Lombok Post
Headline Pendidikan

Pola Baru UN Bisa Rugikan Siswa

Wakil Rektor (WR) I Universitas Mataram (Unram) Prof Lalu Wiresapta Karyadi. Rojai/Lombok Post

MATARAMA�a�� Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) siswa bisa memilih mata pelajaran diujikan pada UN April mendatang berpotensi siswa tidak bisa diakomodir masuk perguruan tinggi (PT). Pasalnya, nilai UN jenjang SMA sederajat dipertimbangkan masuk PTN, khususnya jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). a�?Selain nilai raport, kita memakai hasil UN pada jalur SNMPTN,a�? kata Wakil Rektor (WR) I Universitas Mataram (Unram) Prof Lalu Wiresapta Karyadi, kemarin (6/1).

Ia menjelaskan,A� nilai UN digunakan kepada siswa yang mendaftar masuk PTN jalur SNMPTN. Sementara untuk A�jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan jalur mandiri menggunakan tes tulis.

Meski demikian, pola UN A�berubah ini nantinya jangan sampai merugikan siswa. Pada jalur SNMPTN biasanya setiap mata pelajaran A�di UNkan masuk dalam pembobotan nilai. Ia mencotohkan, calon mahasiswa yang memilih Fakultas Kedokteran (FK) maka nilai UN mata pelajaran biologi, fisika, dan kimia ada bobotnya masing-masing. a�?Biasanya bobot palingA� tinggi ada pada mapel biologi. Begitu juga dengan mapel lainnya,a�? sebut dia.

Jika nanti siswa memiliki nilai UN mapel fisika saja pada IPA apa PTN bisa menerima ? Wira mengatakan, belum tentu. Sebab, nilai siswa pada jalur SNMPTN harus utuh. Misalnya, siswa masuk FK nilai biologi harus tinggi. Tapi, pada UN nilainya tidak ada, karena siswa memilih mapel fisika. a�?Ini harus dikordinasikan dulu mungkin di pusat,a�? ucap dia.

Apa yang nanti menjadi kebijakan Kemendikbud ini jangan sampai merugikan siswa. Ia mengatakan, Kemendikbud dengan Kemenristekdikti harus ada komunikasi terlebih dahulu dengan pola UN. Sehingga, jangan sampai siswa dirugikan.

Tahun lalu kata Wire, hasil UN menjadi pertimbangan masuk PTN pada jalur SNMPTN. Sedangkan untuk jalur SBMPTN dan mandiri menggunakan tes tulis.

Wire juga menyebutkan, nilai UN A�bisa saja tidak memiliki fungsi pada jalur SNMPTN jika hasilnya telat dikeluarkan. Tidak mungkin PTN menunggu hasil UN keluar untuk menerima mahasiswa baru pada jalur SNMPTN. a�?Jika nilainya telat keluar maka kita tidak pakai,a�? ucap dia.

Terpisah Kepala SMAN 1 Mataram HL Fatwir Uzali cukup khawatir dengan pola UN yang diterapkan Kemendikbud tersebut. Pola UN ini akan mengancam siswa tidak bisa diterima di PTN diinginkan.

Selama ini kata dia, siswa yang diterima PTN jalur SNMPTN melampirkan hasil UN mereka. Misalnya, masuk fakultas kedokteran maka nilai UN mata pelajaran fisika, kimia, dan biologi harus ada. Jika nanti pada pola ini siswa hanya memiliki nilai satu mapel saja apa mungkin PTN akan menerima. a�?Ini yang kami khawatirkan,a�? ucap dia.

Ia mengatakan, SMAN 1 Mataram ini sebagian besar siswanya melanjutkan ke PT. Ia tidak ingin siswa dirugikan dengan kebijakan ini. Jika ingin pola UN seperti ini maka Kemendikbud harus melakukan kordinasi dengan Kemenristekdikti. Sehingga nantinya siswa tidak dirugikan. a�?Kalau sekolah lain mungkin bisa menerima karena tidak melanjutkan ke PT. Tapi kita yang semuanya melanjutkan ke PT,a�? kata dia.(jay/R9)

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost