Lombok Post
Praya

Ketika Para Kades Loteng Memilih Pemimpin

PARA KADES: Inilah para kades di Lombok Tengah saat mengikuti Musda FKD di Gedung PKK, Sabtu (17/12) lalu.

Musyawarah Daerah (Musda) Forum Kepala Desa (FKD) Lombok Tengah (Loteng), dihujani intrupsi. Masing-masing pemimpin akar rumput itu, mengutarakan pendapatnya.

***

A� SuasanaA� Gedung PPK Loteng, kemarin (17/12) cukup panas, bukan karena suhu udara atau tidak adanya pendingin ruangan. Tapi, perdebatan panjang yang terjadi antara anggota Musda, dalam hal ini para kades dengan panitia. Perdebatan itu lebih kepada mekanisme tata tertib pemilihan pengurus FKD.

A�Mereka menginginkan agar, pemilihan pengurus FKD, hanya memilih ketua saja. Selanjutnya, ketua yang akan membentuk formatur, guna menentukan siapa sekretaris, bendahara dan pengurus lainnya. Proses pemilihan pun terbuka untuk umum.

A�Dalam perhelatan tiga tahunan itu, 127 Kepala Desa (Kades) mengajuka dua nama calon ketua, yaitu Kades Nyerot, Jonggat, Sahim dan Kades Barabali, Batukliang, Ki Agus Azhar. Proses pemungutan suara pun cukup sederhana, panitia menyiapkan lembar kertas kosong, yang di stempel. Lalu, masing-masing peserta Musda menulis nama yang dimaksud.

A�a�?Walau dihujani intrupsi, namun inilah proses demokrasi yang sederhana, tidak banyak biaya, tenaga dan waktu. Tapi, hasilnya Insya Allah maksimal,a�? ujar para panitia Musda FKD Loteng.

A�Sebelum pemungutan suara, keduanya diberikan kesempatan selama 10 menitA� menyampaikan visi dan misinya. Untuk Sahim, ia berjanji akan meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan aparat hukum. Termasuk, dengan pengurus FKD tingkat kecamatan. Yang tidak kalah pentingnya, ia akan melakukan silaturahmi rutin dengan para kades secara bergiliran.

A�Kebersamaan dan kekompakan dengan para kades, menurut Sahim harus ditingkatkan lagi. Bila perlu, jika terjadi masalah apa pun itu, semua berkumpul menjadi satu, guna menyamakan persepsi dan langkah.

a�?Kita harus saling membantu,a�? ujar Sahim.

Sementara itu, Ki Agus Azhar lebih kepada penekanan surat edaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menekankan, jabatan ketua FKD tidak begitu bergensi, namun posisi itu paling tidak bisa menjembatani berbagai masalah desa yang selama ini terjadi. Dengan cara, saling mengingatkan satu sama lain.

A�Salah satu contoh, bagaimana para kades mengelola anggaran dengan transparan sebagaimana seruan KPK. Untuk itulah, ia berjanji akan membagi ilmu pengetahuan tentang hal itu.

A�a�?Termasuk, saya akan memperjuangkan anggaran program kerja di dewan,a�? ujarnya.

A� Maksudnya, tambah Ki Agus ada beberapa program kerja dewan selama ini, yang harusnya melibatkan pemerintah desa. Sebut saja, pembangunan jalan usaha tani, irigasi pertanian, embung rakyat, rabat jalan desa dan dusun. a�?Kalau saya tidak terpilih, tetap saya akan memperjuangkan hal ini,a�? janjinya.

A� Alhasil, dari dua nama itu, Sahim mendapatkan suara terbanyak, dengan perolehan 49 suara dan Ki Agus Azhar 31 suara. Sisanya, tidak sah dan batal. a�?Dengan begitu, kita menetapkan saudara Sahim sebagai ketua FKD untuk tiga tahun kedepan, periode 2017-2019,a�? sambung ketua panitia Musda Lalu Tanauri.(Dedi Shopan Shopian a�� Praya/r2)

 

 

Berita Lainnya

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Jangan Larang Anak-Anak Masuk Masjid

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Hujan Datang, Longsor Mengancam

Redaksi LombokPost

Anggaran Tidak Terduga Tetap Tersedia

Redaksi LombokPost

PAD Bocor, Pemkab Libatkan BPK

Redaksi LombokPost

Jangan Jadi TKI Turun Temurun

Redaksi LombokPost

Hujan Mulai Minta Korban

Redaksi LombokPost

TNI Marathon Dongkrak Pariwisata Loteng

Redaksi LombokPost