Lombok Post
Giri Menang Headline

Banjir Kali ini Terparah

MULAI NORMAL: Sejumlah anak bermain di air banjir yang merendam kawasan Dusun Rumak Timur Utara, Kamis (15/12) lalu. Kini, banjir di daerah tersebut sudah surut.

GIRI MENANGA�– Banjir yang melanda sejumlah desa di Lombok Barat (lobar) disebut-sebut sebagai banjir terparah. Setidaknya tujuh desa terendam dan dua desa terkena longsor.

Bahkan saking parahnya bencana tahun ini, anggaran darurat Pemkab Lobar senilai Rp 1 miliar pada tahun ini, ludes. Padahal di tahun-tahun sebelumnya, anggaran tersebut selalu ada sisa.

Hal ini dibenarkan Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, kemarin (16/12). a�?Makanya saya bilang sangat parah, tumben tahun ini habis anggaran darurat kita,a�? terang Fauzan kepada wartawan.

Kata bupati, banyak faktor yang menyebabkan banjir tahun ini dampaknya cukup luas. Yaitu akibat curah hujan dengan intensitas tingi. Seperti diketahui, beberapa hari terakhir Lobar terus-menerus diguyur hujan, mengakibatkan luapan di sejumlah sungai dan got.

a�?Tidak menutup fakta juga, hutan kita sudah relatif sudah mulai rusak,a�? tambah bupati.

Tidak hanya itu, orang nomor satu di Lobar itu juga mengakui, jika masalah tata ruang turut juga menjadi penyebab banjir. Beberapa bangunan villa di Batulayar menutup saluran irigasi di wilayah tersebut. Akibatnya, saluran air menjadi tidak maksimal.

Demikian halnya dengan masalah lingkungan, seperti sampah, juga ikut menyebabkan banjir. Sejumlah desa yang sebelumnya jarang terkena banjir ikut terendam akibat saluran irigasi yang ditutupi sampah. Seperti di Desa Rumak. Banjir yang terjadi dinilainya akibat saluran irigasi yang tersumbat oleh sampah.

Pekan ini banjir setidaknya terjadi di tujuh desa di Lobar. Terparah, terjadi di Desa Batulayar. Akibat banjir ratusan KK terpaksa diungsikan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Alam (BPBD) Lobar HM Najib mengatakan, hingga kini masih ada dua desa yang terendam banjir. Yaitu di Desa Batulayar, Kecamatan Batulayar dan Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari.

Ia menambahkan, dari laporan petugas di lapangan, kemarin satu desa dilaporkan kembali direndam air. Yakni Desa Suka Makmur, Kecamatan Gerung.

A�a�?Kalau yang longsor, sudah kembali normal,a�? imbuh Najib.

Pantuan koran ini di sejumlah desa, banjir sudah mulai surut. Kondisi berangsur-angsur normal seiring cuaca yang membaik. Namun para petugas BPBD Lobar bersama Tagana Lobar masih bersiap di lokasi guna membantu para warga. (zen/r3)

Berita Lainnya

Kemenag Belum Terima Edaran Terkait Kartu Nikah

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Tiga Desa dan Dua Sekolah Diaudit Khusus

Redaksi LombokPost