Lombok Post
Bima - Dompu Headline

Syahrullah Divonis Dua Tahun Penjara

DISITA: Penyidik Tipikor Satreskrim Polres Bima Kota menyita tanah Pemkot Bima, Sabtu (12/6). Tanah ini dijadikan barang bukti kasus pengadaan tanah dengan tersangka mantan Asisten I Setda Kota Bima H Syahrullah.

KOTA BIMA – Syahrullah, terdakwa kasus korupsi pengadaan lahan Pemerintah Kota (Pemkot) Bima divonis dua tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Tipikor Mataram, Rabu (14/12). Vonis ini lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) A�yang menuntut tujuh tahun enam bulan penjara.

Kasi Intel Kejari Bima Lalu Muhammad Rasydi menjelaskan, Syahrullah divonis dua tahun penjara dengan denda Rp 50 juta. Menurutnya, denda uang pengganti sebesar Rp 50 juta muncul berdasarkan penjelasan BPKP Mataram. Majelis hakim memvonis Syahrullah melanggar Pasal 3 UU No 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidano Korupsi (Tipikor).

Dijelaskan Rasydi, JPU menuntut Syahrullah melanggar pasal 2 Ayat 1 UU No 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukuman tujuh tahun enam bulan penjara. Denda sebesar Rp 200 juta. Subsider enam bulan penjara, denda Rp 651 satu juta.

“Vonis yang diberikan majelis hakim jauh lebih rendah dari tuntutan kami. Atas putusan itu kami masih pikir – pikir. Apakah akan melakukan banding atau tidak,” bebernya pada Radar Tambora (Lombok Post Group), kemarin(16/12).

Sementara itu penasehat hukum terdakwa, Syarifuddin Lakuy menjelaskan, masih pikir – pikir terhadap vonis majelis hakim. Ia mengaku belum menentukan sikap, apakah menerima atau menolak putusan tersebut.

“Dari awal kami memang tidak sependapat dengan JPU. Karena JPU menjerat klien kami dengan pasal 2, tetapi kami perjuangkan pasal 3,” ujarnya.

Dijelaskan Syarifuddin, dalam putusan tersebut dijelaskan bahwa uang pembelian lahan dikembalikan ke pemerintah. Sementara pemerintah mengembalikan tanah yang dibeli tersebut ke pemilik asal.

“Keputusan ini sangat arif dan bijaksana. Pengembalian uang itu pun bisa dilakukan secara bertahap,” pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Syahrullah tersangkut kasus korupsi pengadaan lahan pemerintah Kota Bima tahun 2013. Tanah A�yang dibeli 20,7 are dengan jumlah kerugian negara sebesar Rp 685 juta. (yet/r4)

Berita Lainnya

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost