Bima - Dompu Headline

Pelajar Kota Bima Terlibat Prostitusi Waria

KOTA BIMA – Prostitusi rupanya sudah mulai merambah ke kalangan pelajar. Beberapa oknum pelajar diduga terlibat prostitusi dengan waria. Mirisnya, keterlibatan pelajar berusia rata-rata 16 tahun ini hanya untuk mendapatkan uang dari para waria.

Hasil penelusuran Radar Tambora A�(Lombok Post Group) di salah satu kelurahan di Kota Bima terungkap jika prostitusi waria sudah lama dilakukan. A�Praktek ini nyaris tidak terlihat, dan masyarakat sekitar sepertinya cuek. Mereka menganggap biasa.

“Lihat tubuh ku, penuh dengan sundulan rokok saat bersama dia (pelajar, red) tadi malam,” kata salah seorang waria berinisial R dengan bahasa daerah pada Radar Tambora (Lombok Post Group), kemarin(20/12).

Ketika ditanya pelakunya, R mengaku dilakukan oleh “suaminya” yang masih berstatus pelajar.

“Nanti saya tunjukkan suami saya. Sebentar lagi dia lewat sini,” kata R dengan bangga.

Sekitar pukul 14.00 Wita, sejumlah pelajar SMA berhamburan saat pulang sekolah. Terlihat sekelompok siswa dengan gaya kekinian berjalan menuju ke arah R.

“Lihat, yang pakai topi itu suami saya,” aku R tersipu malu.

Dia pun dipanggil oleh pelajar pujaan hatinya itu. “R, sini saya mau pergi dengan teman-teman nih,” kata pelajar itu.

Umpatan bernada kasar langsung terlontar dari R karena tidak terima perlakuan si pelajar kepadanya.Entah apa yang diminta pelajar itu, namun tak lama kemudian dipenuhi oleh R.

Menurut R, dirinya sering memberikan uang kepada “suaminya” tersebut. Tidak pasti jumlah yang diberikan.

Mirisnya, bukan hanya R yang mengaku memiliki hubungan spesial dengan palajar. Dua rekan R yang lainnya, seperti C juga memiliki pasangan seorang pelajar.

“Tapi si C baru aja putus karena sering disiksa,” kata R.

Pengamatan koran ini, jumlah waria di kelurahan tersebut cukup banyak.A� Mereka rata-rata menghuni kos-kosan serta beberapa salon. Eksistensi mereka pun tidak hanya terlihat pada malam hari. Tapi juga kerap menunjukkan jati dirinya di siang hari. Termasuk saat siswa pulang sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima Alwi Yasin yang dikonfirmasi mengaku kaget. “Ini mengagetkan saya, sungguh miris dan menyedihkan,” katanya.

Menurut Alwi, perilaku pelajar tersebut bisa dikategorikan menyimpang. Kemungkinan kasus ini muncul karena siswa itu menginginkan uang dari para waria.

“Saya yakin orientasinya pasti uang. Karena hanya itu yang bisa didapatkan dari para waria tersebut,” kata Alwi. (tin/r4)

Related posts

Kedatangan Jokowi Bawa Keberkahan bagi Masyarakat NTB

Redaksi Lombok Post

Konsep Pariwisata Syariah Digodok

Iklan Lombok Post

Pejabat Lotim Siap-siap Dimutasi

Redaksi Lombok post