Lombok Post
Headline Praya

Pupuk Tersedia, Tapi Mahal

MAHAL: tumpukan pupuk di salah satu distributor di Lombok Tengah, beberapa waktu lalu.

PRAYA – Ternyata, tidak semua desa di Lombok Tengah (Loteng) mengalami kelangkaan pupuk. Hanya saja, harganya mengalami kenaikan atau melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), rata-rata kenaikannya mencapai Rp 10 ribu per kuwintal.

a�?Misalnya, pupuk jenis urea dari HET sebesar Rp 180 ribu per kuwintal, naik menjadi Rp 190 ribu per kuwintal,a�? kata kepala desa (kades) Aikmual, Praya Asrorul Hadi pada Lombok Post, kemarin (26/12).

Stok pupuk bersubsidi itu pun, kata Asrorul disesuaikan dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Sayangnya, para pengecer mulai kerap menjual pupuk kepada RDKK desa lain, dengan harga lebihA� tinggi. Situasi seperti itu, membuat pemerintah desa turun tangan.

Penyebabnya, beber Asrorul karena beberapa desa di Loteng sampai saat ini, masih mengalami kelangkaan pupuk. Kendati harganya tinggi, para petani tetap membeli dan pengecer pun mengambil keuntungan.

A�a�?Saya sudah mengingatkan kepada pengecer, untuk mengamankan stok pupuk, tidak boleh dijual keluar,a�? katanya.

Jika melanggar, pihaknya mengaku tidak segan-segan memberikan tindakan tegas kepada pengecer yang dimaksud. Salah satunya, mengeluarkan rekomendasi pencabutan izin.

A�a�?Gara-gara itulah, harga pupuk naik, rata-rata Rp 10 ribu per kuwintal,a�? sesal Asrorul.

A�Senada dikatakan Kades Mekar Damai Edy Supriadi. Di desanya pupuk tersedia sesuai RDKK, bahkan disiapkan stok cadangan. Harganya pun sesuai HET, tidak ada kenaikan sedikit pun. a�?Alhamdulillah,a�? katanya, terpisah.

Terhadap desa-desa lain yang mengalami kelangkaan pupuk, pihaknya berharap Pemkab segera mengatasi. Jika tidak, justru mengancam desa yang stok pupuknya aman. a�?Kami minta pengecer konsisten. Jangan sampai menjual pupuk di luar RDKK desa lain,a�? saran Edy.

Sementara itu, Asisten II Setda Loteng H Nasrun mengaku, telah mengumpulkan seluruh distributor pupuk di Loteng. Tujuannya, untuk membantu pemerintah berkoordinasi dengan produsen pupuk. a�?Kita minta distributor pupuk menutupi kekurangan pupuk di beberapa desa, bagaimana pun caranya,a�? tegas Nasrun.

Karena jauh-jauh hari, tekan Nasrun pemerintah sudah mengingatkan kepada distributor untuk menyiapkan stok pupuk sesuai RDKK dan luas tanam pertanian. Jika langka dan mahal, maka kesalahan tersebut murni ada ditingkat distributor, bukan pengecer. a�?Tolong distributor segera laksanakan hasil rapat koordinasi kita,a�? serunya.(dss/r2)

 

Berita Lainnya

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost