Lombok Post
Sumbawa

TKW Hongkong “Saling Beme” Peduli Korban Banjir Bima

PEDULI : Tampak para TKW asal Sumbawa dan Sumbawa Barat yang tergabung dalam Komunitas Saling Beme di Hongkong saat menggalang dana untuk membantu korban banjir Bima.

SUMBAWA – Kepedulian terhadap ribuan korban banjir Bima ternyata bukan hanya datang dari saudara-saudara di tanah air. Ratusan tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat (KSB) di Hongkong yang tergabung dalam Komunitas pekerja “Saling Beme” juga ikut prihatin. Bahkan mereka melakukan penggalangan dana untuk meringankan beban para korban.

Ketua Komunitas Saling Beme Imalawati Daeng Combona mengatakan, mereka menggalang dana hanya beberapa hari. ”Dan Alhamdulillah berhasil terkumpul sebesar Rp 11.922.960,” katanya, kemarin(27/12).

Uang ini, lanjutnya, mereka kirimkan ke Sanggar Seni Berang Bayang di Kecamatan Empang. Selanjutnya Berang Bayan membelikan barang-barang yang diperkirakan menjadi kebutuhan para korban banjir.

Selanjutnya, Sanggar Seni di bawah pimpinan Nurdin Mahendra, Zulkhaidiri, Damhuji, Ahmad H Muhammad dan Lena Dwi Mulyana ini membawa bantuan sebanyak satu truk ke Bima.

Meskipun jumlahnya sangat kecil, Daeng, demikian dia dipanggil, berharap bantuan itu bisa sedikit meringankan beban para korban. ”Kami bekerja jauh dari sanak saudara di sini, tidak hanya memikirkan diri sendiri. Kami tetap memantau dan berpikir tentang saudara-saudara kami di Indonesia, khususnya di Sumbawa,” katanya.

Untuk diketahui,A� Imalawati Daeng Combona memang seorang aktivis pekerja sosial. Di luar negeri, Daeng Combo terkenal aktif membela hak-hak buruh migran. Saat pulang ke Sumbawa, terjun ke dunia politik praktis. Daeng bergabung dengan DPC PAN Kabupaten Sumbawa. Kemudian tahun 2014 lalu sempat menjadi calon legislatif saat pemilu legislatif.

”Saya baru tujuh bulan terakhir ini kembali ke Hongkong kembali,” katanya.

Selama tujuh bulan terakhir, dia kemudian membentuk Komunitas TKW asal Samawa “Saling Beme”. Tujuannya untuk memperkuat solidaritas para pekerja buruh migran di Hongkong.

”Ada 379 orang TKW asal Sumbawa dan Sumbawa Barat yang terdaftar. Dengan berbagai permasalahannya di sini. Dengan keberadaan Komunitas Saling Beme ini, kami bisa saling share atau saling berbagi dan mencari solusi dari semua masalah. Hak-hak para pekerja harus kami perjuangkan,” katanya kepada Radar Sumbawa melalui sambungan telepon. (jar/r 4)

Berita Lainnya

Dana Bantuan Korban Gempa Cair Pekan Ini

Redaksi LombokPost

Perpustakaan Cempi Jaya Banggakan Dompu

Redaksi LombokPost

Minyak Sumbawa Sangat Layak Menasional

Redaksi LombokPost

Puluhan Lampu Terpasang, Kota Bima Semakin Terang

Redaksi LombokPost

KPU Dompu Publikasikan Daftar Caleg Sementara

Redaksi LombokPost

Pelayanan RSUD Sumbawa Mulai Dibenahi

Jalan Teladan-Kelawis dan Batu Rotok Tuntas

Berkas SMKN Lunyuk Dikirim ke Kejaksaan

Istri Jadi TKW, GT Hamili Anak Kandungnya