Lombok Post
Metropolis

Liburan a�?Di Tempata�? Sampah

DI ANTARA SAMPAH : Sampah di pesisir Pantai Loang Baloq terlihat menganggu pemandangan dan kenyamanan wisatawan yang menikmati liburan kemarin (1/1) Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAM a�� Sejumlah objek wisata di Kota Mataram diserbu warga. Baik dari dalam kota hingga luar kota. Memanfaatkan momentum tahun baru masehi 1 Januari 2017 kemarin, warga berduyun-duyun memadati lokasi pariwisata menikmati liburan bersama keluarga.

Sayangnya, di tengah hiruk pikuk warga yang menikmati liburan ada pemandangan kurang menyenangkan. Apalagi kalau bukan sampah. Salah satu kawasan yang masih awet kotor, meski sudah berulang kali disoroti media adalah Pantai Loang Baloq.

a�?Itu sampah datangnya dari tiga muara Sungai Brenyok, Ancar sama Jangkuk,a�? kata Camat Sekarbela Hariadi.

Disebutkan, pihak kecamatan berupaya menggerakan warga membersihkan kawasan pantai. a�?Terakhir kemarin (30/12/2016), kita bersama-sama adakan gerakan bersih-bersih. Tetapi setelah itu kotor lagi,a�? terang Hariadi.

Bahkan, sebelum dibangun jeti, kondisi sampah di sepanjang Sungai Loang Baloq lebih parah lagi. Hariadi mengakui, persoalan sampah itu membuat geliat pariwisata terganggu.

Dirinya berharap dinas yang menangani persoalan sampah yakni Dinas Lingkungan Hidup, nantinya mampu mengatasi persoalan sampah di Loang Baloq. Sarana tempat membuang sampah di sekitar Loang Baloq juga dihareapkan bisa ditambah.

a�?Sehingga pedagang atau pengunjung tidak buang sampah ke muara,a�? harapnya.

Dari pantauan Lombok Post kemarin, sampah menumpuk di sekitar Pantai Loang Baloq. Hal ini dikeluhkan warga yang datang berkunjung.

a�?Tahu begini kita ke senggigi saja tadi,a�? kata Rusman, wisatawan asal Kidang, Lombok Tengah yang mengaku datang dengan keluarga.

Begitu juga dengan Neni Aliandri yang mengaku datang jauh-jauh datang dari Tanjung, Lombok Utara. Tadinya ia berencana ingin berwisata ke sejumlah pusat perbelanjaan. Tetapi karena rombongan mengajak mengunjungi pantai, mereka singgah ke Loang Baloq.

a�?Kalau di sini bisa kunjungi tiga tempat sekaligus. Makam, taman dan pantai. Tapi pantainya kotor, seperti air orok-orok,a�? sindirnya, melihat air yang keruh menghitam.

Terpisah, Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram I Ketut Sugiartha menyayangkan kondisi pantai yang kumuh. a�?Keterlibatan masyarakat memang penting. Tetapi pemerintah sudah seharusnya lebih inovatif,a�? ujar Sugiartha.

Jika masyarakat sudah sadar tidak membuang sampah sembarangan, pasti akan berdampak pada kebersihan tempat wisata. Realitanya, masih banyak warga yang gemar memebuang sampah ke sungai. Akibatnya, muara sungai yang berimpitan langsung dengan bibir pantai mau tidak mau terkena dampaknya.

a�?Saya melihat manajerial tempat wisata juga masih jauh dari harapan,a�? kritiknya.

Dia menambahkan, kalau saja retribusi parkir yang didapat dari kunjungan wisatawan bisa terkelola dengan benar, maka tentu tidak sulit bagi pengelola tempat wisata menambah jumlah tenaga kebersihan. Tetapi ia melihat ada kebocoran pengelolaan retrebusi tempat wisata. Alhasil dampaknya pun meluas hingga persoalan kebersihan lokasi wisata. (zad/r3)

Berita Lainnya

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost

SPSI Usul UMK Rp 2,13 Juta

Redaksi LombokPost

Rumah Belum Jadi, Tenda Kemasukan Air

Redaksi LombokPost

Pasca Gempa, BPS Belum Keluarkan Data Kemiskinan

Redaksi LombokPost

Kalau Lagi Mood, Lima Jam Bisa Selesai

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost