Lombok Post
Kriminal

Polisi Bidik Tersangka Lain

TERUS DIKEMBANGKAN: Kapolres Lobar AKBP I Wayan Jiartana (kanan) didampingi Kasatreskrim Polres Lobar AKP Joko Tamtomo menunjukkan barang bukti hasil Pungli saat gelar perkara OTT Pungli di Mapolres Lobar, beberapa waktu lalu. ZAINUDDIN/LOMBOK POST

MATARAM – Perkembangan kasus dugaan suap yang melibatkan oknum staf Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lombok Barat (Lobar) berinisial ZA, berlanjut. Polisi memastikan akan membidik tersangka lain yang diduga terlibat.

Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono mengatakan, perkembangan kasus tersebut masih sangat terbuka. Kemungkinan untuk berkembang ke pejabat-pejabat lain, selalu ada.

a�?Tidak menutup kemungkinan itu. Bergantung dari hasil pemeriksaan saja,a�? kata Umar, kemarin (6/1).

Operasi Tangkap Tangan (OTT)A� terhadap ZA dilakukan pertengahan Desember tahun lalu. Sebelum penangkapan, petugas mendapat informasi tentang ZA membuat janji dan bertemu dengan dua kontraktor, di Kantor Sanggar Mutu Dinas Dikpora Lobar..

Setiba di lokasi tersebut, kontraktor itu menyerahkan uang sebesar Rp 17.350.000 kepada ZA. Selanjutnya, tim gabungan menangkap oknum pegawai dinas PU tersebut bersama barang bukti uang.

Kabarnya, uang tersebut digunakan sebagai fee pengawasan proyek. Besarannya konon ditetapkan sebanyak 5 persen dari total nilai proyek yang didapatkan kontraktor. Padahal, setiap pegawai Dinas PU yang melakukan pengawasan telah diberikan honor pengawasan.

Guna mengantisipasi kejadi serupa, Kapolda memastikan terus memberi atensi terhadap upaya praktik pungutan liar (Pungli) di instansi pemerintahan. Hanya saja, tim saber pungli masih kekurangan personel. Terutama dari pihak jaksa.

a�?Dari kejaksaan baru satu. Jadi akan kita minta tambahan, mungkin tiga atau empat orang lagi. Agar kedepannya setelah tertangkap bisa langsung diajukan tuntutan segera,a�? kata dia.

Dalam perkembangan kasus ini, Satreskrim Polres Lobar telah memeriksa sedikitnya delapan orang saksi. Kasatreskrim Polres Lobar AKP Joko Tamtomo mengatakan, saksi-saksi tersebut tentunya yang ada kaitannya dengan kasus pungutan liar yang terjadi penghujung tahun 2016 itu. Joko juga mengaku segera mengirim berkas perkara kepada jaksa, untuk mempercepat prosesnya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kajari) Mataram Andritama mengatakan, pelimpahan berkas tahap I untuk kasus OTT yang ditangani Polres Lobar, belum masuk ke meja jaksa peneliti. Sementara ini, hanya surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) yang diterima pihak Kajari Mataram.

a�?Baru SPDP saja, berkas (perkara, Red) belum masuk. SPDP itu masuknya akhir Desember tahun lalu,a�? kata dia saat dikonfirmasi Lombok Post, kemarin.(dit/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost