Lombok Post
Metropolis

Dijamin Gubernur, Sejumlah Muslim Ikut Berjaga

PENUH SYUKUR: Romo Loren Marino memanjatkan doa penuh syukur usai acara Natal di Gereja Katolik St. Maria Immaculata Mataram, kemarin (25/12).

Kerap kali jelang perayaan Natal kerap dihantui aksi teror. Tak heran, penjagaan ketat dilakukan aparat di sejumlah gereja. Namun Natal kali ini lebih damai. Tidak ada lagi ketakutan.

A� ***

ROMO Loren Marino, pastur di Gereja St. Maria Immaculata Mataram menarik nafas lega. Pria berkacamata itu terlihat sangat bahagia. Setelah mengganti jubah liturgis Natal, ia kembali ke gereja. Mematikan satu persatu air conditioner yang masih menyala. Ia terlihat senang saat Koran ini mengunjunginya, kemarin (25/12).

Sembari berbincang ringan, Romo Loren tak henti-hentinya senyum. a�?Ini Natal terdamai yang pernah saya rasakan,a�? ujar Loren kemudian.

Ia lalu bercerita. Beberapa hari lalu, sempat merasa tak tenang. Berita di banyak media, akhir-akhir ini membuatnya sangat resah. Sebagai pastur yang harus bisa memberi ketenangan batin bagi umat, Loren bekerja ekstra. Menenangkan jemaat dan meyakinkan diri sendiri. Damai Natal kali ini, pasti terwujud.

a�?Kalau kita baca dan nonton berita, ngeri-ngeri,a�? sambungnya.

Mulai dari berita soal terorisme, penemuan bom, ekses politik di Jakarta yang merembet hingga daerah, dan sebagainya. Termasuk berita di media sosial yang banyak menggelitik toleransi antarumat beragama.

a�?Iya, kami sempat berfikir ibadah kali ini sama sulitnya dengan tahun-tahun lalu. Ada pemeriksaan ketat, detektor metal, hingga semua umat yang datang ke gereja dicurigai,a�? kenangnya.

Bagaimana ibadah bisa khusyuk dan tenang. Menyampaikan risalah rindu dan kepatuhan pada perintah kebaikan saja, harus dibumbui teror-teror dari orang yang tidak senang akan keberagaman. Dulu, lanjut dia, semua umat dicurigai. Gereja harus dipastikan steril. Zero dari bahan berbahaya.

a�?Siapa yang tidak ingin beribadah dengan aman. Di manapun dan kapanpun tanpa rasa takut-takut menyampaikan puja puji pada Tuhan,a�? ujarnya.

Tetapi mengingat banyaknya peristiwa teror, mau tidak mau umat ada yang ketakuan mendatangi gereja. Datang dengan was-was, lalu ibadah dan sesegera mungkin pulang ke rumah.

a�?Apalagi di sini kami minoritas. Hanya ada 3 KK yang kristen katolik di dekat gereja ini,a�? ujarnya.

Namun rasa cemasnya terobati. Romo Loren mengungkapkan, tanpa diprediksi Gubernur NTB HM Zainul Majdi, malam-malam datang ke gerejanya. Dia datang bersama sejumlah pejabat, baik dari TNI dan kepolisian. Dengan penuh keyakinan, gubernur menyampaikan pesan yang sangat berarti untuknya.

a�?Beliau bilang silahkan laksanakan ibadah Natal, tidak usah takut. Karena di NTB tidak ada gangguan apa-apa,a�? terangnya.

Jaminan orang nomor satu di NTB itu, membuat Loren mengaku sangat tenang. Ia tak henti-hentinya menyampaikan syukur pada Sang Kuasa.

a�?Standar pengamanan sebenarnya tetap dilakukan dengan sterilisasi oleh aparat keamanan, tim Gegana dan anjing pelacak pada malam hari. tetapi tadi siang, tidak seketat dulu lagi. Jemaat bisa datang dengan tenang tanpa pemeriksaan seperti dulu,a�? terangnya.

Dan momen yang paling menarik adalah saat sejumlah umat Muslim, keluar. Ikut mengamankan jalannya Natal. Tidak hanya memberikan jaminan keamanan akan berlangsungnya ibadah Natal bagi umat nasrani, warga lingkungan sekitar Gereja Katolik St. Maria Immaculata Mataram juga ada yang turun membantu menata arus lalu lintas.

a�?Tadi ada yang dari muslim bantu-bantu seberangkan jemaat saat menyebrang Jalan Pejanggik ke gereja, lalu ada juga yang bantu penataan parkir. Kami terharu akan,a�? ujarnya.

Ancaman teror yang banyak dikabarkan media tidak mempengaruhi jemaat. Ini dibuktikan dengan kehadiran jemaat yang datang memenuhi gereja.

Jumlah jemaat dikatakan sangat banyak. Berbeda dengan perayaan Natal tahun lalu. Sedikit dan penuh ketakutan. Tetapi sekarang jaminan aparat kepolisian membuat pihaknya sangat tenang beribadah.

a�?Jemaat yang datang banyak yang datang dari luar daerah. Ada yang dari Medan, Palembang dan Surabaya. Umumnya mereka jauh-jauh hari memang sudah datang kemari, dalam rangka mengisi liburan Natal,a�? terang pria yang menjadi perwakilan FKUB untuk umat katolik ini.

Loren juga bercerita, jemaat Gereja Katolik St. Maria Immaculata yang merayakan Natal, ikut menyampaikan doa keselamatan terhadap korban bencana banjir di Kota Bima. a�?Selain doa, kami juga menggalang dana. Untuk meringankan beban saudara-sudara kami yang ada disana,a�? tutupnya. (LALU MOHAMMAD ZAENUDIN, Mataram/r3)

Berita Lainnya

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost