Lombok Post
Headline Metropolis

Ada Replika Istana Sumbawa dan Alquran Abad ke-16

TUNJUK: H Alwi Moerad menunjukkan Alquran abad ke-16 miliknya. Alquran ini masih lengkap dan terbuat dari tinta emas.

Tak hanya sejarah awal munculnya resep makanan khas Lombok. Museum Kuliner Lesehan Taliwang Dalam Kampoeng Hj Salmah juga mengajak pengunjung menikmati peninggalan sejarah.

***

PELAN dan hati-hati H Alwi Moerad membersihkan benda antik di tangannya. Rasa cintanya pada benda antik dan peninggalan sejarah terlihat sangat besar. Khususnya budaya Sasak, Samawa, dan Mbojo (Sasambo). Hal ini terlihat dari banyaknya koleksi peninggalan sejarah ketiga suku ini.

Benda-benda tersebut terletak tak jauh dari meja makan. Semuanya tertata rapi dalam sebuah lemari tiga susun. Panjangnya kurang lebih tujuh meter.

Di bagian atas tersebut, tersimpan puluhan botol madu. Madu itu merupakan madu asli Sasak. Sementara pada susunan kedua terdapat beberapa peninggalan sejarah.

Ada keris peninggalan suku Sasak, Samawa dan Mbojo zaman dulu, tas masyarakat Sasak zaman dulu, kain tenun asli Lombok dan Sumbawa yang berusia 20 tahun lebih, peralatan pacuan kuda, teko besi, hingga topi masyarakat Sasak yang juga berusia puluhan tahun.

Tas masyarakat Sasak tersebut terlihat sangat unik. Terbuat dari kulit bambu dengan hiasan patung putri di atas penutupnya. Alwi mengatakan, tas ini dulunya biasa digunakan masyarakat untuk pergi belanja ke pasar. Entah itu oleh pria maupun wanita. Keberadaan tas itu sendiri saat ini hampir punah. “Saya beruntung bisa memilikinya,a�? kata Alwi.

Selain itu, di lesehan ini juga terdapat replika tempat istirahat (tidur) masyarakat zaman dulu. Setiap pengunjung yang datang, khususnya ibu yang memiliki anak bayi dan balita dapat menempatkan anak mereka di tempat itu. Hal ini sengaja dibuat agar pengunjung bisa menikmati semua suguhan tanpa ada gangguan.

“Saya selalu memikirkan kenyamanan pengunjung. Mereka bisa menikmati peninggalan yang satu ini,a�? jelasnya.

Salah satu sejarah yang ditampilkan lagi, yakni replika bangunan istana dalam loka Sumbawa. Ini merupakan salah satu peninggalan sejarah kejayaan Sultan Sumbawa. Mulai dari bagian depan bangunan hingga ke dalam sangat mirip, meski tidak mengadopsi secara keseluruhan bangunan istana asli.

“Bagi yang tidak sempat berkunjung ke Sumbawa dapat mengobati sedikit rasa penasarannya di sini,a�? sambungnya.

Namun ada salah satu peninggalan sejarah yang paling menarik diantara puluhan peninggalan sejarah itu. Yakni Alquran terbitan abad ke-16.A� Alwi berhasil mendapatkan Alquran ini dari salah satu ulama di Desa Karang Bayan Narmada, Lombok Barat.

Saat itu, sekitar dua puluh tahun yang lalu, ia mendapat informasi dari keponakannya. Ia diberitahu jika ada sebuah Alquran antik di desa tersebut. Rasa cintanya pada benda antik mendorong dia untuk menemui pemilik Alquran tersebut.

Setibanya ia di desa Karang Bayan, ia pun menemui ulama tersebut. Benar saja, ia terpesona dengan wujud al quran tersebut. Meski terlihat sedikit usang, namun tulisan huruf masih terlihat jelas.

Hebatnya lagi, tulisan huruf Alquran tersebut terbuat dari tinta emas. Persis dengan yang dipakai pada abad ke 16 lalu. “Semua masih lengkap 30 juz, hanya saja ada sedikit bagian yang robek,a�? pungkasnya.

Namun tak serta merta ia memiliki Alquran tersebut. Setelah melalui proses diskusi cukup panjang, ulama tersebut akhirnya memberikan Alquran tersebut untuk dijaga. “Tentunya dengan sedikit pembayaran mahar,a�? akunya.

Hingga kini, Alquran ini selalu menyita perhatian pengunjung. Terutama umat islam dari berbagai penjuru kota yang datang berkunjung ke rumah makan tersebut.

Agar tetap awet, ia selalu menjaga seluruh koleksi benda antik dan peninggalan sejarah miliknya. Khususnya yang berada di dalam lemari panjang. Setiap hari ia selalu membersihkannya dari segala macam kotoran dan debu. “Setiap hari selalu saya lap agar tetap terawat,a�? tandasnya. (FERIAL AYU, Mataram/r5)

Berita Lainnya

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Ayo, Keruk Sungai Ancar!

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Harus Nabung Stok Sabar

Redaksi LombokPost