Lombok Post
Headline Sumbawa

Panglima TNI: Hukum Indonesia Telalu Lunak

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo

SUMBAWA – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyebutkan Indonesia saat ini mendapatkan ancaman dari luar negeri dari dalam negeri. Salah satu ancaman yang beberapa kali terjadi adalah terorisme. Hukum Indonesia yang terlalu lunak ditengarai menjadi penyebab teroris tumbuh subur.

Padahal teroris merupakan salah satu cara bagi negara lain untuk masuk ke dalam Indonesia. Narkoba juga merupakan ancaman bagi semua pihak. Dimana tahun 2016 ada 2 persen atau sekitar 5,1 Juta penduduk Indonesia menyalahgunakan narkoba.

”Ini seperti fenomena gunung es,” ujar jenderal bintang empat ini saat memberikan kuliah umum di Universitas Samawa di Sumbawa, kemarin (29/12).

Dikatakan, Indonesia merupakan negara yang kaya sumber daya alam. Sehingga negara lain sangat menginginkan menguasai Indonesia. Di hadapan civitas akademika Universitas Sawama dia berpesan waspada atas upaya asing yang ingin menguasai Indonesia.

”Bagaimana cara mengatasi semua itu? Cara mengatasi semua itu adalah Bhineka Tunggal Ika. NKRI milik kita bersama, bukan milik perorangan maupun golongan. Mari kita bersatu padu dan bergotong royong untuk menjadi negara pemenang,” ujarnya.

Dalam paparannya, Gatot mengatakan, bangsa Indonesia merupakan bangsa pejuangA� yang meraih kemerdekaannya dengan berjuang. Indonesia adalah negara para patriot dan kesatria yang meraih kemerdekaan secara bersama-sama atau bergotong-royong. Pada zaman globalisasi ini, masyarakat harus bisa berjuang untuk bisa menjadi pemenang.

Dipaparkan Jenderal Gatot, saat ini pertumbuhan penduduk setiap enam tahun mencapai 1 miliar jiwa. Sedangkan idealnya daya tampung bumi hanya bisa menampung sekitar tiga sampai empat miliar jiwa.

”Ini sudah menunjukkan bahwa bumi kita sudah overload,” katanya.

Menurutnya, dengan peningkatan penduduk tersebut, energi bumi semakin langka. Sehingga nantinya manusia akan beralih ke energi hayati. Dimana energi hayati tersebut berada di garis ekuator. Salah satunya di Indonesia. Kesuburan wilayah ekuator tersebut akan menimbulkan kesenjangan di bidang ekonomi dan akan menimbulkan krisis atau konflik ekonomi.

Posisi NKRI yang strategis menjadi incaran negara lain. Negara A�yang tidak berada di wilayah ekuator akan berkompetisi mencari pangan, air dan energi di kawasan ekuator.

a�?Hal ini bisa menjadi ancaman bagi NKRI,a��a�� katanya.

Panglima TNI mencontohkan Pulau Masela dan Pulau Saumlaki yang kaya akan sumber daya energi yang jaraknya hanya dua jam dari Australia menjadi incaran negara lain. Saat ini ada sekitar 1.500 pasukan marinir AS sudah ditempatkan di Darwin, Australia. (run/r4)

Berita Lainnya

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost