Lombok Post
Sumbawa

Bayi Baru Lahir Diduga Meninggal saat Dirawat

Bayi
ilustrasi

SUMBAWA – Untuk kesekian kalinya keluarga pasien mengeluhkan pelayanan RSUD Sumbawa. Kali ini, keluhan datang dari keluarga pasangan Mahmud dan Desi. Pasalnya, bayi mereka yang baru lahir diduga meninggal dunia saat dalam perawatan.

Ramdan, mewakili pihak keluarga menyampaikan keberatan. Sebab, meninggalnya bayi pasangan Mahmud dan Desi ini dinilai tidak wajar. Meski dalam kondisi prematur, namun bayi yang belum sempat diberi nama itu lahir dalam kondisi sehat.

Bayi berjenis kelamin perempuan itu lahir pada hari Rabu 28 Desember 2016. Dalam rentang waktu sekitar enam hari hingga Selasa (3/1) lalu, kondisi fisik bayi tersebut baik. Kondisi ini juga sempat didokumentasikan oleh orang tuanya. Namun pada hari Rabu (4/1) kondisi fisik bayi sudah berubah.

Dimana bagian mata dari bayi itu terlihat lebam dan menghitam. Bagian perut dari bayi tersebut juga terlihat menghitam. Bayi itu akhirnya meninggal pada hari Rabu (4/1) sekitar pukul 20.30 Wita. Bahkan saat hendak dimandikan, penutup bagian perutnya tidak bisa dibuka. Karena ada kapas yang lengket yang dipasang dari rumah sakit. Karena itu, pihaknya mempertanyakan pihak RSUD Sumbawa mengenai penyebab meninggalnya bayi tersebut.

a�?a��Pihak keluarga masih belum bisa menerima apa yang disampaikan pihak rumah sakit. Kami akan tetap mencari solusi lain. Mungkin kami akan menempuh jalur hukum,a�? ujarnya, kemarin.

Dokter spesialis anak RSUD Sumbawa dr Diani Dinar Santi yang dikonfirmasi mengatakan, bayi ibu Desi lahir pada 28 Desember 2016. Riwayat lahirnya secara spontan dengan usia kehamilan prematur. Seharusnya itu usia kehamilannya 37 minggu minggu lebih. Tapi bayi ibu Desi ini lahir di usia kehamilanya 29 minggu. Kedua berat lahirnya sangat rendah.

a�?a��Sebagai gambaran normalnya berat lahir ini 2.500 gram, sementara bayi ibu Desi beratnya 1. 200 gram,a�? katanya.

Pada saat bayinya lahir dalam kondisi tidak langsung menangis. Dalam bahasa medisnya tergolong aspeksia. Pihak rumah sakit melakukan perawatan terhadap bayi itu. Diantaranya perawatan pertama dalam rangka menyelamatkan bayi ketika lahir. Dengan cara menghangatkan bayi, memposisikan, dan lain sebagainya. Sampai bayinya cukup stabil dipindahkan ke ruang intensif untuk bayi baru lahir yang namanya perawatan NICCU.

Perawatan NICCU dilakukan selama delapan hari. Dia merawat bayi ini terhitung sejak 1 Januari 2017. Karena memang sebelumnya ada pergantian dengan dokter penanggungjawab pasien. Pada sat perawtan hari ketujuh dia melakukan perawatan terhadap bayi itu.

a�?a��Memang kondisi awalnya bayinya gerak lemah, kemudian menangisnya lemah, dan menyusunya tidak kuat. Sehingga dilakukan pemberian susu lewat selang minum. Dan pada saat itu kondisi bayinya kuning,a�? terangnya.

Dalam perjalanannya, kata dia, bayi ini sesak nafas yang ditandai dengan merintih. Kemudian didapatkan kebiruan pada bibir serta tangan dan kaki bayi tersebut. Serta dengan kondisi detak jantung yang semakin lama semakin cepat dan suhu badan yang semakin lama semakin dingin.

Karenanya, bayi itu tetap dirawat di dalam inkubator untuk dihangatkan. Kemudian diberikan bantuan oksigen. Dimana oksigen semakin lama semakin ditingkatkan. Yang awalnya adalah oksigen biasa kemudian menggunakan oksigen yang memakai tekanan. Atau istilahnya sipet. Kemudian dilakukan pototerapi terhadap bayi karena kondisinya kuning.

Saat hari kedelapan, bayinya dipindahkan lagi. Karena kondisinya semakin sesak, bayi itu dipindahkan menggunakan oksigen yang tekanan kita ganti dengan memakai alat. Karena kondisinya semakin lemah, bayi semakin sesak nafas.

a�?a��Waktu itu sudah saya lakukan KIE (komunikasi, informasi dan edikasi, red) kepada keluarga. Namun orang tuanya tidak datang. Saya tidak tahu alasannya,a�? jelasnya.

Atas pertimbangan mengancam nyawa, dilakukan pemasangan alat di dalam ventilator, pemasangan infus dan alat lainnya. Setelah setengah jam menggunakan alat, barulah pihaknya bertemu dengan orang tua bayi. Dalam perjalanan klinisnya memang bayinya belum ada perkembangan.

Dikatakan, pemberian oksigen, infus dan bantuan peralatan untuk bayi telah dilakukan. Memang kondisinya tidak dapat dipertahankan sehingga bayi dinyatkan meninggal dunia pada 4 Januari pukul 20.30 Wita.

A�Adapun diagnosis pada bayi ini adalah pertama kurang bulan dengan berat badan lahir yang sangat rendah, aspeksia berat, kemudian mengalami infeksi leonatus atau seksis. Dimana infeksinya sudah mengenai semua badan juga disertai juga dengan kuning dengan kegagalan pernafasan serta gagal jantung. Serta didapatkan juga adanya pendarahan pada saluran cerna.

A�Jika dikatakan bagian wajah bayi seperti terbakar, dia menegaska itu bukan. Namun kondisi seperti itu menandakan adanya selaput pendarahan. Pendarahan yang pertama pada anak atau bayi yang awalnya pendrahan yang ada di kulit. Mungkin kalau dilihat secara gampangnya ada bintink pendarahan. Makin lama kondisi anak atau bayinya memberat secara klinik, pendatahannya semakin nayata, semakin masuk ke dalam pembuluh darah. Ditandai dengan pendarahannya sepeti lebam. Awalnya bintik merah menjadi warna keunguan.

A�Ketika disinggung mengenai ada indikasi penanganan yang kurang cermat, kata dia, upaya maksimal sudah dilakukan dalam penanganan sang bayi. Pada anak dengan kondisi bayi baru lahir yang prematur dan berat badan yang rendah, secara teori sudah risiko terjadi kematian dalam 30 hari. Dalam hal ini, dua hal itu sudah dimiliki oleh sang bayi. Saat lahir, sang bayi juga tidak memiliki jaringan lemak. Karena berat badannya sedikit, sehingg mudah dingin.

A�Kemudian, paru-parunya belum berkembang secara sempurna. Bayi tersebut juga kekurangan zat, sehingga untuk mengembangkan paru-paru itu tidak bisa.

A�a�?a��Pada saat keluarin nafas, tarik lagi, kolaps paru-parunya. Kempis-kembangnya tidak bagus,a�? katanya.

A�Selain itu, sistem pembuluh darahnya juga mudah rapuh. Sehingga yang terjadi adalah bayinya mudah dingin dan pembuluh darahnya mudah pecah. Yang terjadi adalah pendarahan. Kemudian otak kirinya belum berfungsi secara sempurna. Padahal otak itu pusat mengatur suhu, pusat untuk daya tahan tubuh dan lain sebagainya. Penanganan yang diberikan terhadap si bayi juga sudah maksimal.

A�Dipaparkan, kondisi bayi dengan berat lahir sangat rendah dengan usia kehamilan yang sangat prematur tidak bisa dikatakan kondisinya normal. Ketika bayi itu direkomendasi berada di dalam inkubator, berarti kondisinya tidak normal. Ketika bayi di pasangi oksigen juga bukan dalam kondisi normal.

A�Mengenai kondisi bayi yang terlihat basah, karena setiap hari bayinya dilap dan diberikan salep yang dioleskan pada mata dan kulit bayi. Salep itu sendiri bahannya lemak, jadi sedikit berair dan sulit meresap. Pihaknya juga selalu mengawasi suhu dalam inkubator. Dengan suhu sampai 40 derajat celcius, tidak sampai menimbulkan luka terbakar pada bayi. Data terkait bayi tersebut juga terekam setiap enam jam sekali. Namun dia dan teman di ruangannya tetap siaga 24 jam selama perawatan bayi.

A�Direktur RSUD Sumbawa dr. Selvi menambahkan, perawatan sudah dilakukan dengan alat yang dimiliki samaksimal mungkin. Artinya secara ilmu kedokteran oleh dokter spesialis anak itu sudah dilaksanakan dengan semaksimal mungkin. Pada kondisi awal saja dengan berat badan dan umur kehamilan kecil, tentu organ tubuh itu tidak sempurna. Sehingga kemungkinan mengalami infeksi dan komplikasi, dibanding bayi yang lahir normal.

A�a�?a��Kalau kami secara prosedural memberikan KIE sudah penuh kepada keluarganya. Kami tidak menyembunyikan sesuatu. Kami sudah menyampaikan ada adanya. Yang kami lakukan kami sampaikan. Itu terbukti dengan apa yang tertulis di dalam rekam medis yang tidak mungkin dibohongi,a�? paparnya. (run/r4)

Berita Lainnya

Dana Bantuan Korban Gempa Cair Pekan Ini

Redaksi LombokPost

Perpustakaan Cempi Jaya Banggakan Dompu

Redaksi LombokPost

Minyak Sumbawa Sangat Layak Menasional

Redaksi LombokPost

Puluhan Lampu Terpasang, Kota Bima Semakin Terang

Redaksi LombokPost

KPU Dompu Publikasikan Daftar Caleg Sementara

Redaksi LombokPost

Pelayanan RSUD Sumbawa Mulai Dibenahi

Jalan Teladan-Kelawis dan Batu Rotok Tuntas

Berkas SMKN Lunyuk Dikirim ke Kejaksaan

Istri Jadi TKW, GT Hamili Anak Kandungnya