Lombok Post
Metropolis

Damai di Pulau Seribu Masjid

NATAL DAMAI: Dua orang anak berada di belakang orang tuanya mengikuti doa pada Hari Natal di Gereja St Antonius, Ampenan, kemarin (25/12).

MATARAM – Perayaan natal di pulau seribu majid, Lombok, NTB berlangsung damai dan khidmat. Seperti di Gereja St Antonius, Ampenan, kemarin (25/12), wrga beribadah dengan lancar. Setiap gereja dijaga aparat keamanan, dan tidak ada gangguan seperti yang ditakutkan.

Sebelum perayaan natal, Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi pada Sabtu (24/12) malam didampingi Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono, perwakilan Korem 162/WB, Pangkalan TNI Angkatan Laut, Polres Mataram dan Satpol PP NTB mengunjungi beberapa gereja. Seperti, Gereja Santa Maria Immaculata dan Immanuel di Jalan Bung Karno.

Kunjungan ini untuk memastikan, pelaksanaan malam Natal dan kebaktian berlangsung dengan aman, tenang, dan nyaman. Kehadiran gubernur dan rombongan disambut antusias pimpinan gereja dan umat kristiani yang hadir.

Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi mengatakan, seluruh umat beragama dan semua komponen masyarakat adalah keluarga besar di dalam rumah perjuangan yang bernama NTB. Semua umat beragama di Indonesia dijamin dalam melaksanakan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing dengan tenang, aman, nyaman sesuai aturan yang ada.

TGB berharap perayaan Natal yang damai bisa jadi pengingat semua pihak. Khususnya umat kristiani bahwa beragama adalah menghadirkan kedamaian dan kebaikan. Bukan sebaliknya beragama dengan cara kekerasan yang merugikan dan merusak kerukunan.

a�?NTB dengan kebhinekaannya harus mampu hidup damai dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antar sesama umat beragama,a�? tegas Gubernur.

Menurut Gubernur, semangat hari Natal bermakna kedamaian. Karena itu, dia berharap semangat kedamaian itu, bisa masuk ke dalam setiap hati warga NTB. Menjadi energi untuk membangun daerah. a�?Kunjungan ini hanya meneguhkan saja, bahwa persaudaraan kita di NTB itu sangat kuat,a�? ujar dia.

Sementara itu, Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono mengatakan, perayaan Natal di NTB berjalan dengan lancar. Pihaknya telah melakukan pengamanan maksimal terhadap sejumlah tempat peribadatan umat Kristiani. Termasuk dengan melakukan sterilisasi gereja.

a�?Situasi Alhamdulillah aman, dalam pengamanannya Polda NTB menurunkan 1217 personel,a�? kata dia.

Anggota yang diturunkan berjumlah 1.030. Berasal dari jajaran Polres di NTB. Sementara sisanya dari Polda NTB.

Pelaksanaan Operasi Lilin ini sendiri dibagi menjadi beberapa satgas. Diantaranya, Satgas Pengaturan Pembinaan, Penjagaan A�dan Patroli (Turbinjali), Satgas Keamanan Keselamatan Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas), dan Satgas Bantuan Operasi.

Menurut Kapolda, pihaknya tidak ingin kecolongan, baik saat perayaan Natal maupun tahun baru.A�Karena itulah jajaran kepolisian di daerah juga diminta kewaspadaan. Di NTB salah satu tempat yang menjadi fokus pengamanan adalah tempat ibadah dan rekreasi.

Dari peta pengamanan yang sudah dibuat, ada 68 gereja yang akan diamankan pada saat sebelum hingga setelah Natal berlangsung. Sementara itu, pada tempat rekreasi akan difokuskan pengamanannya di pusat perbelanjaan dan destinasi wisata lainnya.

Lebih lanjut, pengamanan puncak acara peribadatan dan rekreasi ditambah 900 personel.A� Langkah itu untuk memperketat pengamanan. a�?Pengamanan optimal kita berikan untuk masyarakat,a�? ujarnya.

Kapolda berharap, masyarakat bisa menjaga keamanan dan ketertiban pada saat perayaan itu dilaksanakan. Jika ada masalah bisa diselesaikan langsung tanpa harus menimbulkan perpecahan. a�?Sama-sama kita jaga kondusivitas keamanan di NTB,a�? imbuhnya. (sir/dit/van/r5)

Berita Lainnya

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost

Baginya, yang Penting Jangan Mengemis!

Redaksi LombokPost

Ibu Kota kok Kotor?

Redaksi LombokPost