Lombok Post
Selong

Guru NR Dicopot dari UPTD Keruak

DILANTIK: Mastur (kanan), Kepala SDN 6 Gelanggang saat dilantik menjadi pejabat Kepala UPTD Dikpora Keruak oleh Kepala Dinas Dikpora Lotim HL Suandi.

SELONG – Tindakan asusila yang dilakukan oleh oknum guru NR yang juga menjabat di UPTD Dikpora Keruak langsung diproses. Sabtu (24/12) lalu ia resmi diberhentikan dari jabatannya dan selanjutnya ditempatkan sebagai staf di Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Sementara penggantinya Mastur, yang sebelumnya sebagai Kepala Sekolah SDN 6 Gelanggang Kecamatan Keruak dilantik menggantikan NR.

“Pelantikan ini bersifat khusus karena yang dilantik hanya satu orang pejabat yaitu kepala UPTD Dikpora Kecamatan Keruak,” jelas Kabag Humas Setda Lotim Ahmad Subhan.

Pengangkatan dan pemberhentian PNS dalam dan dari jabatan struktural eselon IV ini berdasarkan Keputusan Bupati Lombok Timur Nomor 750/821.4/538/A�PEGDIKLAT/2016 tanggal 24 Desember 2016. Pelantikan dpimpin Kepala dinas Dikpora Lotim Lalu Suandi. Pelantikan ini juga dihadiri Kepala BKD Lotim, Inspektur Inspektorat Lotim, Kasat Pol PP Lotim, serta jajaran pejabat SKPD lainnya.

A�”Ini adalah kebijakan Bupati Lotim dalam menangani kasus-kasus yang bersifat khusus. Setiap hal-hal yang bersifat pelanggaran moral. Dimana PNS seharusnya berkewajiban menjunjung tinggi kehormatan negara ,” kata Lalu Suandi dalam sambutannya.

Sedangkan untuk pelanggaran disiplin PNS jabatan fungsional, bupati telah memberikan kewenangan khusus kepada Kadis Dikpora Lotim mengambil tindakan langsung. Meskipun bersifat sementara dan selanjutnya diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

A�”Dinas Dikpora sekarang ini sedang berupaya memperbaiki tata kelola tugas-tugas, beberapa langkah yang telah dilakukan termasuk penguatan kapasitas personal,” lanjut Suandi.

Suandi juga berharap agar pejabat yang baru dilantik sebagai Kanit Dikpora Keruak bisa lebih baik dari sebelumnya. Ia berharap jajaran pejabat di Dikpora terus mengembangkan komunikasi yang positif sehingga bisa memberikan dampak positif dalam bekerja.

“Pejabat baru harus bekerja sesuai aturan yang berlaku, memegang teguh ajaran agama dan norma-norma yang berlaku di masyarakat,” pintanya.

Sementara itu Kepala BKD Lotim H Najamudin menerangkan, sanksi bagi pelanggaran tindakan asusila yang dilakukan NR termasuk dalam hukuman disiplin berat.

A�”Seorang pria (PNS, Red) dilarang berhubungan suami istri dengan perempuan yang bukan istrinya. Kalau itu dilakukan itu diberikan sanksi berat,” tegasnya.

A�”Bahkan seorang PNS dilarang memasuki tempat-tempat yang dirasa tempat itu bisa menurunkan harkat dan martabat PNS,” sambungnya.

Untuk pelanggaran asusila oleh oknum PNS, dijelaskan H Najamudin ini merupakan yang pertama kali terjadi di Lotim. “Mudah-mudahan ini yang pertama dan terakhir,” harapnya.

Kasat Pol PP Lotim, Salmun Rahman merasa bersyukur dengan dilangsungkannya proses pelantikan ini. Menurutnya seorang PNS harus menjaga dua perilaku. Yakni perilaku dalam bekerja dan perilaku dalam bermasyarakat atau di luar jam kerja. Karena dua hal ini menurutnya saling berkaitan dan tak terpisahkan.

“Kalau banyak PNS yang mendatangi hotel, kafe, diskotik otomatis itu akan mempengaruhi kerjanya,” ujarnya.(ton/r2)

Berita Lainnya

Menange Rambang Butuh Sentuhan

Redaksi LombokPost

SECO Tempat Khusus Minum Kopi, Bukan Memburu Wifi

Redaksi LombokPost

Kuota Haji Lotim 2019 Bertambah

Redaksi LombokPost

RT BERIMAN Jadi Kampung Tertib Lalu Lintas

Redaksi LombokPost

P3K Harapan Terakhir Honorer

Redaksi LombokPost

SDM Pelaku Usaha Wisata Masih Rendah

Redaksi LombokPost

Partai Jangan Pasang APK Sembarangan!

Redaksi LombokPost

267 CPNS Lotim Lolos SKB

Redaksi LombokPost

Bencana Tiba, TSBD Tak Bergigi

Redaksi LombokPost