Lombok Post
Metropolis

Bencana yang Mengagetkan

SIMBOLIK: Wakil Wali Kota Mataram (berkopiah) menerima bantuan CSR dari bank NTB untuk korban banjir, Selasa (20/12).

MATARAM – Bencana Banjir Sabtu (10/11) lalu memang sudah berlalu. Tetapi sisa-sisa kerusakan materi masih banyak ditemui hingga kini. Nilainya mencapai miliaran rupiah. Dari proyek, talud, rumah, jalan hingga barang-barang milik warga yang terendam.

Bahkan bencana kemarin juga menelan satu korban jiwa. “Peristiwa kemarin cukup mengangetkan,a�? kata Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, mengakui dampaknya.

Seperti banyak pengakuan warga, bencana kemarin memang disebutnya terparah sepanjang 40 tahun terakhir. Ia berharap masyarakat bisa mengambil pelajaran dari kejadian mengerikan itu. Sebab bukan tidak mungkin, peristiwa serupa atau lebih parah lagi mengancam kota kedepannya.

a�?Kondisi cuaca sangat ekstrim, kerugian tidak hanya materi tetapi juga nyawa,a�? sambungnya.

Momentum ini harus dijadikan awal untuk mulai memperhatikan lingkungan. Warga harus mulai peduli.

Meski sebenarnya bencana kemarin terjadi merata hampir di banyak daerah NTB bahkan Nasional, tetapi warga harus tetap memperhatikan persoalan-persoalan mendasar penyebab banjir. Seperti sampah jangan lagi di buang di drainase atau kali sehingga malah menambah tumpukan sedimen.

a�?Tanpa bermaksud membela diri, kami semua sudah bergerak untuk antisipasi bencana,a�? terangnya.

Langkah-langkah rehabilitasi infrastruktur yang rusak oleh bencana hingga masyarakat yang mengalami traumatik akan segera dilakukan. Bentuk kepedulian warga lain untuk meringankan beban mereka yang terdampak juga sangat diapresiasi oleh Pemkot Mataram.

a�?Terima kasih pada pihak-pihak yang peduli, kami akan pastikan bantuan sampai pada penerima yang benar-benar layak,a�? janji Mohan saat menerima bantuan 300 paket sembako dari Bank NTB untuk warga yang terkena dampak banjir, kemarin(20/12).

Sementara itu Direktur Umum Bank NTB Baiq Dien Rosana Juwita, mengaku pihaknya tergerak memberikan bantuan. Melalui program CSR perusahaan. Hanya saja terkait jumlah yang cukup terbatas paketnya, Rosana mengatakan karena program bantuan juga diberikan ke daerah lain yang terdampak.

a�?Banjir kemarin hampir terjadi di semua wilayah NTB, jadi kami berusaha membagi secara adil dengan kemampuan CSR kami yang terbatas,a�? terangnya.

Kepala BPBD Kota Mataram Dedy Supriadi menjamin bantuan akan segera disalurkan pada masyarakat. Jumlah warga yang terdampak banjir kemarin memang berkisar 300 keluarga. Sementara bantuan fisik lainnya, masih dalam proses pembicaraan estimasi anggarannya oleh pemerintah daerah.

a�?Kalau jalan-jalan yang amblas, akan digunakan dana tanggap darurat. Seperti yang di Kebon Sari itu. Saat ini kami masih menunggu hasil hitung-hitungan biaya dari PU,a�? tandasnya. (zad/r5)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost