Lombok Post
Kriminal

Garong Spesialis Brankas Tertangkap

MENCURI BRANKAS: Kasubdit III Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda NTB AKBP Kholilur Rochman (tengah), saat gelar kasus perampokan brankas di Gudang PT Trus Jaya, di Polda NTB, kemarin (20/12).

MATARAM – Para tersangka pelaku perampokan spesialis brankas, berinisial HK, DH, dan SA dibekuk polisi, kemarin (20/12). Ketiganya diringkus usai mencuri brankas di gudang PT Trus Jaya, Bengkel, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat (Lobar).

Menurut keterangan polisi, aksi pencurian tersebut dilakukan sekitar pukul 01.30, Minggu (18/12). Sebelum beraksi mereka bersama delapan orang kawannya menyusun siasat agar tak terdeteksi penjaga gudang PT Trus Jaya.

Sadar barang curiannya merupakan benda berat, ke-11 orang ini menggunakan dam truk sebagai alat angkutnya. Selain itu, mereka juga telah merancang cara untuk masuk ke gudang melalui tembok belakang dengan menggunakan tali.

Setelah tiba di ruangan penyimpanan brankas, 11 perampok ini langsung beraksi merusak pintu brankas. Mereka kabur setelah menguras seluruh isi brankas.

a�?Komplotannya ada 11 orang tapi baru kita amankan tiga orang. Salah seorang dari mereka otak aksi pencurian,a�? kata Kasubdit III Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda NTB AKBP Kholilur Rochman, kemarin.

Aksi tersebut berjalan mulus. Tanpa diketahui penjaga maupun pemilik gudang PT Trus Jaya. Uang sebanyak Rp 350 juta yang disimpan di dalam brankas, raib.

a�?Berdasarkan laporan pemilik, uang yang tersimpan di brankas pribadinya itu sebesar Rp 350 juta,a�? beber Kholilur.

Lebih lanjut, mendapat laporan dari pemilik gudang, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Hingga kemarin, sekitar pukul 03.00 Wita, tim buru sergap mendapat informasi pelaku pembobolan brankas adalah ketiga pelaku yang berasal dari Bangket Parak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Petugas lantas melakukan penyergapan di rumah masing-masing. Ketiganya berhasil ditahan bersama barang bukti lain berupa senjata tajam dan linggis. Selain itu, terdapat uang tunai yang diduga sebagai hasil pencurian mereka.

a�?Kita amankan dari kediaman tiga pelaku,a�? kata perwira dua mawar ini.

Selanjutnya, kata Kholilur, pihaknya hanya menangani HK yang berprofesi sebagai petani ini. Sedangkan dua pelaku lainnya, yakni DH dan SA ditangani Polres Lombok Barat.

a�?Kita limpahkan ke Polres Lobar, karena locus delicti ada disana,a�? ujarnya.

Terkait dengan sisa komplotan yang belum tertangkap, Kholilur menegaskan tetap diburu polisi. Dia mengaku telah mengantongi identitas delapan orang lainnya, yang ikut melakukan perampokan.

a�?Identitas sudah ada, sekarang anggota masih mengejar sisanya,a�? kata dia.

Atas perbuatannya, tiga orang pelaku disangkakan pasal 363 Ayat 1 KUHP. Mereka diancam hukuman maksimal selama sembilan tahun penjara.A�(dit/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost