Lombok Post
Headline Selong

RS Swasta Tetap Bermitra dengan BPJS

MITRA BPJS KESEHATAN: Inilah Rumah Sakit Islam (RSI) Namira yang masih tetap melayani pasien BPJS Kesehatan.TONI/LOMBOK POST

SELONG – Berbeda dengan sejumlah rumah sakit swasta di Kota Mataram, Rumah Sakit swasta di wilayah Lombok Timur (Lotim) masih menjalin kerjasama dengan BPJS Kesehatan. Salah satunya, Rumah Sakit Islam (RSI) Namira.

a�?Memang pemberlakuan Permenkes nomor 64 ini membuat kami di rumah sakit swasta rugi. Tapi setelah kami komunikasikan dengan yayasan, kami diminta tetap kerjasama dengan BPJS Kesehatan,a�? kata Direktur RSI Namira dr. H Basirun kepada Lombok Post.

Berdasarkan Permenkes nomor 64 tahun 2016 dijelaskan dr. H Basirun bahwa pasien BPJS Kesehatan yang ingin naik kelas ke VIP hanya membayar selisih biaya kamar. Sedangkan semua biaya yang lain mulai obat-obatan dan penunjang yang lain menjadi tanggung jawab pihak rumah sakit. Bagi RS Swasta hal inilah yang dinilai sangat merugikan.

a�?Karena awalnya kan dari sini kami mendapatkan pendapatan untuk operasional rumah sakit. Kami ini tidak disubsidi pemerintah. Apalagi ini kan atas keinginan pasien sendiri,a�? terangnya.

Namun demikian, RSI Namira tetap menjalin kerjasama dengan BPJS Kesehatan Cabang Selong. Karena dijelaskan RSI Namira berada di bawah naungan Yayasan Islam Namira Pancor. a�?Kami tidak profit oriented. Tapi kami juga tetap butuh biaya untuk operasional. Tapi Yayasan meminta kami tetap bekerjasama dengan BPJS Kesehatan,a�? kata dia.

H Basirudin menjelaskan bahwa saat ini 80 persen pasien RSI Namira berasal dari peserta BPJS Kesehatan. Hal inilah yang membuat pihak rumah sakit mempertimbangkan kembali untuk berhenti bekerjasama dengan BPJS Kesehataan.

a�?Kasihan pasien kami nanti kalau kami tidak kerjasama lagi dengan BPJS Kesehatan. Kami berharap ke depan mudah-mudahan ada perbaikan peraturan,a�? ungkapnya.

Senada dengan pihak rumah sakit swasta, rumah sakit pemerintah juga mulai mengeluhkan adanya aturan Permenken nomor 64 tahun 2016 ini. a�?Dari sisi finansial itu merugikan. Prediksi jumlah pasien ke RSUD akan meningkat, bisa tidak tertampung. Kami harus adaptasi,a�? kata Direktur RSUD R Soedjono Selong dr. Karsito.

Menurutnya dana operasional akan menurun, karena menurunnya pemasukan dari ruang VIP.

a�?Tentu akan ada pengaturan berikutnya, akan memberi hambatan bagi pasien-pasien yg menginginkan pelayanan lebih. Jadi harus benar-bebar sesuai indikasi,a�? sambungnya.

Pihak BPJS Kesehatan yang dikonfirmasi Lombok Post melalui Kepala Unit Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Selong, Gusti Ayu Prita Aristhi memberikan keterangan. a�?Untuk sementara Rumah sakit swasta yang ada di Lotim masih kerjasama,a�? jelasnya.

Ia juga membenarkan bahwa aturan terbaru dari Permenkes nomor 64 tahun 2016 ini mengatur pasien BPJS Kesehatan tak perlu lagi membayar IUR biaya berobat dan perawatan dokter di kelas VIP. a�?Hanya membayar seilisih IUR kamar VIP,a�? tandasnya. (ton/r2)

Berita Lainnya

Kades Jangan Alergi Diperiksa!

Redaksi LombokPost

Surya Paloh Road Show ke Lombok

Redaksi LombokPost

Lima Spa Abal-Abal Ditertibkan

Redaksi Lombok Post

Suka Duka Mahasiswa Bumi Gora Menuntut Ilmu di Benua Biru (2)

Redaksi Lombok Post

Bunuh Diri kok Hobi

Redaksi Lombok Post

Dua Kafe Siapkan Wanita Penghibur

Redaksi Lombok Post

Suka Duka Mahasiswa NTB Menuntut Ilmu di Eropa (1)

Redaksi Lombok Post

Efek Pemberlakuan Sistem Zonasi, Siswa Tak Perlu Daftar Sekolah Lagi

Redaksi Lombok Post

Didukung Warga, Ustad Budi Tak Gentar Dikepung Calon Petahana

Redaksi Lombok Post