Lombok Post
Metropolis

Kapan Kelarnya Kalau Begini?

TERTANGKAP BASAH: Salah seorang perempuan dari BTN Belencong Lombok Barat tertangkap basah membuang sampah di ujung jembatan Keluarahan Rembiga, perbatasan antara Mataram dan Lobar, kemarin pagi (2/1). IST

MATARAM – Permasalahan sampah yang terjadi di Kota Mataram masih jadi problem serius. Seperti yang terjadi di Kelurahan Rembiga.

Salah seorang wanita dari luar kelurahan tersebut, kemarin tertangkap basah. Ia ketahuan membuang sampah di ujung jembatan Kelurahan Rembiga, A�perbatasan Kota Mataram dan Lombok Barat.

a�?Kejadiannya pagi buta saat saya turun meninjau ke lapangan tadi (kemarin, Red),a�? kata Sunardi, lurah Rembiga, kemarin (2/1).

Ia menuturkan, sekitar pukul 05.30 Wita ia melakukan pemantauan orang buang sampah sembarangan di wilayahnya. Saat itu ia melihat salah seorang perempuan hendak membuang sampah di pinggir jalan.

Setelah ditanya, wanita yang tidak disebutkan namanya tersebut berasal dari BTN Belencong Lombok Barat. Sunardi langsung memintanya untuk mengangkut kembali sampah itu dan dibawa pulang.

“Tempat sampah ini hanya diperuntukkan untuk warga Kelurahan Rembiga,” tegasnya.

Sunardi mengaku memberikan perhatian khusus mengenai masalah sampah. Itu dilakukan karena sejauh ini, masalah sampah belum ditemukan solusinya. Padahal dampak negatif sampah sangat banyak. Mulai dari merusak lingkungan hingga membahayakan kesehatan masyarakat.

Sampah yang menumpuk dapat menimbulkan bau tidak sedap. Bau tersebut menandakan banyak kuman di dalamnya. Hal ini yang akhirnya mengundang berbagai penyakit.

Sunardi mengaku, ia ingin merubah pola hidup masyarakat. Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan. Ia juga ingin menegakkan peraturan yang dibuat pemerintah. Yakni perda tentang membuang sampah. a�?Agar tidak dikira perda ompong,a�? kata Sunardi.

Ia mengaku sejauh ini, usahanya itu cukup berhasil. Masyarakat mulai sadar untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat. Terutama di tempat saluran air pembuangan.

Namun menurut Sunardi, A�ketika warganya sadar, justru sampah dari luar Rembiga datang. Sampah tersebut diduga berasal dari Lombok Barat. Seperti Sesela dan Gunungsari. Warga Lobar yang melewati jalan raya Rembiga membuang sampah di tepi jalan.

Karena itu, Sunardi meminta Pemkab Lobar dapat mencontoh Kota Mataram. Salah satunya dengan petugas pengangkut sampah yang mengambil sampah langsung di rumah warga. Dengan begitu sampah tak lagi dibawa dan dibuang di jalan. (fer/r5)

Berita Lainnya

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost

Ayo, Keruk Sungai Ancar!

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Harus Nabung Stok Sabar

Redaksi LombokPost

Pol PP Mengeluh Lagi

Redaksi LombokPost

Evi: Kasihan Pak Sudenom

Redaksi LombokPost

Yang Lolos TKD Jangan Senang Dulu!

Redaksi LombokPost

Sekolah Sesak, ABK Terdesak

Redaksi LombokPost

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost