Lombok Post
Pendidikan

Yayasan Syekh Ali Jaber Wakaf Quran Braille Digital

WAKAF ALQURAN: Ketua Yayasan Syekh Ali Jaber Habib Abdurrahman Habsyi menyalurkan Alquran Braille Digital kepada siswa dan masyarakat penyandang distabilitas tuna netra di SLB A YPTN Selagalas, kemarin (29/12).

MATARAM a�� Yayasan Syekh Ali Jaber wakafkan ratusan Quran braille digital kepada siswa dan masyarakat penyandang distabilitas tuna netra di NTB. Wakaf Quran diharapkan bisa mempermudah masyarakat tuna netra bisa membaca dan menghafal A�Alquran.

a�?Saya rasa saudara kita yang tuna netra sangat membutuhkan Quran braille digital karena daya ingatnya cukup kuat,a�? kata Ketua Yayasan Syekh Ali Jaber Habib Abdurrahman Habsyi, kemarin (29/12).

Para penyandang tuna netra baik yang statusnya siswa maupun tidak berkumpul di SLB A YPTN Selagalas Mataram. Ada yang datang dari kabupaten Lombok Tengah, KLU, Lobar, Lotim, dan Kota Mataram. Antusias mereka bisa membaca dan menghafal Alquran cukup tinggi. Pasalnya, beberapa mereka yang datang juga dari qoriah yang penyandang distabilitas tuna netra.

Alquran braille digital didesain mirip laptop, namun lebih ringan. Alquran braille ini sama seperti Alquran pada umumnya. Hanya saja ada fitur tambahan seperti bisa memilih ayat dan surah yang ingin dihafal. Selain itu, Alquran ini dilengkapi dengan mengajarkan para penggunanya membaca Alquran dengan baik dan benar. a�?Ini akan memudahkan saudara kita yang tidak bisa melihat bisa menghafal dan membaca Alquran,a�? imbuh Habib.

Ia mengatakan, saudara kita penyandang distabilitas tuna netra daya ingatnya cukup kuat. Kondisi ini ia ingin mempermudah bisa membaca dan menghafal Alquran.

a�?Mudahan ini bisa bermanfaat bagi mereka,a�? urainya.

Alquran braille digital diproduksi sendiri yang dilakukan di Malaysia dengan alat yang cukup canggih. Alquran ini dibuat mirip laptop dengan dilengkapi charger. a�?Kalau mati bisa dicash,a�? singkat dia.

Dari laporan diterima Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITMI) maka Alquran braille digital dibagikan 115 unit. Ini dinilai sangat kurang, sehingga nantinya ia A�meminta ITMIA� bisa memastikan berapa jumlah penyandang distabilitas tuna netra di NTB agar diwakafkan lebih banyak lagi.

Sekjen DPP ITMIA� Bayu Yulianto mengatakan, peyandang distabilitas tuna netra perlu penanganan khusus. Ia tahu ITMI masih banyak kekurangan dalam memberikan kontribusi kepada para penyandang distabilitas tuna netra. Meski demikian, ia akan membuat program pelatihan membaca Alquran braille. a�?Kami ingin penyandang tuna netra bisa membaca Alquran. Bahkan kalau bisa menghafal,a�? ujar Bayu.

Sementara itu Kakanwil Kemenag NTB H Sulaiman Hamid mengatakan, dari informasi yang didapatkan, sekitar 1.800 lebih Alquran braille diwakafkan di seluruh Indonesia. Ia ingin program ini nantinya bisa menjadi program nasional untuk kebutuhan saudara penyandang distabilitas tuna netra. Kedepan ia ingin masyarakat NTB yang tuna netra memliki Alquran braille untuk meningkatkan minat membaca Alquran. a�?Ini sangat baik untuk masyarakat guna bisa membaca Alquran,a�? ucap dia. (jay/r9)

Berita Lainnya

Kasek Harus Memiliki Sertifikat Cakep Nasional

Redaksi LombokPost

500 Mahasiswa UNW Ikuti PERTAMA

Redaksi LombokPost

Jurusan Pertanian SMKN 7 Mataram Kurang Diminati

Redaksi LombokPost

KBM di Kota Mataram Mulai Normal

Redaksi LombokPost

Bantuan Kemendikbud Untuk Guru PNS Rp 1,5 Juta, Honor Rp 2 Juta

Redaksi Lombok Post

Bhayangkari Percantik Taman Baca di Pesisir Pantai

Redaksi LombokPost

Sintya, Siswi MAN 1 Mataram Juara Ajang KSM Bidang Fisika

Redaksi LombokPost

SMAN 10 Mataram Kekurangan Siswa

Redaksi LombokPost

Dua Siswa Lotim Masuk Tim Paskibraka Nasional

Redaksi LombokPost