Lombok Post
Metropolis

Sinyal Kelola Tiga Asset

TIDAK MAKSIMAL: Pasar seni Sayang-sayang tampak sepi pengunjung. Hal ini karena pengelolaan yang dinilai belum maksimal. Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAM – Sektor pariwisata di Kota Mataram dinilai masih bisa digenjot lebih maksimal lagi. Meski jumlah kunjungan wisatawan melampaui target tahun 2016 lalu, namun ada beberapa fasilitas pariwisata masih belum terkelola maksimal.

Misalnya Pasar Seni Sayang-sayang, Taman Rekreasi Loang Baloq dan Pantai Ampenan. Tiga objek wisata ini dinilai sangat potensial. Serta mendapat atensi khusus dari para wisatawan. Khusunya Taman Loang Baloq dan Pantai Ampenan.

a�?Sayangnya penerimaan daerah dari sektor ini dinilai belum maksimal,a�? kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Abdul Latif Nadjib.

Bahkan tidak hanya tiga sektor ini. Latif juga menilai beberapa aset pariwisata di Kota Mataram belum memberikan kontribusi maksimal pada penerimaan daerah. Akibatnya muncul ketimpangan. Antara pemasukan dengan pengeluaran untuk pemugaran fasilitas di tempat wisata itu.

a�?Kalau saya dengar dari pak Sekda kemarin, tiga tempat itu akan diserahkan pada Dinas Pariwisata untuk pengelolaanya,a�? beber Latif.

Sebenarnya sudah sejak lama, Latif menyampaikan keinginannya agar Dinas Pariwisata bisa mengelola salah satu aset daerah. Apalagi beberapa waktu lalu, sejumlah anggota dewan juga pernah mempertanyakan kontribusi Dinas Pariwisata (sebelumnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Red), pada peningkatan PAD daerah.

a�?Dan sepertinya di 2017 nanti baru direspon,a�? ujarnya.

Ia pun membeberkan rencananya jika benar tiga aset itu diserahkan pada pihaknya. Latif berencana untuk menyerahkan pengelolaan tiga aset itu pada pihak ketiga. Menurutnya, hanya dengan cara ini, pengelolaan aset bisa profesional. Terutama dalam mencapai target pendapatan bagi daerah.

a�?Ada banyak keuntungan yang bisa tercapai dengan diserahkan pada pihak ketiga, mulai dari pendapatan daerah maksimal, parkir juga bisa maksimal hingga penataan destinasi wisatanya,a�? terang dia.

Ini jauh lebih efektif dari pada ambisi mengelola sendiri. Tetapi realitanya belum ada sumber daya manusia yang memadai untuk mengelola dengan cara profesional.

Sejauh ini ia memastikan sudah ada banyak pihak ketiga yang berminat mengelola tiga aset pariwisata itu A�a�?Mereka (pihak ketiga) minta pada saya, tapi saya katakan itu tidak di bawah kami. Nah kalau benar nanti diserahkan pengelolaan pada kami, tawaran itu bisa kita berikan pada mereka. Sudah banyak yang tertarik,a�? jaminnya.

Sebelumnya, sejumlah pihak menyampaikan persetujuannya jika Dinas Pariwisata punya aset yang dikelola. Sejumlah pedagang di pasar seni Sayang-sayang juga sempat mengaku miris dengan persoalan kawasan lapak tempat mereka berjualan. Terutama terkait promosi, event dan pengelolaan.

Mereka juga menyampaikan harapannya pada Dinas Pariwisata jika benar-benar terpilih menangani kawasan pasar seni. Sehingga jumlah pengunjung yang datang ke tempat itu bisa meningkat. (zad/r5)

Berita Lainnya

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost