Lombok Post
Giri Menang

Dorong Eksistensi Perempuan di Sektor Pembangunan

IBU-IBU PERKASA: Puncak peringatan hari ibu di Lobar diakhiri dengan pemotongan tumpeng di Bencingah Agung, kemarin (22/12).

Peran seorang ibu kini tak lagi sekadar mengurus pekerjaan rumah. Namun mereka juga hebat, bisa melakukan perkejaan lain laiknya kaum pria.

***

DI Indonesia, setiap tanggal 22 Desember selalu diperingati sebagai hari ibu. Karena hari itu didedikasikan khusus, sebagai ungkapan rasa cinta kepada kaum ibu yang telah berjuang untuk keluarga.

Sama seperti di semua wilayah di tanah air, pagi itu halaman kantor Bupati Lobar dipadati ratusan ibu-ibu berpakaian kebaya. Jika setiap hari mereka berpakaian dinas, hari itu khusus semua ibu pegawai Pemkab Lobar memakai kebaya khas Lombok.

Mereka memperingati hari ibu, dengan menggelar upacara. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Kepala PPKD Lobar Hj Lale Prayatni.

Upacara berjalan khidmat. Banyak pesan yang disampaikan Lale saat membacakan sambutan Mendagri kepada sejumlah peserta upacara. Salah satunya mengajak kaum ibu dan perempuan di Lobar bangkit.

a�?Kita bisa memberikan kontribusi lebih untuk pembangunan daerah,a�? ujar Lale.

Secara umum, ia mendrong kaum ibu semakin eksis ikut membangun pemerintahan di Lobar. Namun tentunya tanpa melepas tugas utama sebagai ibu rumah tangga.

Jika diberikan kesempatan, kaum ibu dan perempuan juga bisa berbuat lebih. Menjadi agen pembaharuan dan perubahan sebuah daerah.

Melalui peringatan Hari Ibu, Lale mengajak kaum perempuan terus berkarya seraya meningkatkan kualitas dan kapabilitas diri. Sehingga, bisa berdiri sejajar dengan kaum laki laki, atau tidak ada lagi pembedaan gender dalam membangun bangsa dan daerah.

“Bangkitlah, mari kita bersama-sama memberikan berkontribusi ikut membangun daerah ini. Tanpa harus meninggalkan kodrat sebagai wanita yang juga menjadi sandaran hidup keluarga,a�? katanya.

Peranan kaum ibu sudah terbukti saat terlibat di Kongres Perempuan Pertama 22 Desember 1928 di Yogyakarta. Semangat dan tekad bersama para kaum perempuan, akhirnya membantu mendorong kemerdekaan Indonesia.

Sekarang ini, tak terbantahkan peranan sosok ibu bagi setiap keluarga memang sangatlah besar. Pun demikian kehadirannya di roda pemerintahan daerah begitu berdampak.

Sudah banyak permpuan Lobar menduduki jabatan strategis. Mulai dari anggota dewan hingga memimpin sebuah instansi SKPD.

Tentu pekerjaan itu tidak gampang. Di saat kodrat utama mereka sebagai ibu rumah tangga. Namun sekali lagi mereka buktikan dengan semangat itu semua bisa dijalankan secara bersamaan. (M Zainuddin, Giri Menang./r5)

Berita Lainnya

Kemenag Belum Terima Edaran Terkait Kartu Nikah

Redaksi LombokPost

Harga Kedelai dan Kacang Tanah Melonjak

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Tiga Desa dan Dua Sekolah Diaudit Khusus

Redaksi LombokPost

PJU di PLTU Jeranjang Segera Dibangun

Redaksi LombokPost

Pemancing Diduga Hanyut di Perairan Labuan Poh

Redaksi LombokPost

Sinyal Mutasi Makin Menguat

Redaksi LombokPost

Sekolah Terdampak Gempa Belum Diperhatikan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Butuh Lebih Banyak Huntara

Redaksi LombokPost