Lombok Post
Selong

Kembali ke Luar Negeri Bukan Sebagai TKI, Tapi Mahasiswa

Irwan Rahadi

Tak ada kata terlambat untuk belajar. Hal ini dibuktikan oleh Irwan Rahadi, mantan TKI asal A�Selong yang kini sedang menempuh studi magister di Mahidol University Thailand.

***

Namanya Irwan Rahadi. Anak ketiga dari lima bersaudara pasangan almarhum Abdullah dan Fikriah. A�Putra dari sipir di Lembaga PemasyarakatanA� ini memiliki sekelumit kisah yang inspiratif. Terutama dalam semangatnya menuntut ilmu.

A�a�?Alhamdulillah sekarang saya dapat beasiswa S2 di jurusan Applied Mathematics (Matematika terapan) di Faculty of Science Mahidol University Thailand,a�? kata dia kepada Lombok Post via pesan WhatsApp.

Pria kelahiran Selong 10 Februari, 1980 ini menceritakan masa kecilnya ia habiskan di Dompu. Karena ia harus mengikuti ayahnya melaksnakan tugas sebagai abdi Negara. a�?Beliau ditugaskan di Dompu. Makanya masa kecil cukup lama saya dihabiskan bersama keluarga di sana,a�? kenangnya.

Namun, ketika kelas 4 SD, Irwan dan keluarganya kembali ke Selong. Mengikuti orang tuanya yang juga pindah tugas di Selong. Ketika duduk di bangku SMA kelas 3, menjadi momen yang paling berat bagi Irwan. Ayahnya yang menjadi tulang punggung keluarga meninggal dunia. Sehingga beban keluarga harus ia tanggung bersama dengan ibu dan dua saudaranya.

a�?Niat awal yang ingin kuliah akhirnya saat itu pupus. Akibatnya saya saat itu terpaksa memilih sebagai buruh migran atau TKI,a�? bebernya,

Sebagai TKI, ia memilih Korea Selatan sebagai negara tujuan. Di sana, Irwan bekerja selama dua tahun sebelum pulang kembali ke Lombok Timur. Hasilnya menjadi TKI ternyata belum cukup menopang ekonomi keluarga. Sehingga ia pun memilih kembali menjadi TKI. Kali ini ia memilih negara Asia lainnya sebagai tujuan. a�?Saat itu saya kembali ke Jepang. Di sana saya bekerja selama tiga tahun. Dari sana saya belajar banyak hal. Tentang disiplin, ketekunan, kerja keras, kerja sama dan kesungguhan,a�? ungkapnya.

a�?Di sana saya juga terus menanam impian dalam hati untuk melanjutkan studi. Penghasilan dari Jepang itu saya gunakan untuk membantu dua orang saudara melanjutkan studi hingga sarjana,a�? imbuhnya.

Karena memiliki keinginan untuk melanjutkan studi, sepulang merantau dari Jepang sekitar tahun 2008 Irwan memutuskan untuk melanjutkan kuliah di STKIP Hamzanwadi Selong yang kini berubah menjadi Universitas Hamzanwadi. Bekal sebagai perantau ternyata cukup mendukung pola pikir dan cara kerja saat kuliah.

Ketika menjadi mahasiswa, ia pernah diamanahkan sebagai presiden mahasiswa dan memaksimalkan gerakan riset. Beberapa riset dilakukannya secara mandiri bersama rekan-rekan mahasiswanya. Salah satunya yakni pengadaan air bersih di salah satu dusun di Lotim. Sejak saat itu, dia mencintai riset. Baginya dunia penelitian adalah salah satu jalan utama untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.

a�?Tahun 2014 saya coba mengadu nasib meraih beasiswa melalui beasiswa LPDP. Alhamdulillah saya lulus,a�?tuturnya.

Kuliah di luar negeri seperti cara Tuhan mengabulkan doanya. a�?Dulu saya pernah bercita-cita kalau pulang dari luar negeri sebagai TKI, suatu saat saya akan kembali ke luar negeri sebagai mahasiswa,a�? janjinya pada dirinya sendiri.

Belajar di Thailand, diungkapkan Irwan membuatnya berpikir betapa tingginya perhatian negara ini tentang pendidikan. Fasilitas-fasilitas pendidikan yang lengkap, dengan pendidik yang cakap dan berpengalaman. Sehingga tak jarang ia temukan, anak-anak muda sudah mulai mengambil program doktoral.

a�?Sistem pendidikannya juga tersistematis dengan baik. Sehingga para pelajar sangat menguasai materi pelajaran dengan baik. Kampus menyediakan ruang-ruang bagi para mahasiswa untuk bisa berdiskusi dengan baik dan nyaman,a�? tuturnya.

Perpustakaan yang menyediakan referensi yang lengkap juga menjadi salah satu alasan kemajuan dunia pendidikan di Thailand. Selama di Thailand, ia juga aktif sebagai pengurus Permitha (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Thailand, Red) serta sebagai Lurah LPDP Thailand. a�?Saya ingin bisa selesai tepat waktu dan sesegera mungkin kembali ke daerah untuk berkontribusi,a�? ungkapnya.

Saat ini, Irwan sedang mempersiapan riset tentang pariwisata halal dengan mengambil studi kasus di empat negara di Asia Tenggara. (HAMDANI WATHONI/r2)

Berita Lainnya

P3K Harapan Terakhir Honorer

Redaksi LombokPost

SDM Pelaku Usaha Wisata Masih Rendah

Redaksi LombokPost

Partai Jangan Pasang APK Sembarangan!

Redaksi LombokPost

267 CPNS Lotim Lolos SKB

Redaksi LombokPost

Bencana Tiba, TSBD Tak Bergigi

Redaksi LombokPost

Lotim Siapkan Tim Kewaspadaan Dini di Setiap Kecamatan

Redaksi LombokPost

Pemdes Suela Ingin Kelola Kebun Raya Lemor

Redaksi LombokPost

Pulihkan Trauma Gempa Dengan Pentas Seni

Redaksi LombokPost

Alat Berat Lambat, Hujan Semakin Mengancam

Redaksi LombokPost