan ini adalah kebijakan mendadak. Dalam hal ini, pembayaran cicilan pinjaman nasabah tetap sesuai perjanjian, yakni hingga jatuh tempo. Karena banyaknya nasabah yang hendak melakukan pelunasan cicilan, dia berkoordinasi dengan kantor pusat.

Wakil Pimpinan Bank NTB Cabang Sumbawa Abdul Hafith menambahkan, biasanya bank menempuh sejumlah kebijakan. Sering sekali pihak bank menaikkan bunga deposito pada akhir tahun. Sering sekali deposito di bank ditarik pada akhir tahun dan didepositokan di bank lain. Hanya karena jumlah bunganya yang lebih tinggi sekitar satu hingga satu setengah persen.

Dicontohkan, Pemda Sumbawa menerapkan kebijakan menutup operasional pada 23 Desember. Jadi pihaknya harus mempersiapkan lebih awal lagi. Biasanya, jam kerja mereka hanya sampai pukul 17.00 Wita. Namun, pihaknya terpaksa lembur hingga pukul 21.00 Wita untuk melayani Pemda Sumbawa. (run/r4)

Berita Lainnya

Dana Bantuan Korban Gempa Cair Pekan Ini

Redaksi LombokPost

Perpustakaan Cempi Jaya Banggakan Dompu

Redaksi LombokPost

Minyak Sumbawa Sangat Layak Menasional

Redaksi LombokPost

Puluhan Lampu Terpasang, Kota Bima Semakin Terang

Redaksi LombokPost

KPU Dompu Publikasikan Daftar Caleg Sementara

Redaksi LombokPost

Pelayanan RSUD Sumbawa Mulai Dibenahi

Jalan Teladan-Kelawis dan Batu Rotok Tuntas

Berkas SMKN Lunyuk Dikirim ke Kejaksaan

Istri Jadi TKW, GT Hamili Anak Kandungnya