Lombok Post
Kriminal

TNI AL Hijaukan Pesisir Lembar

TANAM MANGROVE: Danlantamal Kupang Brigjen Mar. (keempat dari kiri), Dirpolair Polda NTB Kombes Pol Edwin Rachmat Adikusumo, dan Danlanal Mataram Kolonel Mar. Djentayu Suprihando, saat menanam bakau di Desa Labuhan Tereng, Kecamatan Lembar, Lobar kemarin (16/12).

MATARAM – Pesisir Kecamatan Lembar, Lombok Barat, rawan bencana. Kawasan hutan bakau, yang sejatinya menjadi penangkal abrasi maupun tsunami, banyak yang gundul.

Guna mengatasi hal itu, TNI Angkatan Laut (AL) bersama pemerintah daerah melakukan penghijauan dengan menanam 1000 pohon mangrove di Desa Labuhan Tereng, Kecamatan Lembar, kemarin (16/12). Penanaman ini sekaligus untuk memperingati Hari Armada RI.

Komandan Pangkalan Utama TNI AL VII (Danlantamal) Kupang Brigjen Mar. Dedi Suhendar mengatakan, hutan mangrove di Indonesia merupakan yang terluas di kawasan Asia. Dengan keunggulan tersebut, seharusnya mampu dimanfaatkan pemerintah dan masyarakat.

a�?Banyak manfaatnya, baik dari sisi ekologi dan ekonomi,a�? kata dia, kemarin.

Upaya penanaman bakau, atas inisiasi Lantamal VII Kupang dan Lanal Mataram, sebagai aksi A�nyata, dalam melestarikan hutan mangrove. Di sisi lain, sebagai investasi jangka panjang untuk kelestarian alam Indonesia.

Selain itu, jika berbicara potensi, maka kekayaan maritim NTB mampu menyejahterakan masyarakat. Hanya saja, sejauh ini pemerintah daerah kurang mampu memanfaatkan hal tersebut.

Danlanal Mataram Kolonel Mar Djentayu Suprihandoko mengatakan, AL ingin mengajak masyarakat ke laut. Bagaimana untuk bersama-sama menjaga, mengelola, danA� memanfaatkan dengan maksimal potensi laut, demi kesejahteraan.

a�?Jadi sejak dini, kita tanamkan untuk mencintai laut,a�? kata Djentayu.

Menurut Djentayu, potensi maritim di perairan NTB sungguh luar biasa. Di laut, kata dia, masyarakat tidak perlu susah payah untuk memperoleh hasil. Tinggal bagaimana masyarakat pandai dalam metode pemanfaatan segala sumber daya di laut.

a�?Gak usah dipaculi, dipupuk, kita tinggal berangkat untuk ambil saja, semua sudah ada di laut,a�? ujarnya.

Sejauh ini, masyakarat dan pemerintah dianggap Djentayu telah mengelola potensi laut NTB. Hanya saja masih kurang maksimal. a�?Dibandingkan dengan potensinya, memang jadi kurang maksimal,a�? kata

Selain itu, potensi ikan yang besar, belum didukung infrastruktur memadai. Seperti industri pengalengan ikan hingga pabrik es. Karenanya, Djentayu berharap pemerintah bersama-sama TNI dan Polri bersinergi untuk mewujudkan itu, demi kesejahteraan masyarakat NTB.

a�?Kita ini negara maritim, dimana kesejahteraannya itu merupakan hasil dari laut,a�? tegasnya.

Sementara itu Sekda NTB Rosiyadi Sayuti mengatakan, penanaman mangrove yang dilakukan TNI AL merupakan kegiatan yang positif. Terutama bagi kelestarian alam di Pulau Lombok.

a�?Karena itu, pemprov akan selalu mendukung segala kegiatan yang bermanfaat dari TNI AL,a�? katanya. (dit/glh/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost