Lombok Post
Metropolis

Jawaban Kadis PU Bikin Gregetan

pu
Kadis PU Kota Mataram Mahmudin Tura

MATARAM – Duka akibat banjir besar yang terjadi di Mataram pekan lalu masih terasa. Banjir terdahsyat dalam 40 tahun terakhir itu bahkan sampai menelan korban jiwa.

Kini, di masyarakat muncul pertanyaan-pertanyaan yang hampir semuanya mengarah ke Dinas pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram. Sang kepala dinas, dalam hal ini H Mahmudin Tura, dianggap tak becus.

Alasannya sederhana. Uang puluhan bahkan ratusan miliar rupiah untuk pembenahan drainase selama lima tahun terakhir, nyaris tak menimbulkan efek. Toh, banjir tetap menghantam Mataram ketika hujan lebat tiba.

Disinggung soal ini, Kadis PU Mahmudin Tura malah memberi jawaban yang pasti membuat masyarakat Kota Mataram gregetan. “Bencana (banjir) itu, kehendak alam,” kata Mahmudin dengan entengnya.

Ia beralibi, hujan selama tiga hari berturut-turut yang menerjang sebelum hari H bencana adalah buktinya. Intensitas hujan yang sangat tinggi, membuat sungai-sungai di Mataram tak lagi sanggup menahan derasnya air.

“Ancar itu sudah lebih tinggi satu meter, toh air naik juga,a�? katanya.

Kehendak alam itu, lanjut Tura, tampak jelas jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selama ini tak pernah sekali pun terjadi bencana yang tergolong sangat besar seperti pekan lalu.

Dia juga mengklaim kondisi sungai di Mataram umumnya baik dan prima. a�?Kalau normal-normal saja kan tak pernah seperti ini,a�? alibinya.

Penjelasannya itu berbanding terbalik dengan analisa pemerhati lingkungan, Agus Mulyadi. Dia meyakini ada yang salah dengan proses pembangunan yang terjadi di Mataram.

Menurut Agus, banjir yang terjadi menurutnya adalah dampak lanjutan dari ragam pembangunan masif yang tengah terjadi namun bisa saja tak mengindahkan dampak lingkungan. a�?Seyogyanya dinas terkait proaktif jauh sebelum bencana terjadi,a�? ujarnya.

Disarankan harus ada perencanaan yang jelas tentang konsep Mataram kedepannya. Hal tersebut harus terintegrasi satu dengan lainnya. Tak bisa dilakukan parsial seperti selama ini terjadi. a�?Proyek yang berpotensi mengganggu atau berdampak besar harus diperketat izinnya,a�? saran Agus.

Penyumbatan saluran drainase akibat sampah-sampah warga dikatakannya juga memberi dampak pada kondisi saat ini. Selama sampah masih ada di gorong-gorong yang harusnya untuk aliran air, genangan bahkan banjir diyakini akan terus terjadi. a�?Mari bersama kita jaga lingkungan,a�? tutupnya.

Sementara itu, pascabanjir, Pemkot Mataram tak lagi memiliki anggaran. Ragam kerusakan akibat banjir, tidak bisa diperbaiki daam aktu dekat. Sebab, sejumlah dana taktis untuk emergency nyaris habis.

Terkait hal ini, Kadis PU H Mahmudin Tura lumayan kreatif. “Sejumlah kerusakan sudah kita masukkan dalam kategori tanggap darurat, sehingga akan dikerjakan langsung,a�? kata Mahmuddin, kemarin.

Solusi sementara yang terpaksa ditempuh pemkot adalah dengan berhutang pada pihak yang mengerjakan proyek-proyek tanggap darurat. Pembayaran, lanjutnya, baru bisa dilakukan paling cepat awal tahun depan.

Tiga kejadian yang sudah dimasukkan dalam program tanggap darurat yaitu, amblesnya tebing pembatas jalan dan sungai di Kebun Sari, Bertais, dan Rembiga. Hitung-hitungannya, untuk di Bertais saja memerlukan Rp 300 juta. Instalasi pengolahan air masyarakat yang juga terkena dampak membutuhkan Rp 500 juta.

Sedangkan di Rembiga, Talud Ancar butuh Rp 300 juta. Untuk di Kebun Sari, bronjong Sungai Jangkuk butuh Rp 200 juta. a�?Itu yang prioritas segera dikerjakan, lainnya masih dikaji,a�? sambungnya.

Pengkajian sejumlah kerusakan lain, lanjutnya, tak lepas dari keterbatasan anggaran. Jika memang memungkinkan dikerjakan tahun depan, boleh jadi penundaan bakal dilakukan. Namun jika benar-benar mendesak seperti sejumlah kerusakan yang sudah dimasukkan dalam kategori tanggap darurat, bisa saja proyek itu dikerjakan langsung. a�?Soal anggaran ya kita ngutang dulu,a�? katanya kembali menegaskan. (yuk/r5)

Berita Lainnya

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost

Pajak Panelnya Dihapus Dong!

Redaksi LombokPost

Rajin Blusukan ke Sejumlah Sentra Kerajinan Tenun

Redaksi LombokPost

Kreatif..!! Babinsa di Mataram Ganti BBM Motor Dengan Elpiji 3 Kg

Redaksi LombokPost

Ada Kemungkinan Passing Grade Diturunkan

Redaksi LombokPost

Anggota Pokmas Harus Lebih Rajin

Redaksi LombokPost

Mantap, Wali Kota Ingin UMK Naik

Redaksi Lombok Post

Peserta Tes CPNS Dilarang Bawa Jimat

Redaksi Lombok Post