Lombok Post
Metropolis

Waspadai Provokasi Jelang Natal

SAMBUT TAHUN BARU : Para penjual terompet mulai terlihat menjamur di sepanjang jalan kota, kemarin (18/12). Mereka, menjual pernak-pernik menyambut tahun baru.

MATARAM a�� Perayaan Natal dan Tahun Baru 2017 tinggal menghitung hari. Berbagai pernak-pernik perayaan mulai tampak diperjual belikan pedagang. Salah satunya terompet tahun baru.

Namun belajar dari peristiwa tahun-tahun sebelumnya, sejumlah provokasi kerap dilakukan oknum tidak bertanggung jawab, mendorong momen peringatan jadi gaduh. Tahun lalu saja, sempat beredar terompet bersampul Alquran yang menghebohkan warga.

a�?Untuk antisipasi kamtibmas, seperti tahun lalu tentu kita akan laksanakan rutin, seperti tahun-tahun sebelumnya,a�? kata Kabid Trantibum Satpol PP Kota Mataram Bayu Pancapati.

Hal ini untuk mengantisipasi adanya upaya-upaya menyusupkan provokasi. Dua momen penting seperti Natal dan Tahun Baru, tetap jadi perhatian serius pihaknya. Ia pun berencana segera menjalin koordinasi dengan Polres Mataram dan juga Satpol PP provinsi untuk mengantisipasi gangguan-gangguan tersebut.

a�?Untuk petasan dan atau mungkin terompet dari bahan-bahan yang sekiranya menganggu, akan terus kita pantau,a�? jaminnya.

Langkah-langkah operasi gabungan dengan TNI juga akan menjadi langkah mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, warga diharapkan mampu bersikap dewasa. Jika menemukan kejadian yang memantik kemarahan banyak pihak segera melaporkan pada aparat berwajib.

a�?Mereka juga bisa mengambil peran menjaga lingkungan masing-masing, dari petasan atau apapun yang dapat memantik kemarahan banyak orang,a�? harapnya.

Sementara itu Hendri, seorang pedagang terompet di Jalan Selaparang, menjamin tidak ada satupun trompetnya yang terbuat dari bahan a�?terlaranga��. Terompet-terompet itu didapat dari agen penjual yang menyuplai langsung dari luar kota.

a�?Ndak ada, ini ada motif naga, biasa saja. Ndak ada yang berbahan kulit Alquran,a�? jaminnya.

Beberapa waktu lalu, ia memang sempat menjual terompet yang dipermasalahkan. Trompet-trompetnya, langsung disita petugas. Sejak kejadian itu, ia mengaku kapok menyetok barang-barang seperti itu.

a�?Ya iyalah, kita jadi rugi, terompetnya dibawa pergi. Nggak diganti,a�? cetusnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost