Lombok Post
Tanjung

Dimainkan oleh Laki-Laki, Biasanya untuk Acara Khitanan

UNIK: Sejumlah laki-laki sedang menampilkan tarian Gegerok Tandak saat pembukaan pentas seni, budaya, kerajinan, dan kuliner di Bangsal, kemarin (26/12).

Pentas seni, budaya, kerajinan, dan kuliner Lombok Utara di Pelabuhan Bangsal resmi dimulai, kemarin (26/12). Ada yang unik dari pembukaan acara ini. Kelompok sanggar tari dari Dusun Loloan, Desa Loloan, Kecamatan Bayan menampilkan tari Gegerok Tandak. Seperti apa tarian ini? Berikut ulasannya.

***

Sekelompok laki-laki paro baya tampak berbaris menyambut kedatangan bupati beserta rombongan di pintu masuk Pelabuhan Bangsal. Perlahan namun pasti, sekitar 10 orang laki-laki tersebut kemudian menari secara berbaris menjemput bupati dan wakil bupati.

Mereka adalah masyarakat Dusun Loloan, Desa Loloan, Kecamatan Bayan. Ternyata mereka menampilkan kesenian tradisional tari Gegerok Tandak. Tarian ini cukup unik karena tidak hanya sekadar menari. Tetapi mereka juga melantunkan pantun maupun bunyi-bunyian mirip hewan.

Salah seorang tokoh masyarakat Loloan Rumalam menjelaskan, tarian Gegerok Tandak ini merupakan kesenian yang cukup unik dan ada sudah sejak lama. a�?Tarian ini dimainkan ketika ada ritual adat seperti khitanan. Tanpa adanya tarian ini maka ritual khitanan tidak bisa berjalan,a�? ujarnya.

Penari Gegerok Tandak adalah kaum pria, yang menggunakan kain tradisional, rejasa, dan sapuq sebagai ikat kepala. Para penari menari secara berbaris sambil memegang pinggang orang di depannya.

Filosofi tarian Gegerok Tandak sendiri adalah berkelompok atau bersama-sama menjadi sebuah kesatuan. Tarian ini dimainkan jika ada proses ritual khitanan dengan melakukan prosesi memajang. a�?Tarian ini pertama kali dimainkan oleh masyarakat Loloan,a�? katanya.

Menurut Rumalam, tarian Gegerok Tandak ini minimal dilakukan empat orang. Dalam prosesi khitanan tarian Gegerok Tandak ini sangat dibutuhkan. Karena jika ada kegiatan khitanan pasti akan ada keluarga besar dan tamu-tamu yang datang. Sehingga tarian ini juga berfungsi menjaga prosesi khitanan bisa berjalan lancar dengan cara ditarikan mengelilingi proses inti. a�?Kami berharap pemerintah bisa memerhatikan dan melestarikan tarian ini karena ini kesenian asli masyarakat Loloan,a�? katanya.

Ada dua proses dan tugas yang dilakukan dalam Gegerok Tandak. Yakni,A� lawas atau pemimpin dalam barisan yang bertugas membuka tarian dan mengatur barisan peserta lain dan onceq atau orang yang mengungkapkan pantun secara bergantian. (PUJO NUGROHO, Tanjung/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost