Lombok Post
Bima - Dompu

Mensos Santuni Korban Sakit

KUNJUNGAN : Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa mengunjungi korban banjir yang dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bima, kemarin(28/12).

KOTA BIMA a�� Menteri Sosial (Mensos) RI Khofifah Indar Parawansa mengunjungi korban banjir yang dirawat di PKU Muhammadiyah, kemarin(28/12) Di lokasi tersebut, Mensos Kofifah memberikan santunan bagi korban banjir yang tengah sakit.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group), rombongan Mensos tiba di PKU Muhamadiyah sekitar pukul 08.15 Wita. Mensos didampingi Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri dan anggota Komisi VIII DPR RI. Satu persatu korban banjir didatangi dan diberikan santunan.

Korban banjir yang dirawat tidak hanya orang dewasa. Namun ada beberapa bayi dan juga anak a�� anak. Mereka mengeluhkan demam dan juga diare.

Mensos Khofifah yang diwawancarai koran ini menjelaskan, dirinya sudah tiga hari berada di Kota Bima. Sebagian besar wilayah terdampak banjir sudah dikunjungi. Yang belum dikunjungi hanya rumah sakit dan pasien korban banjir yang tengah dirawat.

a�?Hari ini (kemarin, red) jadwal saya berkunjung ke rumah sakit dan melihat kondisi korban banjir yang dirawat,a�? katanya.

Usai berkomunikasi dengan korban banjir, Mensos Khofifah langsung meninggalkan PKU Muhammadiyah. Khofifah tidak sempat melihat kondisi beberapa ruangan di rumah sakit Muhammadiyah yang sempat terendam banjir. Khofifah hanya masuk ke ruang UGD.

Direktur Rumah Sakit Muhammadiyah Bima dr H M Ali menuturkan, sebagian besar ruangan perawatan di PKU Muhammadiyah terendam banjir. Banyak alat kesehatan (Alkes) yang hanyut dan sudah tidak bisa difungsikan .

Diakui dr Ali, layanan di PKU Muhammadiyah sempat ditutup selama tujuh hari dan baru dibuka kembali kemarin. Meski belum maksimal, namunA� pelayanan akan tetap diberikan. Mengingat masyarakat korban banjir sangat membutuhkan pelayanan kesehatan.

a�?Layanan baru kami buka di hari ke tujuh pasca banjir bandang,a�? ujarnya.

Menurut Ali, untuk lantai satu PKU Muhammadiyah, semua ruangan rusak. Dua diantaranya kamar operasi dan laboratorium. Obat a�� obatan 80 persen hanyut. Sehingga mereka harus membeli obat ke wilayah Kabupaten Dompu. Ada beberapa obat yang dibantu oleh posko utama bencana Kota Bima.

a�?Yang bisa dimanfaatkan baru ruang UGD dan ruang rawat inap di lantai dua,a�? jelasnya.

Menurut dokter sepesialis penyakit dalam ini, jumlah kerugian akibat banjir diperkirakan Rp 10 miliar.

Saat bencana banjir menerjang, diakui Ali pasien rawat inap di lantai satu dialihkan ke lantai dua. Meski sempat mendapat protes dari keluarga pasien, langkah itu ternyata menyelamatkan pasien.

a�?Di hari pertama banjir, pasien yang dirawat di lantai satu kami langsung pindahkan ke lantai dua. Sempat ada yang protes, tapi sudah kami berikan pengertian,a�? ujarnya.

Hingga Rabu kemarin, kondisi PKU Muhamadiah masih sangat kotor. Alat kesehatan dan perangkat lainnya terlihat berada di luar ruangan dan dalam keadaan kotor. Lantai rumah sakit itu terlihat masih diendapi lumpur.

Irwan, pasien rawat inap PKU Muhammadiyah mengaku dirinya dirawat sudah sembilan hari. Saat bencana banjir tersebut, ia tengah dirawat di lantai satu. Saat itu ia mengaku kaget ketika petugas rumah sakit mengalihkan ruang perawatannya.

Mengetahui Kota Bima dilanda banjir, Irwan mengaku khawatir dan takut. Ia dan istri sempat meminta untuk pulang. Namun tidak diizinkan oleh perawat karena kondisinya belum membaik.

a�?Saat itu saya dan istri ingin pulang. Saya takut dan khawatir, karena anak a�� anak saya ada di rumah bersama keluarga yang lain,a�? ujarnya sembari meneteskan air mata.

Irwan mengaku merasa tidak nyaman berada di PKU Muhammadiyah saat itu. Karena rasa khawatir menguasai pikirannya. Ia bingung dan cemas, lantaran tidak ada keluarga yang bisa dihubungi.

a�?Kami benar a�� benar tidak tenang. Istri saya baru bisa bertemu dengan anak a��anak sehari setelah banjir itu. Sementara saya sampai hari ini belum bertemu dengan anak a�� anak,a�? bebernya.

Irwan berharap kondisi kesehatannya cepat membaik. Agar dirinya segera kembali ke rumah. Serta musibah banjir tidak terjadi lagi.

a�?Sampai sekarang saya belum bisa melupakan detik a�� detik banjir itu,a�? katanya.A� (yet/r4)

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara