Lombok Post
Metropolis

Investasi Kian Pede

ACARA INVESTOR: Para Pekerja Terpacu Dengan Waktu Untuk Memutuskan Proyek Pasar Modern Transmart Di Bilangan Sweta, Kota Mataram.NTB Kini Telah Menjelma Menjadi Incaran Para Investor Kelas Kakap Dan Menjadi Ekonomi Kian Bergairah

Sektor investasi menatap tahun 2017 dengan percaya diri (pede). Diyakini, investasi akan meningkat. Bahkan menembus angka Rp 11 triliun.

***
KEPALA Bidang Pengendalian Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal Perizinan Terpadu NTB Didi Suwardi memastikan trend investasi di NTB terus meningkat.

Dia menyodorkan data, realisasi investasi tahun 2014 sebesar Rp 6,2 triliun dari target Rp 5,9 triliun. Kemudian tahun 2015 naik menjadi Rp 9,9 triliun dari target Rp 7,5 triliun. Sementara semester I tahun 2016, realisasi investasi sebesar Rp 4,2 triliun dari target Rp 10,8 triliun.

a�?Angka hingga semester dua baru bisa didapatkan per Januari tahun depan,a�? jelasnya.

Dengan perkembangan ini, ia optimis investasi tahun depan bisa lebih baik. Saat ini memang kata dia belum ditetapkan berapa proyeksi target investasi 2017, tapi diperkirakan angka berada di kisaran Rp 11 triliun.

Menurutnya, prospek investasi ke depan akan semakin cerah. Apalagi saat ini tiga mega proyek akan dikembangkan yakni Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika , Global Hub Kayangan, dan pengembangan kawasan Samota (Teluk Saleh, Moyo dan Tambora) di Pulau Sumabwa. a�?Investasi sektor pariwisata paling menjanjikan,a�? katanya.

Selain itu, NTB juga memiliki sektor lain yang menjanjikan untuk berinvestasi, seperti sektor pertambangan, kelautan dan perikanan, pertanian dan sebagainya. Terkait hambatan berinvestasi, menurut Didi pada umumnya tidak ada, dari sisi perizinan sudah sangat dipercepat.

Justru ia menilai, hambatan investasi datang dari calon investor sendiri. Banyak di antara mereka tidak serius berinvestasi, setelah mendapat izin kemudian lahan tersebut tidak digunakan.

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah NTB Ridwansyah mengatakan, tahun 2017 pertumbuhan ekonomi NTB akan mengikuti target nasional yakni sekitar 5 persen.

Namun, dengan capaian pertumbuhan di 2016 yang sempat menembus angka hingga 9,9, ia yakin prestasi itu masih bisa dipertahankan tahun depan. a�?Maksimal kita di atas angka pertumbuhan nasional,a�? katanya.

Menurutnya, saat ini merupakan momentum yang sangat baik bagi NTB untuk terus berkembang, dan ia berharap pertumbuhan tersebut berimplikasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Misalnya tingkat pengangguran semakin menurun, inflasi juga masih di bawah rata-rata nasional.

Optimisme ini menurutnaya bukan hanya sekedar angan-angan, tapi juga didukung perkembangan statistik yang baik. Misalnya angka inflasi atau kenaikan harga yang relatif terjaga sempanjang tahun.

Selain itu, porsi belanja langsung pemerintah melalui APBN dan APBD juga terus bertambah, terutama belanja publik di bidang infrastruktur yang akan semakin menunjang pertumbuhan.

Jika realisasi anggaran atau belanja pemerintah semakin cepat dilakukan, maka akan bisa mendorong pergerakan sektor swasta. Ditambah lagi dengan pemantauan sejumlah komoditi penyebab inflasi, ia optimis pertumbuhan akan masih bagus tahun depan.

a�?Kita menjaga inflasi itu tidak berkembang dan menyebabkan harga mahal, kemudian menyebabkan kemiskinan,a�? terang Ridwansyah.

Baginya angka pertumbuhan yang tinggi bukan berarti hanya angka kosong, tapi memang merupakan fakta di lapangan, dari sana bisa diukur indikator pertumbuhan. Meski pertumbuhan ini belum berbanding lurus dengan progres penurunan angka kemiskinan, tapi yang jelas angka kemiskinan terus bisa ditekan. (ili/r8)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost