Headline Metropolis

Rakyat Kecil Jangan Dilupakan!

MATARAM – Kemajuan pembangunan NTB di beberapa sektor harusnya mampu dirasakan masyarakat kecil. Tapi kenyataanya, sebagian warga belum merasakan dampak pembangunan ini, kesenjangan masih terjadi. Untuk itu, pekerjaan rumah terbesar Pemprov NTB di usia ke-58 tahun adalah mendorong pemerataan, serta mengarahkan pembangunan yang pro terhadap kepentingan masyarakat kecil.

Ketua Fraksi Partai Hanura DPRD NTB Suharto menilai, kemajuan pembangunan saat ini cukup pesat dibanding tahun-tahun sebelumnya, seperti pada bidang pariwisata. Tapi pembangunan ini belum diimbangi dengan peningkatan pembangunan manusia, termasuk pemerataan kesejahteraan. a�?Pemerataan pembangunan itulah yang perlu ditingkatkan,a�? katanya.

Menurutnya, permasalahan inilah yang harus menjadi fokus utama Pemprov NTB ke depan. Akselerasi peningkatan kesejahteraan lamban akibat kemampuan daya beli masyarakat berbeda-beda. Misalnya, antara masyarakat perkotaan dan desa masih jauh ketimpangannya. Maka upaya yang bisa dilakukan pemerintah adalah dengan memperbanyak lapangan pekerjaan, menggerakkan perekonomian desa, dan membuka proyek-proyek baru yang bisa memberdayakan warta setempat.

Beberapa pencapaian yang diraih Provinsi NTB diantaranya, mampu menyuplai kebutuhan beras nasional sebesar 700 ribu ton setiap tahun. Dalam sektor pariwisata kunjungan wisatawan semakin meningkat. Pada tahun 2015 kunjungan wisatawan ke Provinsi NTB berjumlah 2,2 juta orang. Selain itu, NTB mampu mempertahankan gelar sebagai World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Halal Honeymoon Destination pada ajang penghargaan yang sama.

Pertumbuhan ekonomi NTB pada tahun 2015 juga cukup fantastis yakni 9,9 persen dan merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional. Pada triwulan kedua tahun 2016 pertumbuhan ekonomi NTB sebesar 9,92 persen yang berada pada posisi kedua dari seluruh provinsi di Indonesia. Tapi angka kemiskinan tahun 2016 masih cukup besar yakni 804.442 jiwa atau 16,48 persen. Hanya berkurang 0,62 persen dari tahun sebelumnya 823 886 jiwa atau 17,10 persen.

Sejak tahun 2014 Provinsi NTB selama dua tahun berturut-turut ditetapkan sebagai Top Mover dalam akselerasi peningkatan IPM. Selain itu, sejak tahun 2011 sampai tahun 2015 Provinsi NTB berada pada peringkat pertama dalam pencapaian target MDG’s dan memperoleh predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) 5 kali berturut-turut sejak tahun 2011.

Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi mengakui kemajuan pariwisata yang ada saat ini belum bisa dinikmati semua kalangan, sebab membangun pariwisata adalah investasi jangka panjang yang betul-betul harus dipersiapkan dengan matang. Sehingga butuh waktu yang panjang untuk mencapai pemerataan, dan NTB saat ini menurutnya masih dalam tahap awal pengembangan pariwisata.

Untuk itu, investasi yang akan dikejar tidak hanya investasi yang padat modal tetapi juga padat karya. Sehingga bisa menyerap banyak tenaga kerja. Salah satu hal yang menjadi bahan introspeksi dalam HUT ke-58 NTB adalah apakah pembangunan yang sudah dilakukan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara keseluruhan. Tidak maksimal dan tidak baik dalam jangka panjang bila program pembangunan hanya dinikmati kalangan tertentu. Hanya masyarakat perkotaan saja yang dapat mengakses fasilitas dan hidup layak.

a�?Sehingga ke depan program-program yang melibatkan masyarkat secara utuh itu yang akan kita kedepankan,a�? katanya.

Dalam perayaan HUT ke-58 di lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Sabtu (17/12) diisi dengan penandatanganan beberapa proyek. Diantaranya prasasti peresmian proyek Kantor Sekretariat DPRD NTB, Kantor dan Laboraturium UPTB-BPSMP Badan Ketahanan Pangan NTB, Drive Thru Paok Montong dan Drive Thru Gunungsari Dinas Pendapatan Daerah Provinsi. (ili/r7)

Related posts

Ini Sekolah Tidak Ramah Anak!

Redaksi Lombok Post

Nabung Dua Bulan, Dapatnya 1,5 M

Redaksi Lombok Post

Asyik, Loteng dan Sumbawa Bakal Punya LTSP

Redaksi Lombok post