Lombok Post
Praya

Lahan Sengketa Mulai Dibayarkan

POSKO TIM: Inilah posko tim verifikasi penyelesaian sengketa lahan KEK Mandalika di kantor bupati Lombok Tengah kemarin (20/12).

PRAYAA� -A� Sengketa lahan seluas 109 hektare (ha) di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika di Desa Kuta, Pujut Lombok Tengah (Loteng) akhirnya menemukan titik terang. Pemkab bersama TNI/Polri dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat, mulai bekerja dalam satu tim verifikasi.

“Kami hanya bertugas menyiapkan pembayaran saja. Selebihnya, menjadi tanggungjawab tim,” kata kepala humas program kemitraan dan bina lingkungan ITDC Adi Sujono, kemarin (20/12).

Tim yang dimaksud, kata Adi terhitung hari ini (Rabu, kemarin) mulai menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing. Posko tim dibangun di kantor bupati, tepatnya di ruang rapat bupati. Tim terdiri dari tujuh orang masing-masing dari unsur Polres dan Kodim, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) dan BPN.

Ia menekankan, ITDC tidak masuk dalam tim verifikasi penyelesaian sengketa lahan KEK Mandalika Resort tersebut. ITDC hanya sebatas pemantau saja. Selebihnya, bertugas menyiapkan kebijakan anggaran terhadap rekomendasi yang dikeluarkan tim.

“Per arenya kita bayar Rp 4,5 juta,” kata Adi.

Biaya itu pun, kata Adi akan diberikan kepada pemilik lahan, yang telah di verifikasi tim. Jika tidak bisa menunjukkan bukti dokumen kepemilikan lahannya, maka biaya yang dimaksud tidak akan diberikan. Lahan yang diklaim pun secara otomatis menjadi milik negara, dalam hal ini ITDC.

Ia berharap, proses itu dapat diselesaikan dalam waktu beberapa hari kedepan, sehingga di tahun 2017 mendatang, ITDC bisa melaksanakan pembagunan investasinya secara besar-besaran.

“Kelebihan yang dimiliki KEK Mandalika, sudah ada bandara bertaraf internasionalnya. Beda dengan Bali 10 tahun silam,” kata Adi.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng HL Herdan mengatakan, tim itu sendiri dikomandani oleh Bupati HM Suhaili FT. Targetnya, sengketa lahan seluas 109 ha tersebut harus selesai sebelum awal tahun 2017 mendatang.

“Alhamdulillah, progresnya cukup mengembirakan,” kata Herdan, terpisah.

Jika sudah rampung, tekan Herdan maka tidak ada alasan lagi bagi ITDC untuk menunda-nunda program pembangunannya. Karena, masyarakat Gumi Tatas Tuhu Trasna sudah lama menunggu. “Insya Allah, cepat atau lambat masyarakat bisa mengambil manfaat dari KEK Mandalika Resort ini,” katanya.(dss/r2)

 

Berita Lainnya

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Jangan Larang Anak-Anak Masuk Masjid

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Hujan Datang, Longsor Mengancam

Redaksi LombokPost

Anggaran Tidak Terduga Tetap Tersedia

Redaksi LombokPost

PAD Bocor, Pemkab Libatkan BPK

Redaksi LombokPost

Jangan Jadi TKI Turun Temurun

Redaksi LombokPost

Hujan Mulai Minta Korban

Redaksi LombokPost

TNI Marathon Dongkrak Pariwisata Loteng

Redaksi LombokPost