Lombok Post
Metropolis

Tahun Baru, Siapkan Empat Peleton

Kasatpol PP Kota Mataram Chairul Anwar

MATARAM – Jelang pergantian tahun, Satpol PP Kota Mataram ikut bersiap. Pasukan penegak perda itu dalam status siaga penuh mengantisipasi segala potensi gangguan keamanan dan ketertiban daerah.

a�?Empat peleton kami siapkan, itu termasuk anggota yang perempuan,a�? kata Kasatpol PP Kota Mataram Chairul Anwar.

Langkahnya itu merupakan bentuk antisipasi. Dia tak ingin ada gangguan ketertiban umum muncul di momen tersebut. Sejumlah rapat internal dengan bawahannya untuk menyusun langkah strategis sudah dijalankan. Koordinasi lintas sektor, termasuk dengan aparat kemanan juga terus dijalin.

a�?Harapannya Mataram ini terpelihara kondisi kedamaiannya,a�? sambungnya.

Pedagang terompet dan kembang api, termasuk petasan, menjadi fokusnya. Kendati tak mengatakan secara gamblang barang tersebut terlarang, ia meminta para penjual mengikuti sejumlah aturan.

a�?Misalnya memilih lokasi berjualan yang tak banyak menimbulkan gangguan,a�? tegasnya.

Terkait perayaan tahun baru, ia meminta pihak-pihak yang hendak menggelar kegiatan melaporkannya terlebih dulu pada pemerintah. Bisa melalui kelurahan terdekat, kecamatan, atau langsung ke satpol PP. Tujuannya agar mereka bisa membantu menjaga kondisi keamanan di lokasi-lokasi keramaian.

Kabid Trantibum Satpol PP Kota Mataram Bayu Pancapati mengatakan, selain menjaga ketertiban umum, pihaknya juga mengantisipasi potensi gangguan lainnya. Sejumlah laporan dari lurah bahkan secara khusus sudah masuk. Laporan tersebut terkait gangguan kenyamanan warga dari rumah pondokan atau rumah kos.

a�?Lurahnya sudah kewalahan untuk atur, minta bantuanlah mereka pada kami,a�? katanya.

Gangguan keributan suara hingga indikasi perbuatan asusila dikatakan menguat. Para penghuni kos yang kerap pulang di malam hari juga membuat lingkungan sekitar menjadi terganggu. Laporan yang masuk di antaranya dari Pagesangan Timur dan Taman Sari, tepatnya di Jalan Pesut. a�?Segera kita ke sana, lokasi lain juga akan didatangi,a�? tegasnya. (yuk/r3)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost