Lombok Post
Headline Sumbawa

Sub Kontraktor AMNT Blokir Gate Benete

HADANG : Salah seorang pengusaha lokal melakukan aksi blokir jalan di Gate Benete, Kecamatan Maluk. Aksi ini dilakukan karena tagihan pekerjaan mereka sejak tiga bulan terakhir belum dilunasi PT AMNT. IST/RADAR SUMBAWA

TALIWANG a�� Ribuan invoice (tagihan,red) perusahaan sub kontraktor sampai saat ini belum juga dibayar PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Kabarnya, nilai invoice yang harus dibayar perusahaan pengganti PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) ini mencapai miliaran rupiah.

Invoice yang belum terbayar ini rata-rata sudah berusia tiga sampai empat bulan. Tunggakan pembayaran seperti ini merupakan yang pertama terjadi sejak tambang batu hijau beroperasi tahun 2000 lalu.

Tunggakan invoice ini enimbulkan aksi protes. Pekan lalu, beberapa perusahaan sub kontraktor lokal melakukan aksi penghadangan jalan di gate (pintu masuk) Benete. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes pengusaha kepada perusahaan yang terkesan mengabaikan kewajibannya tersebut.

Akibat pekerjaannya belum dibayar PTAMNT, perusahaan sub kontraktor, terutama perusahaan lokal setempat mengaku merugi. Tidak hanya merugi, sejumlah perusahaan sub kontraktor besar, bahkan terpaksa harus menunda pembayaran gaji bagi karyawan mereka. Beberapa perusahaan untuk sementara terpaksa mengalihkan para pekerjanya ke tempat lain.

Gate Benete yang menjadi salah satu akses masuk vital dalam lokasi tambang di hadang menggunakan sepeda motor. Aksi ini tentu saja membuat kaget banyak pihak. Akibat aksi ini, kendaraan tambang yang keluar masuk di pintu ini sempat terhenti beberapa jam.

Beruntung aksi itu segera bisa diakhiri. Aparat kepolisian yang diturunkan ke lokasi penghadangan melakukan upaya mediasi dan berusaha memfasilitasi tuntutan sub kontraktor ini kepada management PT AMNT.

a�?a��Kalau tidak ada tanggapan dari manajemen AMNT. Kami mengancam akan melakukan aksi lebih besar lagi. Karena ini menyangkut keberlangsungan perusahaan kami,a��a�� teriak para sub kontraktor yang belum dibayar.

Informasi yang berhasil dihimpun koran ini, tagihan yang belum dibayarkan PT AMNT ini rata-rata sudah memasuki usia tiga sampai empat bulan. Berbelit-belitnya alur pencairan keuangan di perusahaan itu, membuat ribuan invoice yang masuk menumpuk. Sejak PTNNT diganti AMNT, pola pengelolaan keuangan di perusahaan tambang tembaga dan emas ini berubah total. Jika sebelumnya cukup semua invoice ditanggani langsung masing-masing manejer, kali ini semua yang berkaitan dengan keuangan ditanggani langsung satu orang. Kondisi inilah yang kemudian membuat tagihan pekerjaan sub kontraktor ini menumpuk dan belum juga di proses.

Akibat tindakan AMNT ini, perusahaan sub kontraktor kelas raksasa pun ikut goyah. Jika tidak ada pembayaran selama beberapa pekan ke depan, dipastikan semua kegiatan operasional yang didukung sub kontraktor ini lumpuh total. Pasalnya, sebagian besar perusahaan sub kontraktor besar itu terpaksa harus menggunakan dana talangan terlebih dahulu untuk melunasi gaji para pekerja mereka.

Sementara itu, pihak AMNT yang berusaha dikonfirmasi terkait hal ini belum diperoleh keterangannya. Manager Departemen Komunikasi Rubi Purnomo yang berusaha dikonfirmasi koran ini kemarin tidak mendapat tanggapan. Saat dihubungi via ponsel, meski terdengar nada masuk namun tidaa ditanggapi.

Kepala Dinas (Kadis) Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) H Abdul Hamid kemarin membenarkan sudah mendapat laporan terkait hal itu. H Hamid mengaku, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, ada ribuan tagihan mitra bisnis yang belum dibayar AMNT.

a�?a��Laporan tentang masalah ini sudah kita terima. Pak Bupati bahkan sudah menyurati manajemen AMNT terkait masalah ini,a��a�� katanya.

Hamid mengatakan, Pemda KSB akan segera mengambil sikap terkait masalah ini. Dalam waktu dekat, pemerintah akan mengundang manajemen AMNT untuk membicarakan masalah ini.

A�a�?a��Untuk waktunya belum kita tentukan. Yang jelas pekan ini kita akan undang mereka. Pemerintah ingin mendengarkan langsung penjelasan dari AMNT tentang masalah ini,a��a�� jelasnya.

Pemda KSB, kata dia, sangat berkepentingan terkait masalah ini. Apalagi, dari ribuan tagihan mitra bisnis yang belum dibayarkan itu sebagian besar merupakan perusahaan lokal.

A�a�?a��Ada banyak hal lain yang memang perlu ada penjelasan langsung dari AMNT. Surat Pak Bupati sudah kita kirim. Pekan ini kita jadwalkan pertemuannya,a��a�� katanya. (far/r4)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost