Lombok Post
Opini

Peran Serta Masyarakat Mendukung Kepolisian dalam Menjaga Kemanan dan Ketertiban Menyongsong Natal dan Tahun Baru

Opini LombokPost
Opini LombokPost

DALAM waktu beberapa hari lagi kita akan bertemu dengan hari Natal 2016 dan Tahun Baru 2017. Sebahagian masyarakat Indonesia, tak ketinggalan masyarakat di Nusa Tenggara Barat biasanya akan menyambutnya dengan rasa antusias. Bagi saudara-saudara kita sebangsa dan se tanah air yang beragama Kristiani biasanya akan mengadakan upacara keagamaan di hari Natal itu dan dalam beberapa hari sebelum dan sesudah hari Natal biasanya akan memajang pohon Natal yang dihiasi lampu yang berwarna warani dan berkedap kedip di berbagai tempat seperti di tempat-tempat ibadah (Gereja), di rumah-rumah, di kantor, di pusat perbelanjaan dan lain-lain.

Sedangkan di malam Tahun Baru biasanya berbagai lapisan masyarakat terutama di kota-kota termasuk di Kota Mataram atau di beberapa kota yang lain akan menyambutnya dengan berbagai cara antara lain dengan mengadakan upacara renungan malam, panggung hiburan, nonton bareng, dan lain-lain. Pemerintah juga biasanya akan menyelenggarakan acara khusus menyambut tahun baru yang dipusatkan di suatu tempat atau kawasan tertentu seperti di lapangan atau dipantai. Pada saat yang sama terkadang ada pidato oleh pejabat tertentu dalam rangka menyambut tahun baru.

Dalam rangka menyambut tahun baru umumnya kalangan muda dan kelompok masyarakat tertentu akan menyampaikan capan selamat Natal dan Tahun Baru kepada rekan-rekannya, anggota keluarganya, para sahabatnya,A� dan handai tolannya, serta tak ketinggalan kepada orang-orang yang dihormati seperti guru-gurunya. Penyampaian ucapan selamat itu dilakukan dengan berbagai cara, baik lisan maupun tulisan. Ada yang melalui telpon, melalui SMSA� dan melalui sepucuk surat atau selembar kartu ucapan selamat yang biasanya dijual di toko-toko buku yang bertuliskanA� kata-kata: a�?Selamat Natal & Tahun Barua�? dan/atau a�?Marry Christmas and Happy New Yeara�?.

Dalam rangka perayaan Natal terkadang-kadang di beberapa tempat akan terlihat para karyawan toko yang melayani pembeli mempergunakan atribut khusus berupa pakaian dan topi merah dengan desain khusus yang biasanya dikenal dengan Sinterklaas atau Santa Claus.

A�Perayaan Natal pada kenyataannya terkesan menyatu dengan perayaan Tahun Baru karena memang jarak kedua momentum tersebut hampir tidak ada. Hari Natal dewasa ini ditetapkan tanggal 25 Desember, sedangkan tahun baru dirayakan pada penghujung hari/tanggal 31 Desember. Jadi praktis hanya seminggu setelah hari Natal. Oleh karena itu ucapan selamat Natal (Marry Christmas) biasanya terangkai dengan ucapan Selamat Tahun Baru (Happy New Year).

Dalam rangka perayaan Natal dan menyambut Tahun Baru, masyarakat biasanya akan terlihat sibuk untuk mempersiapkan perayaan dengan berbagai macam aktifitas sejak pertengahan bulan Desember. Polisi juga biasanya akan mempersiapkan diri untuk pengamanan kedua momentum tersebut (Natal dan Tahun Baru) karena tidak jarang terjadi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam masyarakat terutama menjelang malam Tahun Baru. Polisi biasanya akan mengadakan operasi pengamanan yang disebut Operasi Lilin yang biasanya sudah dipersiapkan jauh-jauh sebelumnya.

Operasi lilin yang diselenggarakan oleh Polisi setiap kali menyambut Hari Natal dan Tahun Baru patut disambut baik dan diberikan apresiasi yang tinggi karena dengan Operasi Lilin tersebut aparat keamanan (Kepolisian) secara sistematis,A� terstruktur dan terukur akan melakukan langkah-langkah dan tindakan pengamanan serta pencegahan terhadap berbagai gangguan keamanan yang mungkin terjadi pada kedua momentum tersebut. Berdasarkan pengalaman di masa lalu, di tiap perayaan Natal dan Tahun Baru (terutama di malam pergantian tahun) seringkali terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Salah satu bentuk gangguan tersebut adalah rasa ketidaknyamanan akibat suara terompet dan bunyi ledakan mercon/petasan atau kembang api yang memekakA� telinga, apalagi jika mercon dan kembang api tersebut diledakkan tidak pada tempatnya seperti di halaman rumah-rumah padat penduduk dan di dekat rumah sakit.

Pada perayaan tahun baru 2016 yang lalu, sayaA� menyaksikan sendiri bagaimana mercon dan kembang api diledakkkan di dekat sebuah rumah sakit di tengah kota Mataram yang membuat pasien-pasien yang sedang di rawat di rumah sakit tersebut terkejut dan tidak tertitur sepanjang malam akibat mendengar bunyi ledakan mercon dan kembang api yang terdengar keras sampai ke dalam rumah sakit dan memekak telinga pasien. Sudah dapat dibayangkan apa yang dirasakan dan akibat yang di derita pasien yang sedang dirawat di rumah sakit jika mendengar suara ledakan mercon/petasa dan kembang api sepanjang malam hingga dini hari.

Saya juga menyaksikan dan mengalami sendiri bagaimana suara mercon kembang api yang menggelegar membelah keheningan malam. Suara dentuman mercon tersebut sungguh sangat mengganngu kenyamaman dan ketentraman penduduk karena diledakkan di halaman-halamanA� rumah atau di gang kecil di dalam kampung yang padat penduduk. Gangguan keamanan, kenyamanan di malam tahun baru biasanya diperparah lagi dengan bunyi terompet yang gaduh dan membuat bising sepanjang sore dan malam hari.

Gangguan keamanan lain yang perlu serinmg terjadi dan perlu diwaspadai di malam Natal dan Tahun baru adalah adanya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab melakukan perbuatan-perbuatan yang a�?a morala�? dan a�?a susilaa�? termasuk minum-minuman keras (mabuk-mabukan) yang acap kali menimbulkan gangguan kemanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat. Berdasarkan pengalaman di masa lalu, di malam tahun baru seringkali juga terjadi kecelakaan lalu lintas di jalan raya akibat tidak berhati-hatinya pengendara kendaraan bermotor atau karena ramainya orang berlalu lalang di jalan raya. Tidak menutup kemungkinan juga di malam Tahun Baru terjadi kebakaran atau kecelakaan diri akibat ledakan mercon dan kembang api seperti yang pernah terjadi di dekat kampung saya.

Apa yang pernah terjadi di masa lalu tersebut yang telah menyebabkan gangguang keamanan, kenyamanan dan ketertiban masyarakat tentu tidak kita inginkan terulang pada perayaan Natal dan Tahun Baru di tahun 2016 ini. Oleh sebab itu haruslah ada kesadaran kita semua seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan gangguan ketertiban, keamanan dan kenyamanan dalam masyarakat. Di lain pihak tentu menjadi tugas dan tanggung jawab aparat pemerintah, mulai dari tingkat kampung, desa/kelurahan, kecamatan,A� dan pemerintah Kota bahkan Propinsi untuk memberikan penyadaran, penyuluhan kepada masyarakat mulai dari jauh-jauh hari agar tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban, keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam perayaan Natal dan Tahun Baru.

Kepada Petugas Pengamanan Perayaan Natal dan Tahun Baru seperti Pol PP, Polisi yang biasanya juga dibantu oleh Pecalang, Pramuka,A� dan satuan-satuan pengamanan swakarsa di kampung dan dan Desa agar memberikan penyluhan dan penyadaran kepada masyarakat melalui media massa yang ada seperti surat kabar, radio termasuk melalui pagelaran Wayang dan sepanduk-sepanduk dan baliho agar tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang mengganggu ketertiban, keamanan dan kenyamanan masyarakat. Kita perlu selalu ingat semboyan a�?lebih baik mencegah daripada mengobataia�?. Dengan kata lain upaya preventif lebih baik daripada tindakan repressif.A� Guru ketika kita duduk di bangku SD dahuu sering mengtakan: a�?Sesal dahulu pendapatan, tapi sesal kemudian tak bergunaa�?.

Membunyikan mercon dan petasan atau kembang api di tengah-tengah kampung dan di dekat rumah sakit hendaknya dilarang sama sekali (pantang dilakukan, kata orang jawa Pamalik) dan harus dicegah dari jauh-jauh hari sebelumnya. Apabila dilakukan maka harus ditindak tegas. Terompet juga harus dilarang dilakukan di dekat-dekat rumah sakit yang seringkali mengganggu pasien yang sedang dirawat dan dapat membahayakan nayawa pasien tertentu akibat suara yang terompet yang mengagetkan. Demikian pula harus dicegah dan dilarang membunyikan terompet dan mercon/petasan atau kembang api di dekat-dekat tempat iabadah karena akan sangat mengganggu orang yang sedang menjalankan ibadah di dalamnya.

Akhirnya, dalam menyongsong Natal dan Tahun Baru yang akan datangA� perlu diwaspadai juga akan adanya tindakan-tindakanA� tidak bertanggung jawab (terorisme) dan Narkoba yang mungkin di lakukan di malam perayaan Natal dan Tahun Baru. Untuk itu masyarakat harus melaporkan kepada petugas keamanan atau aparat pemerintah setempat jika melihat atau mencurigai adanya kegiatan-kegiatan terorisme ataupun tindakan yang mengarah kepada terjadinya gangguan keamanan, kenyamanan dan ketertiban, termasuk penyalahgunaan Narkoba. Masyarakat juga alangkah baiknya membentuk satuan-satuan pengamanan swakarsa untuk membantu aparat keamanan mengawal perayaan Natal dan Tahun Baru. Mudah-mudahan dengan demikian perayaan Natal dan Tahun Baru di Tahun 2016 yang beberapa hari lagi akan tiba, akan berlangsung aman, tentram dan damai. (*)

Berita Lainnya

Pemuda dan Transformasi Masa Depan

Redaksi Lombok Post

Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa Pascagempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Kebijakan dan Pengelolaan Dana Desa Melalui KPPN Mataram

NTB Menuju Panggung (Politik) Nasional

Redaksi Lombok Post

TGB dan Masa Depan Indonesia Gemilang

Redaksi Lombok Post

Gerakan Zakat: Antara Pergerkan, Angka, dan Regulasi

Redaksi Lombok Post

DIPLOMASI KEMANUSIAAN LEMBAGA ZAKAT

Redaksi Lombok Post

LEMBAGA ZAKAT: DARI FUNDRAISING KE FRIEND-RAISING

Redaksi Lombok Post

PILKADA ZAMAN NOW

Redaksi Lombok Post