Lombok Post
Headline Metropolis

Padukan Budaya Lombok, Bali, Jawa, dan China

UNIK: Gapura Museum Kuliner Lesehan Taliwang Dalam Kampoeng yang merupakan replika dari mahkota Sasak jaman dulu

Bagaimana jadinya jika menikmati kuliner Ayam Taliwang sambil disuguhkan pemandangan Lombok tempo dulu. Tentu sangat menarik dan menambah selera makan, bukan? Berikut laporannya.

***

Di Kelurahan Karang Taliwang, Kota Mataram, kini ada rumah makan unik. Letaknya masuk dalam lingkungan perumahan warga. Namanya, Museum Kuliner Lesehan Taliwang Dalam Kampoeng Hj Salmah.

Membaca kataA� a�?museuma��A� tentunya berisikan hal-hal kuno serta peninggalan sejarah. Nah, itu memang ada di tempat ini.

Konon, rumah makan ini merupakan rumah makan Taliwang pertama di pulau Lombok. Resepnya pun masih asli ayam Taliwang tempo dulu.

a�?Iya ini memang rumah makan ayam Taliwang pertama di Lombok,a�? kata H Alwi Moerad, salah satu generasi penerus A�dari pemilik rumah makan ini.

Ia menuturkan, rumah makan ini telah berdiri sejak tahun 1951. Saat itu dibuka oleh Dea Papin H Ahmad Moerad bersama Hj Salmah. Saat itu mereka membuka warung nasi ayam pelalah.

Ahmad Moerad dan istri kemudian mencoba meracik bumbu pelalah yang dioleskan pada ayam bakar. Setelah melalui proses panjang, bumbu racikan tersebut pun jadi. Kemudian dioleskan pada ayam bakar dan dikirim pada beberapa rekannya untuk dicicipi.

Bumbu racikan tersebut ternyata mendapat respons positif. Akhirnya dibukalah warung nasi Ayam Taliwang di pasar Cakranegara. Diberikan nama Nasi Ayam Taliwang karena Dea papin H Achmad Moerad berasal dari Karang Taliwang.

Alwi melanjutkan, usaha ayam Taliwang pertama kali dibuka di sisi barat kompleks Pasar Cakranegara. Yakni di sekitar Jalan AA Gde Ngurah Cakranegara Mataram sekarang. Warung tersebut sempat tutup dan akhirnya dipindahkan kembali ke Karang Taliwang.

“Pertama kita jual di depan (tempat parkir, Red), kemudian kita perluas ke dalam,a�? jelasnya.

Sesuai dengan namanya Museum Kuliner Taliwang Dalam Kampoeng, rumah makan ini memang berada di dalam perkampungan. Selain itu, desain lokasinya pun unik. Menggunakan perpaduan berbagai etnik daerah tempo dulu. Mulai dari Jawa, Bali dan Sasak Kuno serta sedikit sentuhan aksen China.

Di bagian depan rumah makan, pengunjung sudah disambut dengan gapura megah. Gapura tersebut merupakan replika dari mahkota Sasak zaman dahulu. Di bawah mahkota terdapat gerbang bulat dengan sentuhan ukiran China.

“Sebab orang tua saya punya banyak sekali teman dari etnis China saat itu,a�? sambungnya.

Alwi menambahkan, warung atau rumah makan Taliwang telah dibuka hampir di seluruh pulau Lombok. Bahkan hingga ke negara Arab. Semua dengan citarasa yang berbeda-beda. Namun resep asli hanya berada di Museum Kuliner Taliwang Dalam Kampoeng.

Resep tersebut berbeda dengan resep rumah makan Taliwang kebanyakan. Hal ini dikarenakan proses pembuatannya yang cukup lama dan apik. Hal ini yang terus dipertahankan hingga sekarang.

“Seperti museum yang menjaga sejarah, Musem Kuliner ini juga menjaga sejarah dari Ayam Taliwang sendiri,a�? pungkasnya. (FERIAL AYU, Mataram/r5)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost