Lombok Post
Bima - Dompu

Banjir Lumpuhkan Bima

BANJIR: Salah satu rumah di Kota Bima yang terendam banjir beberapa waktu lalu.

BIMA – Kota Bima dihantam banjir bandang setelah diguyur hujan semenjak pagi. Ribuan rumah terendam dan ribuan jiwa dilanda kecemasan tiada terkira dalam kurun waktu berjam-jam.

Di banyak lokasi, ketinggian air dilaporkan mencapai 2 hingga 3 meter. Jalan-jalan berubah menjadi aliran sungai. Sejumlah rumah roboh dan hanyut tergerus air bah setelah sungai Padolo dan Melayu meluap dan merendam pemukiman warga.

Ratusan warga telah dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi. Listrik dan saluran komunikasi terputus. Akses jalan yang menghubungkan kota dan kabupaten Bima juga lumpuh. Namun, hingga pukul 24.00 Wita tadi malam(21/12), belum ada laporan terkait korban jiwa.

Sebuah jembatan vital di jalan lintas negara yang menghubungkan NTB dan NTT di Kelurahan Lampe ambruk. Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan Kota Bima hingga ke Pelabuhan Sape, titik penyeberangan menuju NTT. Dipastikan jembatan tersebut akan menghambat arus barang dari Pulau Jawa, Bali dan NTB ke NTT.

Hujan menguyur Kota Bima semenjak pagi. Dan hingga pukul 23.00 Wita, hujan tak kunjung berhenti. Beberapa tanggul sungai Padolo dan Melayu yang membelah Kota Bima jebol.
Sejumlah kendaraan roda empat bahkan dilaporkan hanyut terseret arus. Sementara di jalan dalam kota, pepohonan juga banyak yang tumbang. Salah satu pemicu aliran listrik juga padam.

Banjir mulai membersar dan meluas semenjak pukul 15.30 Wita. Hingga berita ini ditulis tercatat ribuan warga terjebak di dalam rumah yang dikepung aliran air. Mereka tidak bisa berbuat banyak karena banjir begitu cepat menerjang.

Pantauan Lombok Post Group, di Kelurahan Sadia Kota Bima sejumlah warga terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Bahkan ada juga warga yang tetap bertahan di rumahnya dan mengamankan barang berharga di lantai dua rumah mereka.

Kabar yang berhasil dihimpun, beberapa warga di Kelurahan Santi sudah ada yang pingsan dan dilarikan ke tempat yang aman oleh warga.

Lokasi banjir terparah berada di Kecamatan Rasanae Timur dengan ketinggian air bah yang mencapai 3 meter. Kemudian ketinggian air di Kelurahan Rasanae Barat mencapai 2 meter.
“Ratusan warga ada yang dievakuasi ada juga yang bertahan di rumah masing-masing,” ujar Lukman, warga Santi saat ditemui di lokasi.

Menurut dia, beberapa warga ada juga yang berlindung di tempat-tempat yang lebih tinggi. Seperti di pegunungan raja (Dana Taraha) dan puncak Jatiwangi.

Sementara itu, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Tagana masih sulit berkoordinasi karena akses komunikasi terputus.

Kepala BPBD NTB H Muhammad Rum kepada Lombok Post menjelaskan, banjir terjadi sejak pukul 14.00 Wita setelah hujan lebat. A� a�?Hampir seluruh kota dikepung banjir,a�? katanya.

Akibat banjir ini, ribuan rumah terendam, ketinggian air mencapai dua meter di wilayah Lewirato, Sadia, Jati Wangi, Melayu, Pena Na’e yang berada di wilayah Kota Bima. Warga yang terdampak berusaha menyelamatkan diri ke tempat-tempat yang aman.A�Pihak BPBD, bersama TNI, Polri, dan sejumlah relawan lain berupaya melakukan evakuasi dan pengobatan bagi warga yang luka-luka. a�?Tahanan Lembaga Pemasyarakatan Kota Bima juga dievakuasi,a�? katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga yang terkena banjir dievakuasi ke beberapa titik. Di antaranya Bukit Jatiwangi, Dana Traha, Dorolonda, Soncotengge, Oi Sia��i Rontu,Bukit Panggi dan Bukit Kasambo Mande.

Pada pukul 18.30 Wita, lokasi banjir setinggi dua meter terjadi di daerah Lewirato, Sadia, Penatoi, Penane, Kendo, Penaraga Timur, Kumbe, Rabangodu Selatan, Panggi, Waki, Kampo Singu, Kampo Bara, Tanjung, Dara dan Sebagian Jatiwangi. Sementara lokasi banjir yang tiga meter yakni di Melayu Asakota, Kumbe, Lampe, Dodu, Mande, Sadia II, Bedi, Samporo, Kampung Sumbawa. Daerah yang terendam paling tinggi ada di sisi kota yang berbatasan dengan pesisir pantai.

Tak cuma di Kota Bima. Banjir bandang juga menerjang Kabupaten Bima. Hingga tadi malam, angka sementara di Kabupaten Bima, 25 rumah rusak berat di Desa Maria Utara,A� 5 rumah hanyut, 3 rusak sedang di Desa Kambilo. Masyarakat dievakuasi sebanyak 50 orang di Paruga To’i dan satu unit jembatan Provinsi NTB putus. Jumlah diperkirakan akan terus bertambah.

Kepala BPPD NTB H Muhammad Rum sendiri dalam perjalanan darat menuju Bima tadi malam, setelah kemarin menggunakan pesawat namun harus kembali lantaran tak memungkinkan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Bima, karena juga terendam banjir. Total sepanjang kemarin, ada lima penerbangan yang di batalkan dari dan menuju bandara ini.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil (Disosdukcapil) NTB H Ahsanul Khalik mengatakan, ia sudah mengerahkan anggota Tagana Dinas Sosial sejak kemarin siang.

Ia menyebutkan, bantuan logistik dikirim langsung berupa 480 paket terdiri dari selimut 480 lembar, terpal 480 lembar, matras 480 lembar. Paket sembako berisi lauk pauk, sarden 7 kaleng, minyak goreng 1 bungkus dan kecap dua botol. a�?Untuk beras disesuaikan di lokasi karena tinggal keluarkan di gudang Bulog,a�? ujarnya.

Ia mengatakan, Tagana di lapangan sudah membantu mengevakuasi masyarakat yang bermukim di pinggir aliran sungai agar segera dipindahkan. Warga juga diberikan bantuan logistik berupa biskuit dan bahan-bahan makanan yang siap saji. a�?Peralatan dan logistik itu sudah ada di gudang logistik dinas sosial kabupaten/kota Bima,a�? ujarnya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, selain di Kota Bima, Kabupaten Bima, banjir juga melanda Kabupaten Sumbawa.

Lima kecamatan di Kota Bima terendam banjir setinggi 1-2 meter meliputi Kecamatan Rasanae, Rasanae Timur, Rasanae Barat dan Punda. Tinggi banjirA�di wilayah Lewirato, Sadia, Jati Wangi, Melayu, Pena Na’e mencapai 2 meter.

Sementara itu banjir juga merendam Desa Unter Kroke Kecamatan Unter Iwis Kabupaten Sumbawa. Sebanyak 120 KK/610 jiwa terdampak, 1 rumah rusak berat, 1 rumah rusak sedang dan 2 jembatan desa putus. Tinggi banjir 1-2 meter. Penerbangan dari Mataram ke Bima belum dapat dilakukan karena bandara juga terendam banjir.

BPBD bersama dengan TNI, Polri, SAR, Tagana, PMI, SKPD, relawan dan masyarakat melakukan evakuasi warga. Pelayanan kesehatan diberikan bagi warga. Kebutuhan mendesak perahu karet, permakanan, selimut, tenda, air bersih, obat-obatan, makanan bayi dan lainnya.

Siklon Tropis Yvette Picu Banjir Bandang

Sutopo menerangkan, siklon tropis Yvette yang saat ini posisinya di Samudera Hindia Selatan Bali, sekitar 620 km sebelah selatan Denpasar dengan arah dan kecepatan gerak Utara Timur Laut telah menyebabkan hujan deras di wilayah Indonesia bagian selatan. Adanya siklon tropis tersebut telah memicu hujan ekstrem di beberapa wilayah di NTB di antaranya Bima dan Sumbawa.

Melihat besaran dan tingginya banjir yang melanda Kota Bima, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Bima tentu dipicu curah hujan yang ekstrem pada Selasa hingga Rabu pagi (20-21/12/2016). Selain itu Kota Bima berada pada topografi cekungan.

Menurut BMKG, diprediksi siklon tropis inu pada 22/12/2016 masih berada di Samudera Hindia sekitar 590 km sebelah selatan Denpasar dengan arah dan kecepatan gerak Timur Laut dan kekuatan 85 km/jam (45 knot).

Dengan kondisi tersebut maka siklon tropis Yvette ini akan memberikan dampak terhadap cuaca di Indonesia berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di wilayah Jawa Timur bagian Timur dan Selatan, Bali, NTB dan NTT.

Selain itu gelombang laut dengan ketinggian antara 2,5 a�� 4,0 meter di wilayah Laut Jawa bagian tengah dan timur, Samudera Hindia selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Perairan selatan Jawa Tengah hingga NTB, A�Selat Bali bagian selatan, Laut Sumbawa, Laut Flores bagian barat.

Kepala BNPB telah melaporkan kepada Presiden perkembangan penanganan banjir di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Sumbawa. Kepala BNPB telah memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB berangkat ke lokasi bencana dan memberikan bantuan. Posko BNPB terus memantau semua perkembangan banjir.

BPBD Provinsi NTB telah berkoordinasi dengan PLN NTB. Delapan genset di gudang BPBD NTB bersama dengan bantuan dua truk logistik diberangkatkan ke Kota Bima tadi malam. Selain itu koordinasi dengan Dinas Kesehatan dilakukan untuk mengirim tenaga medis dan obat-obatan.

a�?Kebutuhan mendesak saat ini adalah perahu karet, permakanan, air bersih, selimut, obat-obatan, genset, tenda, dan lainnya,a�? kata Sutopo. (ili/kus/LPG/r8)

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara