Lombok Post
Giri Menang Headline

Lobar Harus Bebas Narkoba

AMBIL URIN: Salah seorang petugas BNNP NTB tengah menyiapkan proses tes urin bagi sejumlah kepada desa di Lobar di Aula Utama Kantor Bupati Lobar, beberapa waktu lalu.

GIRI MENANG – Semangat pemberantasan peredaran narkoba di Lombok Barat sedang mendapat ujian besar. Lantaran hasil tes urin BNNP NTB sebelumnya, ada oknumA� kades terindikasi positif mengkonsumsi narkoba.

Meski kabar tersebut belum bisa dibenarkan (masih tunggu hasil assessmen BNNP). Setidaknya membuka fakta, bahwa pejabat publik di Lobar belumlah bersih dari penggunaan barang haram tersebut.

Untuk memastikan para pejabat pemerintah bebas dari jeratan narkoba, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Lobar berencana melakukan tes urine dalam waktu dekat. Hanya saja, langkah ini masih terkendala anggaran.

Kepala Bakesbangpol Lobar I Ketut Sandiasa mengaku, pihaknya tengah menggodok nota kesepakatan antara Bupati Lobar dan Ketua DPRD Lobar. Nota kesepatakan tersebut nantinya akan menjadi dasar, untuk melakukan tes urin.

“Draft (nota kesepakatan) sudah selesai,a�? terang Sandiasa ditemui di kantornya, kemarin (21/12).

Sesuai dengan keinginan Presiden dan Gubernur NTB, lanjutnya, pemeriksaan akan dilakukan kepada semua pejabat struktural di Pemkab Lobar. Sebab, tidak menutup kemungkinan ada pejabat mengonsumsi narkoba.

Ia juga menegaskan, bagi pejabat publik dan atau yang mendapat tunjangan dan penghasilan dari APBN dan APBD, wajib melakukan tes. Hal ini sesuai, intruksi presiden Nomor 12 Tahun 2012 tentang P4GN, Permendagri Nomor 21 Tahun 2012 tentang fasilitasi P4GN, dan intruksi Gubernur NTB Nomor 3 Tahun 2012 tentang rencana aksi P4GN. “Lobar harus bebas narkoba,a�? tegasnya.

Karena itu, setelah nota kesepakatan mendapat persetujuan dari dua pimpinan tersebut, pihaknya akan memberikan waktu enam bulan bagi para pejabat. Melapor sukarela jika telanjur memakai narkoba. Pejabat yang direhab, dipastikan dirahasiakan identitas dan tidak akan dikenai sanksi.

“Saya tegaskan disini tidak ada istilah menjebak, semua SKPD akan disasar,a�? pungkas dia.

Semakin hari, peredaran narkoba di Lobar dinilai semakin mengkhawatirkan. Buktinya, sepanjang tahun 2016 Polres Lobar menangani 38 kasusA� narkoba. Bahkan Bupati Lobar H Fauzan Khalid pun berani mengatakan, hampir tidak ada desa di Lobar yang tidak terjamah oleh narkotika.

Karena itu orang nomor satu di Lobar ini mengajak semua kalangan, ikut memerangi peredaran barang haram tersebut. “Kalau dulu hanya di kota, sekarang narkoba sudah masuk desa. Bahkan semua desa di Lobar tidak luput dari peredaran,a�? ujar bupati dalam sebuah kesempatan. (zen/r5)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost