Lombok Post
Kriminal

Destinasi Wisata Halal Dibanjiri Narkoba

Dengan predikat sebagai destinasi wisata halal dunia, peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba benar-benar menjadi ancaman bagi NTB. Ramainya jumlah kunjungan wisatawan ke NTB menjadi pasar menggiurkan bagi sindikat narkoba internasional. 2016 lalu, polisi menyita 3,4 kilogram narkoba jenis sabu dan 31,6 kilogram ganja.

***

Peredaran narkoba di NTB makin menggila. Para penyelundup mempertaruhkan segalanya untuk bisa membanjiri Bumi Gora dengan narkoba. Tahun 2016 ditandai dengan sejumlah pengungkapan penyelundupan sabu asal negeri jiran Malaysia. Awal Agustus lalu misalnya, Kantor Pengawasan dan PelayananA�Bea Cukai (KPPBC) Mataram dan BNN A�menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 1,9 kilogram asal Malaysia di Lombok International Airports (LIA) Praya, Rabu (17/8) lalu.

Kepala BNN Kota Mataram, Nur Rachmat menjelaskan, penyelundupan yang dilakukan Koo, 21 tahun, Leslie 24 tahun, dan Winnie 21 tahunA� ini sudah terendus petugas BNN sejak di bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Ketika itu, petugas mendapat informasi tiga orang asal Malaysia akan membawa narkotika menuju Lombok.

a�?Kita buntuti mereka sampai Lombok, untuk mengincar pelaku yang lain,a�? kata dia.

Setibanya di Lombok, BNN meminta petugas Bea Cukai LIA untuk membiarkan mereka lolos. Kecurigaan petugas ternyata tepat, ketiga kurir asal Malaysia ini langsung menuju sebuah hotel di sekitar bandara. Selanjutnya, ketika dilakukan penggerebekan ketiganya mengaku menyembunyikan sabu dalam duburnya.

a�?Sengaja mereka menyembunyikan di dalam duburnya, ketahuan setelah kita melakukan pemeriksaan lanjutan melalui foto rontgen,a�? jelas dia.

Barang haram tersebut akhirnya dikeluarkan. Ditemukan sabu yang dikemas A�dalam 11 plastik berbentuk bulat lonjong.

Dalam penangkapan di hotel tersebut petugas juga mendapati jaringan lokal warga negeri jiran ini. Mereka adalah HE, 20 tahun dan ZA, 37 tahun asal Lombok Timur. Dalam pengembangan selanjutnya HE dan ZA mengaku hanya suruhan seorang bandar besar asal Lotim yang ia sebut bernama RU, 42 tahun. Petugas kemudian melakukan pencarian dan berhasil mendeteksi keberadaan RU di Masbagik.

a�?Sudah jadi target kita. Dia ditangkap Kamis (1/9) dini hari, pas dia sedang tidur,a�? kata Rachmat.

Di bulan yang samaA� Polisi juga mendapatkan a�?tangkapana�? besar. Mereka menangkap ketua PARFI terpilih Gatot Brajamusti bersama istrinya. Gatot ditangkap sekitar pukul 23.00 Wita, Senin (29/8) di kamar 1100, Hotel Golden Tulip, Mataram. Dalam penangkapan ini, polisi juga menahan artis Reza Artamevia.

Dalam penggeledahan tersebut A�petugas menemukan barang yang diduga milik Gatot. Rinciannya, satu klip kristal putih diduga sabu, bong, pipet kaca, dua buah sedotan, korek gas, dua buah dompet berisi KTP, uang tunai, dan handphone.

Sementara, hasil penggeledahan terhadap Dewi Aminah (istri Gatot Brajamusti), petugas mendapati satu klip plastik kristal putih diduga sabu, bong, dua pipet kaca, empat buah sedotan, lima korek gas, dompet, uang tunai, handphone, satu strip obat, dan dua buah kondom.

a�?Barang bukti tersebut kami amankan dari kamar yang bersangkutan,a�? kata Kapolres Mataram AKBP Heri Prihanto.

Sementara itu pegungkapan narkoba jenis ganja dalam jumlah besarA� terjadi awal Desember ini. Petugas BNN NTB menangkap seorang bandar ganja berinisial A�SS (inisial, Red). Pria asal Medan, Sumatera Utara ini tinggal di Jalan Sekawan, Kelurahan Abian Tubuh Baru, Kecamatan Sandubaya, Mataram.

Dalam penangkapan itu petugas mendapatkan ganja seberat 7 kilogram. Kuat dugaan, ganja tersebut berasal dari Aceh. Kemudian A�dibawa ke Medan dan dikirim menuju Mataram.

a�?Rencananya akan disebar saat perayaan tahun baru di sejumlah destinasi wisata di Lombok,a�? kata Kabid Pemberantasan BNN NTB AKBP Benny Priadi.

Selain menyelundupkan ganja, SS rupanya mencoba untuk menanam ganja di kamar kosnya. Ini dibuktikan petugas, ketika menggerebek kos milik SS. Di dalam lemari pelaku, petugas menemukan satu pot yang berisi lima tunas diduga tanaman ganja. Bukan itu saja, puluhan biji ganja telah disemai pelaku, siap untuk ditanam.

Sementara itu dari Gili Trawangan, Lombok Utara Satuan Reserse Narkoba Polres Lobar menangkap empat pria yang diduga sebagai pengedar dan produsen narkoba Oktober lalu. A�Polisi menyita 9,51 gram sabu beserta 84 pil berwarna merah dan biru yang diduga ekstasi.

a�?Dugaannya di kos itu juga dijadikan tempat untuk membuat pil ekstasi,a�? kata Kasat Resnarkoba Polres Lobar AKP Rafles Girsang.

Dugaan tersebut muncul, sebab polisi menemukan satu cawan yang berisi bubuk biru sebagai bahan ekstasi, serta alat yang diduga menjadi media pencetak pil ekstasi

A�Obat Daftar G Beredar Luas di NTB

Bukan saja sabu, ekstasi, dan ganja yang menyerbu NTB. Obat daftar G (obat keras, red) ilegal, pun marak beredar. Akhir November lalu, polisi menyamankan ratusan ribu obat tanpa izin edar, dengan nilai ratusan juta rupiah.

Obat-obatan tersebut terdiri dari 16 item berjumlah 36.523 pieces sediaan farmasi tanpa izin edar, 1880 tablet psikotropika, 125.775 tablet obat keras, dan 951 obat tradisional tanpa izin edar. Seluruh obat tersebut, disita dari tangan DS (inisial) di Bima.

a�?Sebagian besar obat kami sita di rumahnya dan di apoteknya,a�? kata Kasubdit III Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB AKBP AA Gede Agung.A�(Wahidi Akbar Sirinawa/r2)

 

Berita Lainnya

Jatanras Ringkus Begal Wisatawan

Redaksi LombokPost

Gerebek Pengedar Sabu, Seorang Pelajar Ditahan

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost