Lombok Post
Selong

Pengerukan Labuhan Haji Terancam Batal

BELUM BEROPERASI: Kapal pengeruk pasir Cai Jun 1 yang direncanakan beroperasi untuk mengeruk dasar kolam labuh Pelabuhan Labuhan Haji, Lombok Timur beberapa waktu lalu. TONI/LOMBOK POST

SELONGA�– A�Hingga saat ini pengerukan Kolam Labuh Pelabuhan Labuhan Haji belum juga dilakukan. Padahal, kontrak proyek ini berakhir 9 Desember lalu. Hingga saat ini, Pemkab Lombok Timur (Lotim) juga belum menentukan apakah pihak kontraktor akan diberikan perpanjangan waktu atau tidak.

a�?Mereka telah memohon perpanjangan waktu selama 50 hari sesuai dengan ketentuan undang-undang. Tapi masih belum kita berikan karena mereka harus memperpanjang jaminan uang mukanya di Bank dulu,a�? ucap Sekda Lotim H Rohman Farly ditemui di ruangannya Sabtu (7/1) lalu.

a�?Kalau dia sudah perpanjang jaminannya baru kami akan minta uraian kira-kira bagaimaana cara merekaa menyelesaikan pekerjaannya dalam waktu yang ada,a�? sambungnya.

Namun, jika pihak kontraktor tidak memberikan jaminan uang muka di Bank, maka Pemkab Lotim ditegaskannya akan memutus kontrak. Dimana, uang muka yang telah dibayarkan pemerintah kepada pihak kontraktor sebesar 20 persen atau sekitar Rp 8 miliar harus dikembalikan.

a�?Saat ini belum bisa dipastikan apakah akan diberikan perpanjangan atau tidak. Karena belum ada pemberitahuan kalau mereka telah memperpanjang jaminan di Bank,a�? jelasnya.

Perpanjangan waktu menjadi satu-satunya jalan untuk bisa dilaksanakannya proses pengerukan pasir kolam labuh Pelabuhan Labuhan Haji. Jika tidak dilakukan perpanjangan, maka pengerukan dipastikan kembali gagal. a�?Ya bisa dibilang begitu. Tetapi kegagalan itu bukan karena pemerintah melainkan karena pihak kontraktor,a�? jelasnya.

Tahun sebelumnya pengerukan kolam labuh ini juga sempat gagal dilakukan. Namun dari penjelasan Sekda itu belum bisa dikatakan gagal karena belum ada kontrak. a�?Yang sekang kalau tidak jadi baru bisa dikatakan gagal,a�? cetusnya.

PengerukanA� kolam labuh ini dianggarkan Pemkab Lotim sekitar Rp 38 miliar. Anggaran itu tidak bisa masuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran Lanjutan (DPAL). Mengingat pihak kontraktor belum mulai bekerja. Sehingga, jika tidak bisa dilaksanakan tahun ini maka anggaran tersebut akan dikembalikan ke kas negara menjadi Sisa Lebih Penghitungan Anggaran (SiLPA).

a�?Kami sudah mendapatkan penjelasan dari pihak kontraktor saat rapat di Kejari beberapa waktu lalu kalau saat ini mereka masih menunggu pipa elastis yang digunakan untuk mengeruk,a�? ungkap nya.

Sekda Rohman Farly juga menyinggung terkait keberadaan para tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang beraada di dalam kapal pengeruk. Menurutnya, pihak imigrasi seharusnya bisa mentolerir keberadaan mereka yang telah memiliki visa khusus untuk bekerja di atas kapal.

a�?Kami sudah bertemu dengan pihak Imigrasi dan mendapat informasi kalau mereka punya visa khusus dimana pekerjaannya hanya di atas kapal. Jika dalam pelaksanaannya mereka turun ke darat untuk bekerja namun masih berkaitan dengan pekerjaan yang di atas kapal kami berharap itu bisa ditolerir,a�? pintanya.

a�?Kecuali kalau mereka ke darat menyalahi visa khusus untuk bekerja di luar pengerukan atau tugasnya di sini. Misalnya jualan emas, jual tomat atau usaha yang lainnya, baru saya pikir itu melanggar,a�? imbuhnya.

Namun Sekretaris Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (STT) Lotim H Ridatul Yasa sebelumnya telah menjelaskan para TKA tak hanya harus dilengkapi visa khusus. Mereka juga harus dilengkapi dengan Dokumen Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) dan Izin Menggunakan Tenaga Asing (IMTA).

a�?Sayangnya sejak awal tidak ada koordinasi dengan kami. RPTKA dan IMTA itu harus dimiliki para pekerja ini sebagai syarat mereka untuk kerja di sebuah daerah,a�? jelasnya. (ton/r2)

Berita Lainnya

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost